Suatu siang, Joko bersama istrinya turun dari angkot tepat di depan kantor kelurahan dimana Joko sekeluarga sudah menjadi warga selama lebih dari 10 tahun terakhir. Begitu turun dari angkot, Joko bersama istrinya melangkah masuk ke dalam untuk mengurus perpanjangan KTPnya yang sudah jatuh tempo.
Di salah satu sudut ruangan, Joko dan istrinya menghampiri seorang laki-laki setengah baya, berseragam coklat dengan atribut kepegawaian di lengannya dan nama ‘Supriyono’ tercantum di dadanya. “Selamat siang pak, kami mau memperpanjang KTP,” kata Joko kepada laki-laki dengan model rambut bang haji Rhoma Irama itu. Dari balik meja kerjanya yang mungil, laki-laki itu menjawab tanpa melemparkan senyum - mungkin agar nampak berwibawa, “Syarat-syaratnya sudah lengkap?” Joko segera menyenggol istrinya yang sontak sibuk mengeluarkan kantong plastik berisi KTP asli milik mereka dan pas foto dari dalam tas. Sambil mengernyitkan dahi diantara kepulan asap rokoknya, pria berseragam itu bertanya,”Lho kok cuma ini? Mana fotokopi Kartu Keluarga, pengantar RT…Lha ini, pas fotonya juga salah…Tahun kelahiran ganjil warna fotonya harus merah, tahun kelahiran genap warna fotonya harus biru.”
Sampai hari ini, biaya memasang iklan di radio masih yang paling murah dibandingkan dengan beriklan di televisi dan media cetak. Dengan budget yang tidak jauh berbeda, biaya untuk memasang satu spot iklan di televisi atau memasang satu iklan display di media cetak bisa digunakan untuk memasang berkali-kali penyiaran di radio.
Data dari
Kota besar, dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya seperti masyarakatnya yang lebih aktif, lebih dinamis, dilengkapi dengan berbagai kegiatan bisnis yang lebih sibuk, telah membentuk pasar dengan persaingan yang ketat, demikian juga di industri radio, yang harus lebih berpikir lebih keras agar bisa tetap eksis.
Beberapa waktu lalu seorang rekan mengajak berdiskusi soal keluhan-keluhan yang dijumpainya saat menghadapi pertanyaan klien. Mungkin saja kasus yang sama pernah juga dialami oleh tenaga penjualan kita. Salah satu masalah yang dihadapi adalah, klien enggan beriklan di radio karena radio dianggap tidak bisa memvisualkan bentuk produknya dan lebih memilih beriklan melalui koran, menyebarkan leaflet atau bahkan melalui televisi. Dalam keadaan seperti ini, yang perlu dijelaskan ke klien, diantaranya adalah:
Mutasi, promosi ataupun bekerja di perusahaan baru bisa dialami oleh siapa pun juga. Di minggu-minggu awal kita bekerja dalam situasi yang serba baru, kita langsung dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk atau bahkan masalah yang menunggu untuk kita bereskan. Kalau keadaan sudah seperti ini, biasanya kita akan kebingungan untuk memulai dari mana. Idealisme dan berbagai rencana yang kita siapkan sebelumnya, sepertinya harus disimpan sampai apa yang kita hadapi di depan mata bisa diselesaikan terlebih dahulu.
Baca-baca email, saya temukan tulisan menarik untuk di share…Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman khususnya yang ada dibidang penjualan.
Sudah lama kategori sales di blog ini terbengkalai. Kali ini saya mencoba menulis sesuatu untuk rekan-rekan sales lagi. Semoga bermanfaat.
Seringkali sales person mengeluhkan susahnya menarik klien untuk memasang iklan di radio.




Recent Comments