Sebagian dari kita tentu sudah pernah mengalami bagaimana rasanya ditolak. Bisa jadi respon dari kita adalah kecewa, putus semangat, jengkel dan berbagai perasaan negatif lainnya. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, penolakan juga sering kita alami pada saat kita menghadapi sumber berita.
Saat ditugaskan untuk meliput peristiwa penting atau mewawancarai narasumber kunci, reporter kita ternyata kembali dengan tangan kosong karena narasumber yang menjadi target menolak untuk diwawancara. Seperti kita ketahui, bahwa narasumber memiliki hak untuk diam, tidak menjawab, dan menolak diwawancara. Apa yang harus kita lakukan jika kita tidak mendapatkan statement sementara deadline semakin mengejar kita? Apakah kita harus memilih tidak menyiarkan berita ini?
Konferensi pers adalah salah satu sumber berita kita. Seringkali konferensi pers digunakan oleh perusahaan, birokrat, organisasi, bahkan siapapun termasuk selebriti yang makin sering mengadakan konferensi pers untuk menceritakan urusan rumah tangganya, atau politisi yang sedang gencar mencari suara untuk menghadapi pemilu 2009.
Seminar di radio? Ya! Seminar di radio sudah seringkali dilakukan oleh Radio
Nasib dari berita atau informasi yang kita tawarkan kepada pendengar, sangat tergantung pada segerombolan kata-kata yang membentuk tautan kalimat di awal berita kita. Semakin menarik pemilihan, penggunaan dan penyusunan kata-katanya, peluang berita kita untuk didengar oleh masyarakat akan menjadi semakin besar.
Dalam mengelola sebuah radio berita, atau lebih sempit lagi bisa dikatakan dalam mengelola News Room, kita pasti pernah merasakan kekurangan berita. Mungkin memang ada saja kejadian kalau kita mau mencari-cari. Tapi jika dipaksakan, hasilnya tidak akan maksimal dan bahkan pendengarkan pun akan bisa merasakan kalau kita sedang mengada-ada atau istilahnya ‘beritanya dipaksakan’.
Tulisan
Sebenarnya sepele, dan pasti rata-rata kita sudah mengerti, paham bahkan sudah pernah melakukan. Tapi karena sepelenya, seringkali kita melupakannya. Melalui tulisan ini saya ingin sedikit melakukan reminding agar wawancara yang dilakukan oleh reporter kita tidak gagal berantakan hanya masalah sepele. Secara detail kita perlu memperhatikan apa yang harus dilakukan reporter kita sebelum, pada saat dan sesudah melakukan wawancara:




Recent Comments