Sebagai media audio, radio memiliki tantangan lebih untuk menyajikan informasi yang kredibel dan bisa dicerna dengan benar oleh pendengar tanpa distorsi. Radio yang mengandalkan telinga pendengar, juga sering disebut sebagai ‘half ears media’ atau media sambil lalu karena untuk mendengarkan radio, bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan yang lain.
Dengan demikian, kredibilitas tidak dapat ditawar dan harus dijaga. Kredibilitas atau saya sebut sebagai C besar (diambil dari huruf depan Credibility), bisa dicapai jika berita yang kita sampaikan memenuhi unsur a, b dan c.
Continue reading ‘Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C (bagian 1)’
Semalam seorang penyiar senior di Jakarta benar-benar mengecewakan saya karena sikapnya yang tidak peduli pada performance – nya di udara dan naskah berita yang dibacanya.
Hari ini 13.10 wib mantan presiden Soeharto tutup usia. Dari sisi jurnalistik, hal ini merupakan peristiwa penting.









Recent Comments