“On the Gridiron, we do it my way, not your way.” – Sean Potter
*) gridiron = teralis besi, kisi-kisi
Orang radio, baik penyiar maupun jurnalis, kadang sering digambarkan sebagai seniman yang bekerja mengandalkan mood. Ada yang bilang mereka suka bandel dengan caranya sendiri, sehingga bagi yang tidak bisa memahami akan menjadi masalah tersendiri.
Dari pengalaman, seringkali saya menjumpai tidak sedikit program director, news editor, manager siaran atau bahkan seorang station manager kehabisan akal dalam menghadapi crew dan staff yang bandel. Jika si bandel tidak berprestasi, biasanya kita mengambil cara mudah yaitu mencoret namanya dari keanggotaan team kerja, dan melemparkan permasalahan kepada bagian HRD yang kita vonis tidak beres dalam proses recruitment.
Sedikit menyontek dan memelintir pepatah lama yang sangat kita kenal, “Gajah dipelupuk mata tak nampak, apalagi kuman diseberang lautan.” Jika kita tidak mampu ‘melihat’ diri kita sendiri, bagaimana kita bisa membawa radio kita menjadi lebih baik, mulai dari sisi crew secara pribadi hingga organisasi kita secara keseluruhan.
Kota besar, dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya seperti masyarakatnya yang lebih aktif, lebih dinamis, dilengkapi dengan berbagai kegiatan bisnis yang lebih sibuk, telah membentuk pasar dengan persaingan yang ketat, demikian juga di industri radio, yang harus lebih berpikir lebih keras agar bisa tetap eksis.
Awal bulan ini, pekerjaan saya bertambah seiring dengan bergabungnya 1 stasiun radio di Jawa Timur sebagai rekanan kami. Management menunjuk seorang penyiar berprestasi untuk menjadi station manager baru di radio tersebut. Meskipun telah melewati serangkaian test dan berbagai pelatihan, manager junior – yang memang benar-benar ‘junior’ dari sisi usia ini, baru benar-benar mendapatkan pembelajaran sebenarnya di lapangan.














Recent Comments