Pengait kata (tags) tulisan ‘ internet
You, Your Community and Me
News Digging
Di lapangan, seorang reporter yang kurang persiapan akan bingung dan bahkan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Untuk menghindari hal ini, maka seorang reporter sangat dianjurkan untuk melakukan persiapan sebelum terjun ke lapangan. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah melalui “penggalian berita”.
Ada beberapa sarana yang bisa digunakan untuk menggali berita lebih dalam:
Radio dan Internet
Data dari Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII), menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2008 di Indonesia tercatat sekitar 25 juta pengguna internet. Angka ini ditargetkan meningkat hingga 50 juta pengguna pada akhir tahun 2008.
Semakin meningkatnya pengguna internet di Indonesia perlu menjadi perhatian kita yang bergerak di dunia radio, agar tidak tergerus perkembangan tekhnologi. Membangun website interaktif dan radio online, bisa menjadi salah satu cara untuk tetap mengikat pendengar kita yang semakin banyak menghabiskan waktunya untuk ber-internet.
Banyak radio yang sudah memiliki website, namun apakah fungsi dari website radio hanya sebagai media promosi? Idealnya apa isi website tersebut agar bisa lebih mendatangkan manfaat?

ditulis oleh : Herman
TV dan koran memuat berita bahwa sisa anggaran karena turunnya harga minyak sekitar 6 Triliun sedangkan satu provider GSM beriklan gratis tis seolah menyindir bahwa kita yang amatir ini bisa apa. Kecuali tulisan ini dianggap khayalan belaka maka, ada langkah langkah seperti ini :
Lanjutkan membaca ‘Jika ORARI seperti Organisasi Internet Amatir’
Rekaman yang diduga mirip rekaman pembicaraan yang terekam dalam black box pesawat Boeing 737-400 PK-KI 574 milik AdamAir yang hilang di perairan Majene Sulawesi Barat 1 Januari 2007, beredar di internet sejak 31 Juli 2008. Setelah marak menjadi pembicaraan diberbagai forum dan blog, pada tanggal 1 Agustus 2008 Anteve menyiarkan rekaman tersebut di televisi. (bisa didengarkan di bagian bawah posting ini)
Salut untuk rekan-rekan di internet, karena lagi-lagi terjadi, sebuah berita meledak karena ‘ulah’ internet. Salut juga untuk rekan-rekan di pemberitaan Anteve, yang – setahu saya – pertama kali menyiarkan berita yang kata sebagian orang masih ‘diragukan’ kebenarannya dengan tetap mempertahankan kode etik jurnalistik. Bagaimana dengan rekan-rekan pemberitaan radio? Apakah juga sudah cepat menginformasikan temuan ini?
Mencari Sumber Berita
Dalam mengelola sebuah radio berita, atau lebih sempit lagi bisa dikatakan dalam mengelola News Room, kita pasti pernah merasakan kekurangan berita. Mungkin memang ada saja kejadian kalau kita mau mencari-cari. Tapi jika dipaksakan, hasilnya tidak akan maksimal dan bahkan pendengarkan pun akan bisa merasakan kalau kita sedang mengada-ada atau istilahnya ‘beritanya dipaksakan’.
Kesan mencari-cari berita disaat tidak banyak peristiwa besar terjadi bisa kita minimalisir jika kita mengetahui apa saja yang bisa kita jadikan sebagai sumber berita. Kita pasti memahami bahwa kejadian atau peristiwa yang akan menjadi sebuah berita, tidak pernah terjadi di dalam studio radio kita dan bisa terjadi kapanpun tanpa mengenal waktu.
Saat ini banyak radio yang memiliki website. Biasanya, website radio berisi profil perusahaan, data komersial, data penyiar dan tangga lagu atau berbagai hal lainnya. Bagi radio berita, biasanya mereka juga melengkapi websitenya dengan berita online. Apakah menulis berita online sama seperti menulis berita untuk radio? Kali ini saya ingin membagi kiat menulis berita online sederhana agar bisa langsung dipraktekkan oleh rekan-rekan yang baru mulai belajar membuat berita online.
Begitulah kata Associate Director The Nielsen Company Indonesia Ika Jatmikasari saat memaparkan hasil survey yang dilakukan oleh lembaganya baru-baru ini. Responden di 4 kota besar yang disurvey hingga September lalu lebih suka mendengarkan radio, menonton televisi atau berselancar di internet ketimbang membeli media cetak. Kebiasaan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan.
Selama ini radio mengklaim bisa menjadi media yang tercepat dalam menyajikan berita. Statement ini memang didukung dengan proses produksi berita radio yang jauh lebih simple dibandingkan dengan media yang lainnya. Hanya dengan bermodalkan alat rekam dan telpon genggam, seorang reporter radio bisa menginformasikan sesegera mungkin sesaat setelah sebuah peristiwa terjadi. Penyiarannya pun bisa dilakukan kapan saja, dengan hanya mempertimbangkan tingkat urgency dan kepentingan dari laporan tersebut.







Recent Comments