Stand up comedy ternyata tidak hanya bisa kita tonton di kafe atau televisi saja. Lebih dari 40 radio di Indonesia secara serentak menyiarkan program komedi sebagai ajang unjuk tawa comic-comic dari berbagai kota di Indonesia. Selain sebagai bentuk dari perhatian radio terhadap perkembangan stand up comedy dan dukungan bagi kreatifitas kaum muda Indonesia, acara ini juga membuktikan bahwa comic tidak hanya tumbuh di Jakarta. Banyak comic berbakat yang lahir di berbagai kota di luar Jakarta. Selain itu acara ini juga menunjukkan, bahwa apapun bisa dilakukan melalui radio
Bagi yang ingin belajar menjadi comic, silahkan klik di sini. Bagi yang ingin berpartisipasi atau sekedar mendengarkan Comedy on the air – Unit Galau Darurat silahkan memantau radio-radio dibawah ini:
Banyak teman-teman penyiar bertanya, bagaimana cara mengatasi salah ucap atau kesleo lidah saat siaran. Sepertinya, apa yang kita alami ini juga dialami oleh Raja George ke 6 yang menderita gagap jika berbicara di depan banyak orang. Penyakit ini menjadi kendala baginya, saat raja Inggris di era 1930an ini harus menyampaikan pesan melalui siaran radio ataupun saat berpidato didepan banyak orang. Perjuangannya untuk berlatih agar bisa berbicara lancar di depan mic dikisahkan dalam film
Tidak terasa 2011 hanya tersisa 1 bulan lebih dan segera akan digantikan oleh tahun yang baru. Waktu berjalan begitu cepat, demikian juga dengan perkembangan tekhnologi yang juga dengan cepat terserap oleh kita sebagai pengguna karena harganya yang semakin terjangkau. Selain koneksi internet murah – kita bisa mendapatkan koneksi internet mobile unlimited 1 bulan dengan biaya dibawah 50 ribu rupiah – hot spot area yang menawarkan sambungan internet gratis pun sudah jauh lebih mudah ditemukan.
Ditulis oleh 

Terkenal lewat
Sekali-kali menulis tentang dangdut
Persaingan media (termasuk radio) dalam memperebutkan income untuk saat ini dan masa depan, akan semakin ketat. Internet dan mobile gadget yang selama ini dianggap hanya sebagai alat atau bahkan sekedar mainan, diam-diam menggerogoti pasar sumber pemasukan utama bagi media konvensional, yaitu iklan.
Era Generation X, lalu ada Generation Y, sudah berlalu. Dari salah satu situs yang saya baca, katanya dalam dekade ini muncul generasi baru yang dikenal sebagai Generation G. Huruf G merupakan singkatan dari GENEROSITY yang dalam bahasa Inggris, berarti “habit of giving freely without expecting anything in return”. Jadi, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Generation G adalah generasi murah hati, yang suka memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.









Recent Comments