Memeriahkan datangnya tahun baru imlek 2560 pada tanggal 26 Januari 2009, saya mengangkat tulisan “biang penasaran” Kafi Kurnia yang beberapa waktu lalu juga sempat beliau sampaikan dalam sebuah talkshow di PASFM Semarang dan Yasika Jogja. Seberat apapun tahun 2009 / 2560, roda kehidupan terus bergulir. Tidak penting apakah posisi kita di atas atau di bawah, yang terpenting roda itu terus berputar. Gong Xie Fat Choi!
ditulis oleh Kafi Kurnia
Dalam hari-hari menjelang tahun baru 2009, saya di interview beberapa wartawan. Topiknya tentang prediksi dan ramalan bisnis di tahun 2009. Kepada mereka saya mengutarakan prediksi yang optimis dan positif-positif saja. Umumnya mereka tertawa, menganggap ramalan saya hanya gertakan untuk memotivasi sikap semua orang agar tetap punya harapan menghadapi “kemungkinan masa-masa sulit 2009”. Karena opini publik dan berita dikoran akhir-akhir ini semuanya sangat suram dan juga negatif semua. Terus terang hati saya jadi tidak tentram. Menghadapi sekian banyak enerji negatif disekeliling saya.

Tiga tahun lebih saya dan kawan-kawan guru berjuang untuk mendirikan Radio Pendidikan Di Balikpapan….
“Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa….Mereka memaksa masuk gedung dewan hingga terjadi aksi saling dorong…Di tengah aksi sekelompok massa melakukan aksi teatrikal…Aksi ini diakhiri dengan aksi bakar ban”
ditulis oleh :
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.
Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.
ditulis oleh
Ditulis oleh: 







Recent Comments