28
Jan
08

FOKUS!

 

focus

Kata ini selalu saya sampaikan ke teman-teman yang sudah mencapai posisi managerial. FOKUS! FOKUS! FOKUS!
FOKUS tidak hanya kita perlukan pada saat menyelesaikan tugas, tapi juga sangat diperlukan pada saat kita sedang melakukan consulting & coaching, bahkan saat kita sedang menegur atau marah terhadap staff kita.

Tentunya kita semua sudah pernah merasakan sulitnya, sebelnya, jengkelnya bertemu dengan staff yang banyak alasan pada saat kedapatan berbuat kesalahan. Jika kita terpancing menanggapi beribu alasan yang diajukan olehnya, waktu dan energi kita bisa terbuang percuma. Kalau sudah pusing, jangan-jangan kita malah bisa terpengaruh untuk memberikan pembenaran atas kesalahan yang telah dilakukannya.

Agar kita tidak terbuai oleh beribu alasan yang bisa dibuat seolah-olah masuk akal, kita harus tetap FOKUS pada inti masalah dan untuk sementara jangan hiraukan alasannya. Karena kesalahan adalah kesalahan, apapun alasannya. Inilah ketegasan.

Setelah staff mengakui kesalahannya, baru kita bicarakan langkah apa yang perlu diambil sebagai antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. Perlu juga ditentukan sangsi apa yang perlu diterapkan agar staff tersebut bisa lebih berhati-hati di masa mendatang.

Jadi, tetaplah FOKUS..!

Iklan

2 Responses to “FOKUS!”


  1. 1 Yoghi
    Januari 31, 2008 pukul 8:02 pm

    bicara ‘focus’ terkesan sangat sederhana,namun jika mengetahui efeknya akan sangat efektif. terkadang kita dihadapkan pada situasi yang membuat kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, jika kita benar2 telah focus kepada ‘goal’ yang kita targetkan maka alur negoisasi atau perbincangan akan dapat dihandle dengan sangat mudah. misalkan kita menemukan kesalahan yang dilakukan oleh salah satu staff kita, kemudian saat dia ditanya secara outomatis sebagai manusia normal pada awalnya akan mencoba apakah ada celah untuk mengatakan sesuatu yang dapat menyelamatkan diri dari kesalahannya. untuk itu akan bermunculanlah pembicaraan2 yang tidak terduga namun terkadang dapat diterima oleh nalar kita. namun jika kita tetap fokus pada permasalahan inti,kita akan dengan mudah mencari apa sesungguhnya yang telah terjadi dan dengan mudah kita akan menemukan solusi yang lebih dapat dibicarakan. sehingga sebuah kesalahan akan dengan mudah diselesaikan dengan fokus. tidak perlu marah besar namun kendala terbesar sudah kita temukan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,546 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: