Pengait kata (tags) tulisan ‘ pendengar
You, Your Community and Me
Be Popular
Radio kita lebih baik dari kompetitor, tapi mengapa masih saja tidak bisa mengalahkan kompetitor? Keadaan seperti ini yang sering membuat bingung saat kita melihat hasil survey pendengar.Penyiar Salah ‘Ngomong’ Inggris?
Pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri saat siaran salah menyebutkan kata dalam bahasa Inggris?
Bagaimana rasanya? Kalau si penyiar sadar, dia akan malu. Bagi yang mendengar dan mengetahui kesalahan itu pasti akan mengernyitkan dahi, baca begitu saja kok salah.
Padahal bagi pendengar, seorang penyiar harus sempurna – pintar, serba tahu, tidak boleh salah.
Lanjutkan membaca ‘Penyiar Salah ‘Ngomong’ Inggris?’
VOA Economic Report
Radio memang dinamis. Rasanya kurang maksimal kalau sebuah radio dari dulu sampai sekarang acaranya itu-itu melulu. Orang program harus selalu melakukan evaluasi dan menciptakan kreatif-kreatif baru agar makin banyak kejutan yang bisa kita berikan ke pendengar.
Evaluasi berkala bisa kita lakukan setiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun tergantung dari kemampuan sebuah acara untuk bertahan hidup. Kita bisa melakukannya melalui survey pendengar. Tidak jarang pula sebuah acara yang baru kita ciptakan, harus kita matikan dalam waktu singkat karena tidak mendapat respon positif dari pendengar.
News Digging
Di lapangan, seorang reporter yang kurang persiapan akan bingung dan bahkan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Untuk menghindari hal ini, maka seorang reporter sangat dianjurkan untuk melakukan persiapan sebelum terjun ke lapangan. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah melalui “penggalian berita”.
Ada beberapa sarana yang bisa digunakan untuk menggali berita lebih dalam:
Dalam tulisan terdahulu, saya sedikit memaparkan pentingnya cuplikan wawancara dengan sumber terkait dan atmosphere / suasana yang terekam dalam sebuah laporan berita radio, untuk menunjukkan kebenaran sebuah peristiwa. Dengan menempatkan pernyataan sumber berita, berita kita akan memiliki kekuatan lebih.
Disamping suara / audio, pernyataan dari sumber berita bisa juga kita kutip sampaikan di awal, tengah maupun akhir sebuah laporan. Perlu diperhitungkan agar kutipan yang kita sampaikan isinya tidak sama persis dengan potongan suara narasumber yang akan kita siarkan. Misalnya, jika dalam wawancara dengan sebuah sumber kita mendapatkan bahasan A, B, C kita bisa mengutip pernyataan narasumber mengenai point A di awal laporan, kemudian memutar sebagian suara narasumber saat membahas point B dan mengakhiri laporan kita dengan mengutip point C.
Membantu Newscaster
Tentunya kita pernah mendengarkan seorang penyiar salah dalam membaca berita. Bisa jadi yang bersangkutan kurang berkonsentrasi, menghadapi gangguan atau kesalahan baca justru terjadi akibat naskah yang tidak jelas.
Naskah berita yang tercetak dengan baik dalam tulisan yang jelas akan sangat membantu pembaca berita / newscaster dalam menyampaikan informasi kepada pendengar tanpa harus tersandung-sandung. Sebagai bagian dari sebuah newsroom, seorang newscaster memiliki hubungan yang erat dengan scriptwriter dan editor. Jika terjadi salah-salah baca oleh newscaster, maka editor harus bertanggungjawab. Unuk itu editor harus memeriksa naskah berita yang dibuat scriptwriter sebelum diserahkan ke newscaster. Editor juga harus siap menjawab dan menjelaskan segala pertanyaan newscaster berkaitan dengan berita yang akan disiarkan. Mulai dari runtutan berita yang terjadi, pengucapan bahasa asing dan lain sebagainya.
pentingnya melayani
Suatu siang, Joko bersama istrinya turun dari angkot tepat di depan kantor kelurahan dimana Joko sekeluarga sudah menjadi warga selama lebih dari 10 tahun terakhir. Begitu turun dari angkot, Joko bersama istrinya melangkah masuk ke dalam untuk mengurus perpanjangan KTPnya yang sudah jatuh tempo.
Di salah satu sudut ruangan, Joko dan istrinya menghampiri seorang laki-laki setengah baya, berseragam coklat dengan atribut kepegawaian di lengannya dan nama ‘Supriyono’ tercantum di dadanya. “Selamat siang pak, kami mau memperpanjang KTP,” kata Joko kepada laki-laki dengan model rambut bang haji Rhoma Irama itu. Dari balik meja kerjanya yang mungil, laki-laki itu menjawab tanpa melemparkan senyum – mungkin agar nampak berwibawa, “Syarat-syaratnya sudah lengkap?” Joko segera menyenggol istrinya yang sontak sibuk mengeluarkan kantong plastik berisi KTP asli milik mereka dan pas foto dari dalam tas. Sambil mengernyitkan dahi diantara kepulan asap rokoknya, pria berseragam itu bertanya,”Lho kok cuma ini? Mana fotokopi Kartu Keluarga, pengantar RT…Lha ini, pas fotonya juga salah…Tahun kelahiran ganjil warna fotonya harus merah, tahun kelahiran genap warna fotonya harus biru.”
PRIVATE ANNOUNCER
ditulis oleh: Huria Ulfa
Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.
Sentuhan pribadi bagi pendengar akan terasa nyaman, bila diperlakukan secara private, dan akhirnya dapat mensugesti pendengar dengan apa yang disampaikan seorang penyiar. Salah satu caranya adalah mengenal dan memahami target audience. Siapa yang diajak berbicara, dan apa yang sedang dibicarakan. Pemilihan Lanjutkan membaca ‘PRIVATE ANNOUNCER’









Recent Comments