29
Jan
08

5 tips dasar wawancara

wawancara Untuk menjadi seorang pewawancara yang handal tidak hanya diperlukan ketrampilan berkomunikasi. Lebih dari itu diperlukan keahlian dalam “bertanya” sehingga acara menjadi hidup dan narasumber dapat diexpose secara optimal tanpa merasa harus ditelanjangi oleh pewawancara. Coba simak tips praktis berikut agar wawancara anda mencapai tujuannya.

Tips 1 Hindari pertanyaan yang berakhir dengan jawaban ya/ tidak (closed question).
Berikan pertanyaan yang memungkinkan narasumber untuk memperluas subjek pembicaraan.
* Contoh yang harus dihindari: apakah Anda suka menjadi seorang guru?
* Sebaiknya: apa yang membuat Anda tertarik untuk menjadi guru?

Tips 2 Hindari pertanyaan yang sensitif.
Bila Anda merasa topik pembicaraan akan menyentuh masalah yang sifatnya sensitif, lebih baik Anda berdiskusi dengan narasumber terlebih dahulu. Apakah dia setuju untuk membahas masalah tersebut atau tidak.

Tips 3 Upayakan narasumber untuk selalu bercerita atau menjelaskan, agar pembicaran lebih berkembang.
Pendekatan seperti ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk menggali informasi lebih lanjut.

Tips 4 Hindari Filler word.
Pewawancara sering kali tanpa sadar dan latah mengucapkan kata “mmmmmm…” , “ya…ya…ya..ya..” atau “okey” sepanjang wawancara, terutama pada saat narasumber menjawab pertanyaan. Kita jarang menyadari hal ini, tetapi pendengar pasti mendengarnya dengan jelas dan sangat mengganggu. Lebih baik diam, melihat pertanyaan, lalu menatap nara sumber seakan Anda sedang berpikir untuk mengajukan pertanyaan selanjutnya.

Tips 5 Yakinkan bahwa anda bersikap objektif.
Kadang seorang pewawancara bisa menjadi tidak suka, tidak setuju atau memihak terhadap narasumbernya. Hal ini harus dihindari, karena sebagai pewawancara kita harus profesional. Ingat, media kita didengar oleh banyak orang, baik yang sependapat atau tidak sependapat dengan apa yang disampaikan oleh narasumber.

dikembangkan dari: ibsctvpresenter

Iklan

5 Responses to “5 tips dasar wawancara”


  1. Februari 4, 2008 pukul 2:01 pm

    Mas tambahin sedikit, 1 tips yang masih keinget sampe sekarang…Posisikan diri sederajat dengan narasumber, karena ini merupakan hal penting supaya kita bisa memaksimalkan jawaban dari sang narasumber. Kalau dari awal kita merasa bahwa narasumber lebih tinggi daripada interviewer, nanti pertanyaan yang keluar hanya pertanyaan normatif, dan hasilnya tidak akan ada value untuk pendengar….

  2. 2 Alex
    Februari 4, 2008 pukul 2:41 pm

    eits…jurus pamungkas nih dikeluarkan….thanks sudah melengkapi!

  3. 3 onad
    Februari 4, 2008 pukul 4:17 pm

    hehehehe you’re welcome mas, ngeramein comment aja, daripada blog gw ga ada comment-nya sama sekali….

  4. Juli 30, 2008 pukul 9:55 pm

    wahhhhhhh tambahan mas onad ini yang sering saya lupakan,,,krn saya slalu menganggap narasumber yg lebih tahu makanya kita bertanya kepadanya

  5. 5 ria
    Oktober 20, 2008 pukul 12:18 pm

    mas, saya permisi mau coppy ya, buattransfer ilmu…trims

    silahkan dicopy…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 551,968 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: