Saya mengakhiri hari yang melelahkan dengan mengajak berbincang mas Rane melalui fasilitas ‘chatting’ yang disediakan oleh Facebook. Obrolan pun mengalir ke pembicaraan seputar jurnalisme infotainment - yang tumbuh menjamur di televisi - yang kadang menerobos masuk ke ranah pribadi dari tokoh yang sedang hangat-hangatnya di’gosip’kan, etika jurnalistik, perlu tidaknya mengungkapkan urusan pribadi seseorang hingga membuatnya menjadi konsumsi publik dan manfaat dari informasi yang disampaikan bagi masyarakat.
Obrolan mengenai etika membuat saya teringat pada sebuah acara reality show yang sempat saya tonton di salah satu channel televisi. Acara kuis yang diberi nama The Moment of Truth ini memberikan hadiah jika peserta yang berani jujur dihadapan orang-orang dekatnya yang ikut hadir satu panggung dalam acara tersebut.
8 Desember 28 tahun yang lalu, John Lennon tewas di tembak di depan apartemennya. Nama John Lennon nampaknya tak akan lepas dari ingatan kita sebagai tokoh musik dunia, ‘milestone’ perkembangan musik pop dunia dan tentunya tokoh penggerak perdamaian.
Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.
Kegiatan non siaran (off air) tidak bisa lepas dari dunia radio. Tidak hanya radio yang bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk berpromosi, kita juga bisa mengajak sponsor untuk ikut berpartisipasi mempromosikan produknya dalam event off air.
Belakangan, seiring dengan krisis ekonomi yang berawal dari Amerika dan akhirnya melebar melanda dunia, di media sering sekali didengar istilah “Subprime Mortgage”. Makhluk inilah yang disebut-sebut sebagai cikal bakal munculnya krisis keuangan di Amerika. Sayangnya, media hampir tidak ada yang memberikan penjelasan, apakah yang dimaksud dengan “Subprime Mortgage”. Sehingga masyarakat sebagai konsumen informasi terpaksa menelan mentah-mentah atau menduga-duga apa yang dimaksud dengan istilah asing itu.
Senin 6 Oktober 2008, POPFM Bandung berubah wujud menjadi
Bisa diinfokan kepada pendengar, tapi harus disusun dalam naskah yang bijak agar tidak membuat resah dan panik masyarakat, baik konsumen, produsen maupun pedagang.
Akhirnya terlaksana juga niatan untuk berbagi. Dari sejumlah rencana berbagi pada sesama di sejumlah kota, di awal bulan puasa ini teman-teman di radio
Ditulis oleh:
Seminar di radio? Ya! Seminar di radio sudah seringkali dilakukan oleh Radio 




Recent Comments