Meskipun banyak masyarakat yang tidak setuju bahkan rela turun ke jalan melakukan demo penolakan yang seringkali berujung ricuh, pemerintah nampaknya tetap akan menaikkan harga premium dan solar untuk mengurangi beban anggaran negara yang selama ini digunakan untuk mensubsidi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2012.
Jika tidak salah ingat, keluhan pemerintah mengenai beratnya menanggung subsidi BBM sudah muncul sejak lama, bahkan sejak bertahun-tahun yang lalu. Mencermati kenyataan harga BBM yang harus naik, perlu kita sikapi dengan lebih menggunakan logika ketimbang emosi dan otot – tanpa melupakan kenyataan bahwa pemerintah masih punya PR untuk mengelola negara ini dengan lebih baik dan membersihkan diri dari banyak ketidak beresan.
Karena saya bukan ekonom, tapi hanya sekedar bagian kecil dari masyarakat yang belajar “nrimo” dengan keadaan, saya mencoba melihat kenyataan yang akan kita hadapi ini dari sudut pandang yang sederhana, yang bisa memicu saya untuk lebih belajar menjadi sosok yang tidak manja dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang sudah saya ambil. Continue reading ‘Antara Resiko, Tanggungjawab dan BBM’
Hampir 1 bulan yang lalu, tepatnya 5 September 2010, dunia balap motor dikejutkan dengan meninggalnya
Kota besar, dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya seperti masyarakatnya yang lebih aktif, lebih dinamis, dilengkapi dengan berbagai kegiatan bisnis yang lebih sibuk, telah membentuk pasar dengan persaingan yang ketat, demikian juga di industri radio, yang harus lebih berpikir lebih keras agar bisa tetap eksis.
Satu lagi radio di Jakarta memposisikan dirinya sebagai radio yang menyiarkan musik lebih banyak dibandingkan dengan MJ (mp3 jockey) talk. Jika pada akhir tahun 2007 Radio One berubah menjadi Gen 98.7 FM dengan komposisi siaran musik hingga 70% – 80%, pada bulan Juni 2008 giliran Ramako ganti rupa menjadi Lite FM.
Untuk yang pertama kalinya saya akan mengunjungi kota di timur pulau Jawa, Banyuwangi, menengok salah satu radio yang baru saja bergabung sebagai partner kami. Banyuwangi menjadi kota kedua yang baru pertama kali saya kunjungi dalam kurun waktu setahun ini. Sebelumnya saya sempat mengunjungi Palu – Sulawesi Tengah sekitar pertengahan tahun 2007, tetap untuk urusan pekerjaan – urusan radio.
Baru-baru ini saya mendapat email dari Nurul, seorang pembaca blog ini yang juga mahasiswa jurusan tekhnologi pendidikan dan sekarang aktif membina sebuah radio komunitas di sebuah SMP di Sidoarjo. Kasus yang dihadapi Nurul dalam mengelola radio komunitas sangat kompleks, mulai dari SDM yang tidak ada keterikatan kerja hingga bagaimana menciptakan program yang menarik.
Mutasi, promosi ataupun bekerja di perusahaan baru bisa dialami oleh siapa pun juga. Di minggu-minggu awal kita bekerja dalam situasi yang serba baru, kita langsung dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk atau bahkan masalah yang menunggu untuk kita bereskan. Kalau keadaan sudah seperti ini, biasanya kita akan kebingungan untuk memulai dari mana. Idealisme dan berbagai rencana yang kita siapkan sebelumnya, sepertinya harus disimpan sampai apa yang kita hadapi di depan mata bisa diselesaikan terlebih dahulu.
Idealisme dan cita-cita kadang terlalu indah untuk dibayangkan jika pada proses pencapaiannya tidak melihat kenyataan. Terlalu lama melihat langit di atas membuat kita melupakan tanah tempat kita berpijak. Terlalu lama membaca teori di buku membuat kita bingung mengawali kerja nyata.














Recent Comments