Sebagian dari kita tentu sudah pernah mengalami bagaimana rasanya ditolak. Bisa jadi respon dari kita adalah kecewa, putus semangat, jengkel dan berbagai perasaan negatif lainnya. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, penolakan juga sering kita alami pada saat kita menghadapi sumber berita.
Saat ditugaskan untuk meliput peristiwa penting atau mewawancarai narasumber kunci, reporter kita ternyata kembali dengan tangan kosong karena narasumber yang menjadi target menolak untuk diwawancara. Seperti kita ketahui, bahwa narasumber memiliki hak untuk diam, tidak menjawab, dan menolak diwawancara. Apa yang harus kita lakukan jika kita tidak mendapatkan statement sementara deadline semakin mengejar kita? Apakah kita harus memilih tidak menyiarkan berita ini?
Tentunya kita pernah mendengarkan seorang penyiar salah dalam membaca berita. Bisa jadi yang bersangkutan kurang berkonsentrasi, menghadapi gangguan atau kesalahan baca justru terjadi akibat naskah yang tidak jelas.
“Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa….Mereka memaksa masuk gedung dewan hingga terjadi aksi saling dorong…Di tengah aksi sekelompok massa melakukan aksi teatrikal…Aksi ini diakhiri dengan aksi bakar ban”
Gejolak finansial belum juga kunjung usai dari bumi Indonesia. Setelah index saham di Bursa Efek Indonesia terhujam lebih dari 10% pada 8 Oktober 2008, sebluan kemudian (4 November 200 
Belakangan, seiring dengan krisis ekonomi yang berawal dari Amerika dan akhirnya melebar melanda dunia, di media sering sekali didengar istilah “Subprime Mortgage”. Makhluk inilah yang disebut-sebut sebagai cikal bakal munculnya krisis keuangan di Amerika. Sayangnya, media hampir tidak ada yang memberikan penjelasan, apakah yang dimaksud dengan “Subprime Mortgage”. Sehingga masyarakat sebagai konsumen informasi terpaksa menelan mentah-mentah atau menduga-duga apa yang dimaksud dengan istilah asing itu.
Senin 6 Oktober 2008, POPFM Bandung berubah wujud menjadi
Nasib dari berita atau informasi yang kita tawarkan kepada pendengar, sangat tergantung pada segerombolan kata-kata yang membentuk tautan kalimat di awal berita kita. Semakin menarik pemilihan, penggunaan dan penyusunan kata-katanya, peluang berita kita untuk didengar oleh masyarakat akan menjadi semakin besar.




Recent Comments