Suatu siang, Joko bersama istrinya turun dari angkot tepat di depan kantor kelurahan dimana Joko sekeluarga sudah menjadi warga selama lebih dari 10 tahun terakhir. Begitu turun dari angkot, Joko bersama istrinya melangkah masuk ke dalam untuk mengurus perpanjangan KTPnya yang sudah jatuh tempo.
Di salah satu sudut ruangan, Joko dan istrinya menghampiri seorang laki-laki setengah baya, berseragam coklat dengan atribut kepegawaian di lengannya dan nama ‘Supriyono’ tercantum di dadanya. “Selamat siang pak, kami mau memperpanjang KTP,” kata Joko kepada laki-laki dengan model rambut bang haji Rhoma Irama itu. Dari balik meja kerjanya yang mungil, laki-laki itu menjawab tanpa melemparkan senyum – mungkin agar nampak berwibawa, “Syarat-syaratnya sudah lengkap?” Joko segera menyenggol istrinya yang sontak sibuk mengeluarkan kantong plastik berisi KTP asli milik mereka dan pas foto dari dalam tas. Sambil mengernyitkan dahi diantara kepulan asap rokoknya, pria berseragam itu bertanya,”Lho kok cuma ini? Mana fotokopi Kartu Keluarga, pengantar RT…Lha ini, pas fotonya juga salah…Tahun kelahiran ganjil warna fotonya harus merah, tahun kelahiran genap warna fotonya harus biru.”
Apa yang terjadi jika kita sedang menderita sakit gigi, oleh dokter diberi obat batuk? Tentunya rasa sakit yang kita derita tidak akan sembuh. Sebelum saya melanjutkan menulis kaitan ilustrasi ini dengan dunia radio, saya ingin berbagi cerita mengenai sakit yang pernah saya derita. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengalami sakit perut parah, yang nyerinya serupa dengan sakit maag. Saat rasa sakit itu datang, tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan kecuali membungkuk sambil memegang perut.
Sedikit menyontek dan memelintir pepatah lama yang sangat kita kenal, “Gajah dipelupuk mata tak nampak, apalagi kuman diseberang lautan.” Jika kita tidak mampu ‘melihat’ diri kita sendiri, bagaimana kita bisa membawa radio kita menjadi lebih baik, mulai dari sisi crew secara pribadi hingga organisasi kita secara keseluruhan.
Very Idam Heryansyah alias Ryan – tersangka sejumlah pembunuhan – beberapa kali menjalani 
Seringkali kita berucap, “aku terpaksa melakukan ini karena tidak ada pilihan”. Tanpa kita sadari, pada saat mengatakan “aku tidak punya pilihan”, kita berusaha mencari pembenaran atas apa yang kita pilih.
Kota besar, dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya seperti masyarakatnya yang lebih aktif, lebih dinamis, dilengkapi dengan berbagai kegiatan bisnis yang lebih sibuk, telah membentuk pasar dengan persaingan yang ketat, demikian juga di industri radio, yang harus lebih berpikir lebih keras agar bisa tetap eksis.
EMOSI! Itulah perasaan yang biasanya langsung muncul jika mendengar penyiar atau staff kita – apalagi yang terbaik – dibajak oleh radio kompetitor. Sudah capek-capek mendidik, malah diambil orang lain. Setelah masalah ini terlanjur terjadi, barulah kita menyadari bahwa kita ternyata memiliki sumber daya unggul.









Recent Comments