Pengait kata (tags) tulisan ‘ media

08
Jan

Krisis Gaza

Sejak akhir Desember 2008 lalu terjadi konflik di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang sampai hari ini telah mengakibatkan lebih dari 600 korban meninggal dan tidak terhitung yang luka-luka. Sebagai media, entah sedikit entah banyak, tentunya radio kita juga menyiarkan informasi ini.

Apa sebenarnya yang disebut sebagai jalur Gaza? Mengapa ada konflik antara Hamas dan Israel?

Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos dalam tulisannya mencoba berbagi informasi mengenai wilayah yang sedang terlibat perang ini. Semoga bisa menambah wawasan rekan-rekan broadcaster dan membantu dalam menyampaikan informasi untuk pendengar kita.

Lanjutkan membaca ‘Krisis Gaza’

17
Des

Ngeblog sambil denger radio, Mengapa Tidak ?!

Ditulis oleh Ariyanto broadcaster sebuah stasiun radio di Solo

Wabah blog terus menyebar dengan cepat dan rasanya nyaris tak terbendung. Dia menjangkiti sejumlah kalangan hingga seolah tak mau terlepas darinya. Seiring dengan itu, situs – situs jejaring sosial pun kini kian beragam.   Maka itu, sekarang orang lazim jika mempunyai lebih darin satu blog. Tak mengherankan rasanya, jika ada  ada yang mengatakan, “Saya kini tak bisa membagi waktu antara nge-MP dan nge-plurk”. Atau, “Wah, saya kangen juga ama  FS ”
Ungkapan – ungkapan itu tentu merupakan isyarat adanya semacam pergeseran pola konsumsi media di masyarakat. Bahkan, pergeseran itu diprediksi akan meluas. Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi terhadap konsumsi terhadap media lain seperti koran,  televisi atau radio.  Ini tak lain karena sifat blog adalah personal, hingga waktu yang digunakan untuk menjalankan aktivitas ini akan mengurangi waktu membaca media cetak atau menonton televisi.

Lanjutkan membaca ‘Ngeblog sambil denger radio, Mengapa Tidak ?!’

01
Des

2009 kemarau bagi industri media

Berita di bawah ini harus menjadi tantangan bagi kita praktisi media untuk putar otak adu kreativitas baik dalam menciptakan program siaran yang menarik, paket penjualan yang menarik pemasang iklan dan bersama-sama mengencangkan ikat pinggang agar kemarau tidak memakan korban.

Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa

Dampak krisis keuangan bukan hanya menghantam sektor manufaktur, perbankan, properti dan sebagainya namun juga berpotensi menghantam sektor media massa. Belanja iklan pada tahun 2009 diprediksi akan melorot tajam seiring efisiensi perusahaan pemasang iklan.
Demikian disampaikan oleh Presiden Asosiasi Periklanan Dunia atau International Advertising Association (IAA) Indra Abidin saat dihubungi detikFinance, Senin (1/12/2008).
“Belanja iklan di tahun depan agak sulit, akhir-akhir ini saja cukup memprihatinkan, saya melihat tidak akan ada peningkatan. Perusahaan yang tidak hati-hati bisa mengambil keputusan demikian (PHK),” ungkapnya.

Lanjutkan membaca ‘2009 kemarau bagi industri media’

17
Nov

Banyak ‘aksi’ di media massa

ditulis oleh: Ariyanto - broadcaster sebuah stasiun radio di SOLO

“Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa….Mereka memaksa masuk gedung dewan hingga terjadi aksi saling dorong…Di tengah aksi sekelompok massa melakukan aksi teatrikal…Aksi ini diakhiri dengan aksi bakar ban”

Begitulah kira – kira kalimat dari paket berita di media massa saat menginformasikan unjuk rasa. Entah mengapa kalimat seperti itu selalu muncul. Saking gerahnya, saya pernah mengirim SMS ke seorang kawan yang menjadi produser paket berita di sebuah stasiun telivisi. Ya, maksud saya agar kalimat seperti itu tidak muncul lagi. Saya pikir dia akan memperingatkan rekannya agar tidak menulis berita seperti itu. Bukannya sok tahu. Tapi, itulah bentuk keprihatinan saya. Dia pun menjawab SMS dengan menulis, “Betul kamu Bang”.

Lanjutkan membaca ‘Banyak ‘aksi’ di media massa’

22
Okt

Hak Tolak

Hari ini saya mendapatkan kesempatan mempraktekkan salah satu teori jurnalistik, yaitu kewajiban untuk melindungi identitas narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya. Selain itu, saya juga mendapatkan pelajaran baru, mengenai apa yang disebut sebagai Hak Tolak.

Kasus ini berawal dari adanya kritik dari salah satu pendengar yang disampaikan melalui sebuah radio. Pendengar tersebut mengkritisi kinerja dari salah satu lembaga hukum di kotanya. Berkaitan dengan fakta / data yang disampaikan, si pendengar meminta identitasnya tidak diekspos. Sebagai media, tentunya radio harus berkomitmen untuk melindungi narasumbernya.

Lanjutkan membaca ‘Hak Tolak’

05
Sep

Lentera Jiwa

kick andy “Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.”

Quote dari praktisi media senior - Andy Noya ini menyadarkan saya, bahwa ternyata saya termasuk dari mereka yang belum layak dikatakan BAHAGIA, karena belum mencapai taraf bekerja adalah berekreasi…

Dalam posting kali ini, saya mencoba membagikan tulisan inspirasional Andy Noya. Semoga bisa mendatangkan manfaat dan menyemangati kita untuk terus maju, berkaya dan berani mengikuti lentera jiwa kita.

Lentera Jiwa

ditulis oleh Andy Noya

Lanjutkan membaca ‘Lentera Jiwa’

29
Agt

Panen di bulan Ramadhan

jpeg

Ramadhan

Minggu terakhir bulan Agustus 2008, waktu terasa banyak tersita untuk mempersiapkan kegiatan dan acara radio selama bulan puasa, sehingga aktivitas menulis untuk blog ini pun jadi banyak berlobang.

Sama seperti tahun-tahun yang lalu, bulan Ramadhan selalu menjadi bulan penuh berkah, tidak hanya bagi umat Muslim tapi juga bagi industri periklanan termasuk media.

Lanjutkan membaca ‘Panen di bulan Ramadhan’

22
Agt

Menulis berita online

Selama ini radio mengklaim bisa menjadi media yang tercepat dalam menyajikan berita. Statement ini memang didukung dengan proses produksi berita radio yang jauh lebih simple dibandingkan dengan media yang lainnya. Hanya dengan bermodalkan alat rekam dan telpon genggam, seorang reporter radio bisa menginformasikan sesegera mungkin sesaat setelah sebuah peristiwa terjadi. Penyiarannya pun bisa dilakukan kapan saja, dengan hanya mempertimbangkan tingkat urgency dan kepentingan dari laporan tersebut.

Namun belakangan ini, klaim sebagai media penyaji berita tercepat perlu dipertanyakan. Televisi, juga sudah melakukan hal yang serupa. Untuk berita-berita yang membutuhkan kecepatan, meski belum mendapatkan visualisasi televisi bisa menayangkan suara reporternya dilengkapi dengan tampilan foto sang reporter. Televisi juga sudah mulai berani memotong acaranya kapanpun jika ada informasi penting.

Lanjutkan membaca ‘Menulis berita online’

07
Agt

Big Fat Liar

Very Idam Heryansyah alias Ryan - tersangka sejumlah pembunuhan - beberapa kali menjalani uji kebohongan di Mapolda Jawa Timur. Cara ini ditempuh setelah berkali-kali Ryan memberikan keterangan yang berubah-ubah saat diperiksa oleh polisi.

Kebohongan, tidak hanya dilakukan oleh kriminal. Koruptor, politikus, pengusaha dan siapapun bisa saja menjadi seorang pembohong. Ada yang belum pernah berbohong?

Saat kita berbohong, selalu dilakukan dengan sadar dan mengandung unsur kesengajaan. Misalnya, seseorang yang mengetahui sesuatu namun mengaku tidak tahu. Namun situasinya berbeda jika misalnya ada seseorang mengatakan bahwa si A pergi dengan si B, padahal sebenarnya si A pergi dengan si C. Bisa jadi hal ini hanya sebuah kesalahan karena ketidak tahuan, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kebohongan kecuali jika dilakukan dengan sengaja.

Lanjutkan membaca ‘Big Fat Liar’

05
Agt

“Jangan kemana - mana…”: Saya mau mandi masak ga boleh…

Ditulis oleh: Ary Bangli

Suatu pagi, Ibu tetap di depan televisi – nongkrongin acara kesayangannya. Ia tetap terpekur menunggu iklan, setelah Si Pembawa Acara mengatakan, “ Jangan kemana – mana. Kami akan segera kembali, setelah yang satu ini……” [yang dimaksud ‘yang satu ini’ adalah iklan] Aku pun segera mengingatkannya, agar ia segera belanja karena hari terburu siang.

Pagi itu, aku memang sedikit santai. Pekan ini, aku masuk shift siang. Bosan melihat acara televisi yang penuh gosip, aku beralih mendengarkan radio. Ada talk show mingguan yang sayang kalau dilewatkan. Acara diskusi di radio itu memang menarik. Selain topiknya hangat, pembicara yang hadir pun keren – keren. Menjelang jeda, Si Moderator berucap, “ Jangan kemana – mana. Kami akan segera kembali, setelah yang satu ini……” . Lho, kok sama dengan pembawa acara di televisi. Lanjutkan membaca ‘“Jangan kemana - mana…”: Saya mau mandi masak ga boleh…’




M y F a c e b o o k


Alex Santosa's Facebook profile

R a d i o p i n i

A r c h i v e s

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

Add to Technorati Favorites

Join Radioku Community at MyBloglog!

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 121,166 hits

T r a c k e r




Did You Know?

Visit Yogyakarta / Jogja