Tidak terasa 2011 hanya tersisa 1 bulan lebih dan segera akan digantikan oleh tahun yang baru. Waktu berjalan begitu cepat, demikian juga dengan perkembangan tekhnologi yang juga dengan cepat terserap oleh kita sebagai pengguna karena harganya yang semakin terjangkau. Selain koneksi internet murah – kita bisa mendapatkan koneksi internet mobile unlimited 1 bulan dengan biaya dibawah 50 ribu rupiah – hot spot area yang menawarkan sambungan internet gratis pun sudah jauh lebih mudah ditemukan.
Perangkat untuk mengakses internet semakin terjangkau, mulai dari netbook murah, hingga tablet pc yang dibandrol hanya ratusan ribu rupiah. Tidak ketinggalan telpon selular serba bisa yang juga bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kondisi ini mendukung kita untuk bisa berinternet dimanapun dan kapanpun kita mau. Saya juga merasakan bahwa kemudahan berinternet – dimana saja dan kapan saja – tidak lepas dari semakin maraknya penggunaan Android (Google) di pc tablet dan seluler pintar menandingi iOS (Apple), Windows Mobile (Microsoft), dan Blackberry (RIM). Bagaimana tidak, ponsel Continue reading ‘Penyiar Radio – Sampai Kapan Akan Bertahan?’
Sekali-kali menulis tentang dangdut
Persaingan media (termasuk radio) dalam memperebutkan income untuk saat ini dan masa depan, akan semakin ketat. Internet dan mobile gadget yang selama ini dianggap hanya sebagai alat atau bahkan sekedar mainan, diam-diam menggerogoti pasar sumber pemasukan utama bagi media konvensional, yaitu iklan.
Era Generation X, lalu ada Generation Y, sudah berlalu. Dari salah satu situs yang saya baca, katanya dalam dekade ini muncul generasi baru yang dikenal sebagai Generation G. Huruf G merupakan singkatan dari GENEROSITY yang dalam bahasa Inggris, berarti “habit of giving freely without expecting anything in return”. Jadi, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Generation G adalah generasi murah hati, yang suka memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Tahun ini,
Baru menikmati udara bebas pasca reformasi 98, radio berita saat ini harus berpikir keras untuk menarik pendengar yang hanyut diterjang banjir informasi. Tidak bisa dipungkiri, jumlah radio saat ini bertambah banyak dengan berbagai pilihan format siaran, demikian juga media lain pun banyak bermunculan, mulai tv nasional dan lokal, banyak pilihan tv berlangganan, koran nasional dan lokal, hingga internet mulai dari portal berita sampai blog dan social media yang memungkinkan semua orang dengan mudah mengakses informasi dan menjadi publikator berita serta jurnalis warga.
Saat browsing, saya menemukan sebuah link di website radio Amerika -
Saat ini banyak radio yang memiliki website. Biasanya, website radio berisi profil perusahaan, data komersial, data penyiar dan tangga lagu atau berbagai hal lainnya. Bagi radio berita, biasanya mereka juga melengkapi websitenya dengan berita online. Apakah menulis berita online sama seperti menulis berita untuk radio? Kali ini saya ingin membagi kiat menulis berita online sederhana agar bisa langsung dipraktekkan oleh rekan-rekan yang baru mulai belajar membuat berita online.









Recent Comments