Tulisan ini adalah pandangan subyektif saya pribadi saat menonton pemberitaan mengenai bencana di televisi. Performance sejumlah reporter dalam memberikan laporan bencana, khususnya bencana letusan Gunung Merapi, seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Apakah mungkin reporter-reporter yang diturunkan untuk meliput bencana adalah reporter yunior? Ada beberapa hal yang seharusnya segera dievaluasi dan bisa di jadikan contoh bagi jurnalis radio agar hal yang sama tidak terulang.
1. Tidak runtut dalam menyampaikan laporan
Laporan yang dituturkan tidak rapi atau kadang penuturan berulang-ulang menyampaikan sesuatu yang sudah disampaikan dalam 2 – 3 kalimat sebelumnya. Penuturan semakin berantakan saat reporter harus menyampaikan laporan disaat yang bersangkutan mengalami kepanikan. Hal ini seharusnya bisa dihindari jika reporter mau meluangkan waktu beberapa saat sebelum waktu siaran langsung yang sudah disepakati bersama untuk Continue reading ‘Meneropong Liputan Bencana’

Menurut BBC, yang dimaksud dengan CUE dalam pemberitaan adalah pengenalan tertulis untuk klip audio. Jika diterjemahkan menggunakan istilah yang biasa saya gunakan, yang dimaksud dengan CUE adalah pengantar potongan wawancara atau reportase. ‘Pengantar’ ini bisa disampaikan oleh penyiar di studio ataupun oleh reporter yang sedang melakukan wawancara di lapangan.
9 Februari 2008 diperingati sebagai hari pers nasional.














Recent Comments