Kebiasaan manusia terus berubah seiring dengan Waktu yang terus berjalan dan tekhnologi yag terus berkembang. Demikian juga dengan kebiasaan konsumen media – termasuk pendengar radio – tentunya juga mengalami perubahan. Yang perlu dikhawatirkan oleh insan radio adalah, apakah radio konvensional masih didengar? Apa yang harus dilakukan oleh praktisi radio agar tidak tergerus oleh tekhnologi yang berkembang sedemikian pesat ? Lalu bagaimana peta persaingan radio – televisi dan berbagai media lainnya belakangan ini? Jelang akhir tahun 2012, Voice of America siaran Bahasa Indonesia mempublikasikan hasil riset mengenai pola konsumsi media di Indonesia yang dilakukan oleh Broadcasting Board of Governors sebuah badan yang menaungi lembaga-lembaga penyiaran internasional milik Amerika dan perusahaan riset Gallup. Riset ini dilakukan secara nasional di bulan Juli – Agustus 2012 pada 3000 penduduk Indonesia usia 15 tahun keatas. Continue reading ‘Masihkah Radio Berjaya (Konsumsi Media di Indonesia 2012)’
Pengait kata (tags) tulisan ‘ acara
Memenangkan Pendengar
Survey pendengar, hal yang tidak asing bagi orang radio. Melalui survey pendengar kita bisa mengetahui apa yang disuka dan diinginkan oleh pendengar hingga mengetahui kondisi persaingan antara radio kita dan kompetitor. Hasil survey membantu kita untuk mengatur langkah selanjutnya agar dapat memenangkan pasar pendengar.
Semakin ketatnya persaingan antar radio dan kebutuhan radio untuk mengetahui hasil survey yang lebih detail, menantang Arbitron – sebuah lembaga survey di Amerika untuk menciptakan sistem survey PPM – Portable Continue reading ‘Memenangkan Pendengar’
You, Your Community and Me
Saat browsing, saya menemukan sebuah link di website radio Amerika - Voice Of America. Link ini menghantar saya ke sebuah website yang nampaknya masih dalam proses uji coba bernama MyVOA. Melalui website ini VOA berusaha membangun jejaring sosial bagi komunitas pendengarnya di seluruh dunia.Be Popular
Radio kita lebih baik dari kompetitor, tapi mengapa masih saja tidak bisa mengalahkan kompetitor? Keadaan seperti ini yang sering membuat bingung saat kita melihat hasil survey pendengar.Kafi’s Break
Tahun baru, ada beberapa acara baru yang saya dan teman-teman PASFM coba sajikan untuk pendengar. Salah satunya adalah Kafi’s Break.
Di acara ini kami berkolaborasi dengan famous marketing expert yang dikenal sebagai “biang penasaran” Kafi Kurnia. Setelah melewati proses yang cukup panjang dan beberapa kali meeting, akhirnya Kafi’s Break edisi perdana bisa disiarkan 12 Februari 2009 lalu. Di dalam acara ini pendengar bisa berpartisipasi berbincang dengan Kafi Kurnia, baik melalui telpon maupun layanan sms.
Kegiatan non siaran (off air) tidak bisa lepas dari dunia radio. Tidak hanya radio yang bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk berpromosi, kita juga bisa mengajak sponsor untuk ikut berpartisipasi mempromosikan produknya dalam event off air.
Jika kebetulan kita menangani sebuah radio di daerah yang baru, sebelum merencanakan sebuah kegiatan, yang perlu kita lakukan pertama adalah melakukan survey terhadap pendengar kita. Melalui survey tersebut, diharapkan kita bisa mendapatkan gambaran kegemaran masyarakat setempat. Apakah mereka menyukai kegiatan hiburan, pendidikan, games, atau apa. Penelitian bisa dilakukan lebih mendalam dan lebih terinci, agar kita mendapatkan gambaran yang lebih sempurna, misalnya dengan mengajukan pertanyaan mengenai lokasi kegiatan yang disuka, pengisi acara yang seperti apa, tema kegiatan yang seperti apa dan lain sebagainya.
Radio AM, kemana kau pergi?
Beberapa waktu yang lalu satu radio siaran internasional, Radio Singapura International (RSI), terpaksa menghentikan siaran dengan alasan penggunaan gelombang pendek / short wave (SW) dinilai sudah tidak effektif lagi.
RSI bukanlah radio gelombang SW pertama yang turun dari udara. Mengutip tulisan di suarane.org, sebelumnya tercatat Swiss International Radio, Slovak Radio, Finnish Public Broadcasting di Finlandia, serta Deutsche Welle yang menutup siaran Bahasa Jermannya untuk Amerika dan Kanada. Bahkan BBC pun sudah perlahan mematikan beberapa siaran internasionalnya, seperti Siaran Bahasa Melayu, disusul transmisi mereka ke Amerika Utara dan kabarnya perlahan akan mematikan pemancar untuk wilayah Eropa.
Tidak hanya gelombang SW. Tanpa disadari perkembangan tekhnologi juga mulai “menggerus” keberadaan radio AM di Indonesia. Di tahun 80 an hingga awal 90 an, masih Continue reading ‘Radio AM, kemana kau pergi?’
Panen di bulan Ramadhan
Ramadhan
Minggu terakhir bulan Agustus 2008, waktu terasa banyak tersita untuk mempersiapkan kegiatan dan acara radio selama bulan puasa, sehingga aktivitas menulis untuk blog ini pun jadi banyak berlobang.
Sama seperti tahun-tahun yang lalu, bulan Ramadhan selalu menjadi bulan penuh berkah, tidak hanya bagi umat Muslim tapi juga bagi industri periklanan termasuk media.
Sekali-kali menulis tentang dangdut 















Recent Comments