Tidak terasa 2011 hanya tersisa 1 bulan lebih dan segera akan digantikan oleh tahun yang baru. Waktu berjalan begitu cepat, demikian juga dengan perkembangan tekhnologi yang juga dengan cepat terserap oleh kita sebagai pengguna karena harganya yang semakin terjangkau. Selain koneksi internet murah – kita bisa mendapatkan koneksi internet mobile unlimited 1 bulan dengan biaya dibawah 50 ribu rupiah – hot spot area yang menawarkan sambungan internet gratis pun sudah jauh lebih mudah ditemukan.
Perangkat untuk mengakses internet semakin terjangkau, mulai dari netbook murah, hingga tablet pc yang dibandrol hanya ratusan ribu rupiah. Tidak ketinggalan telpon selular serba bisa yang juga bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kondisi ini mendukung kita untuk bisa berinternet dimanapun dan kapanpun kita mau. Saya juga merasakan bahwa kemudahan berinternet – dimana saja dan kapan saja – tidak lepas dari semakin maraknya penggunaan Android (Google) di pc tablet dan seluler pintar menandingi iOS (Apple), Windows Mobile (Microsoft), dan Blackberry (RIM). Bagaimana tidak, ponsel Continue reading ‘Penyiar Radio – Sampai Kapan Akan Bertahan?’
Di tengah sengatan sinar matahari dan riuhnya lalulintas kota besar, sering kita jumpai sekelompok orang di sejumlah titik putaran balik atau persimpangan padat lalulintas yang sibuk meniup priwitan / sempritan untuk menghentikan kendaraan dan menyeberangkan mobil. Sebagai imbalannya, pengendara mobil memberikan uang ribuan ke petugas sipil yang sering dipanggil polisi cepek atau pak Ogah itu.
Era Generation X, lalu ada Generation Y, sudah berlalu. Dari salah satu situs yang saya baca, katanya dalam dekade ini muncul generasi baru yang dikenal sebagai Generation G. Huruf G merupakan singkatan dari GENEROSITY yang dalam bahasa Inggris, berarti “habit of giving freely without expecting anything in return”. Jadi, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Generation G adalah generasi murah hati, yang suka memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Hampir 1 bulan yang lalu, tepatnya 5 September 2010, dunia balap motor dikejutkan dengan meninggalnya
What About Now – lagu yang dimainkan oleh
Kita pasti mengenal Pu Yi (溥儀) – kaisar terakhir di Tiongkok – melalui film kolosal
Suatu ketika pada tahun 1805 ditengah berkecamuknya perang Napoleon, kapal perang kerajaan Inggris HMS Surprise membelah kesunyian samudra pacific yang diselimuti kabut. Kapal ini membawa misi menghancurkan dan menenggelamkan Acheron – salah satu kapal perang tangguh milik Perancis yang seringkali mengganggu kapal-kapal Inggris di lepas pantai Amerika Selatan.
Radio kita lebih baik dari kompetitor, tapi mengapa masih saja tidak bisa mengalahkan kompetitor? Keadaan seperti ini yang sering membuat bingung saat kita melihat hasil survey pendengar.
Apa yang kita tidak suka dari dunia ini? Pernahkah berupaya untuk membalik situasi yang tidak kita suka dari kehidupan ini dengan sebuah tindakan? Pernahkah terpikir, hal kecil apa yang mampu kita lakukan untuk mengubah dunia? Mungkin terasa berat dan tidak mungkin, jika orang seperti kita bisa merubah dunia. Pertanyaan “Ah siapa sih kita ini?” muncul karena kita membandingkan diri kita dengan kata “dunia” yang terasa terlalu besar dan luas. Mungkin kita bisa sedikit melakukan modifikasi dengan mengubah kata “dunia” menjadi “mereka yang ada disekitar kita”. Ya, ide apa yang bisa kita pikirkan dan kemudian kita lakukan – karena sesuatu tanpa “action” akan menjadi sia-sia – untuk dapat merubah mereka yang ada di sekitar kita.









Recent Comments