“On the Gridiron, we do it my way, not your way.” – Sean Potter
*) gridiron = teralis besi, kisi-kisi
Orang radio, baik penyiar maupun jurnalis, kadang sering digambarkan sebagai seniman yang bekerja mengandalkan mood. Ada yang bilang mereka suka bandel dengan caranya sendiri, sehingga bagi yang tidak bisa memahami akan menjadi masalah tersendiri.
Dari pengalaman, seringkali saya menjumpai tidak sedikit program director, news editor, manager siaran atau bahkan seorang station manager kehabisan akal dalam menghadapi crew dan staff yang bandel. Jika si bandel tidak berprestasi, biasanya kita mengambil cara mudah yaitu mencoret namanya dari keanggotaan team kerja, dan melemparkan permasalahan kepada bagian HRD yang kita vonis tidak beres dalam proses recruitment.
Apa yang kita tidak suka dari dunia ini? Pernahkah berupaya untuk membalik situasi yang tidak kita suka dari kehidupan ini dengan sebuah tindakan? Pernahkah terpikir, hal kecil apa yang mampu kita lakukan untuk mengubah dunia? Mungkin terasa berat dan tidak mungkin, jika orang seperti kita bisa merubah dunia. Pertanyaan “Ah siapa sih kita ini?” muncul karena kita membandingkan diri kita dengan kata “dunia” yang terasa terlalu besar dan luas. Mungkin kita bisa sedikit melakukan modifikasi dengan mengubah kata “dunia” menjadi “mereka yang ada disekitar kita”. Ya, ide apa yang bisa kita pikirkan dan kemudian kita lakukan – karena sesuatu tanpa “action” akan menjadi sia-sia – untuk dapat merubah mereka yang ada di sekitar kita.
Kesibukan membuat blog ini sedikit terbengkalai. Dalam posting kali ini, saya mencoba berbagi tips klasik mengenai latihan dasar penyiar yang tentunya sudah banyak diketahui oleh mereka yang berkecimpung di dunia siaran, yaitu “Senam Olah Vokal”.
Baru-baru ini, saya mendapat anggota team baru yang masih perlu belajar memahami arti penting dari komunikasi. Padahal dalam sebuah team kerja – yang bisa terdiri dari beberapa pribadi yang berbeda, hingga beberapa fungsi tugas yang berbeda – komunikasi dan saling memberi informasi sangat diperlukan. Gambar di samping menunjukkan bahwa tanpa adanya komunikasi yang baik, team kita tidak akan mencapai result yang maximal justru terlibat konflik.
ditulis oleh
Membuka lembaran baru 2009, saya ingin berbagi kisah inspirasional tentang kekuatan cinta. Kisah ini bermula dari Boston Massachusetts Amerika pada tahun 1962 saat anggota keluarga Dick Hoyt bertambah, dengan kelahiran putra mereka. Namun sayang, bayi yang diberi nama Rick Hoyt ini terlahir cacat. Rick menderita cacat otak akibat tali pusar (
Suatu siang, Joko bersama istrinya turun dari angkot tepat di depan kantor kelurahan dimana Joko sekeluarga sudah menjadi warga selama lebih dari 10 tahun terakhir. Begitu turun dari angkot, Joko bersama istrinya melangkah masuk ke dalam untuk mengurus perpanjangan KTPnya yang sudah jatuh tempo.
Apa yang terjadi jika kita sedang menderita sakit gigi, oleh dokter diberi obat batuk? Tentunya rasa sakit yang kita derita tidak akan sembuh. Sebelum saya melanjutkan menulis kaitan ilustrasi ini dengan dunia radio, saya ingin berbagi cerita mengenai sakit yang pernah saya derita. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengalami sakit perut parah, yang nyerinya serupa dengan sakit maag. Saat rasa sakit itu datang, tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan kecuali membungkuk sambil memegang perut.
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.
Krisis keuangan global mulai terasa dampaknya di Indonesia. Mulai dari badai yang menerpa pasar modal kita sehingga index harga saham gabungan merosot drastis seiring dengan anjloknya index harga saham berbagai pasar modal dunia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika pun menjebol angka 10.000 rupiah per dollar Amerika.









Recent Comments