Arsip untuk Kategori 'program'

10
Des

Menjual kejujuran

Saya mengakhiri hari yang melelahkan dengan mengajak berbincang mas Rane melalui fasilitas ‘chatting’ yang disediakan oleh Facebook. Obrolan pun mengalir ke pembicaraan seputar jurnalisme infotainment - yang tumbuh menjamur di televisi - yang kadang menerobos masuk ke ranah pribadi dari tokoh yang sedang hangat-hangatnya di’gosip’kan, etika jurnalistik, perlu tidaknya mengungkapkan urusan pribadi seseorang hingga membuatnya menjadi konsumsi publik dan manfaat dari informasi yang disampaikan bagi masyarakat.

Obrolan mengenai etika membuat saya teringat pada sebuah acara reality show yang sempat saya tonton di salah satu channel televisi. Acara kuis yang diberi nama The Moment of Truth ini memberikan hadiah jika peserta yang berani jujur dihadapan orang-orang dekatnya yang ikut hadir satu panggung dalam acara tersebut.

Lanjutkan membaca ‘Menjual kejujuran’

08
Des

Remembering Lennon

8 Desember 28 tahun yang lalu, John Lennon tewas di tembak di depan apartemennya. Nama John Lennon nampaknya tak akan lepas dari ingatan kita sebagai tokoh musik dunia, ‘milestone’ perkembangan musik pop dunia dan tentunya tokoh penggerak perdamaian.

Posting kali ini sekedar memberikan sedikit informasi mengenai sang musisi legendaris yang saya ambil dari official website Lennon, dan beberapa lagu Lennon yang menyuarakan perdamaian. Lanjutkan membaca ‘Remembering Lennon’

29
Okt

PRIVATE ANNOUNCER

ditulis oleh: Huria Ulfa

Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.

Sentuhan pribadi bagi pendengar akan terasa nyaman, bila diperlakukan secara private, dan akhirnya dapat mensugesti pendengar dengan apa yang disampaikan seorang penyiar. Salah satu caranya adalah mengenal dan memahami target audience. Siapa yang diajak berbicara, dan apa yang sedang dibicarakan. Pemilihan Lanjutkan membaca ‘PRIVATE ANNOUNCER’

23
Okt

Membuat off air di rimba belantara

R - Santri Gaul - Fazan Kegiatan non siaran (off air) tidak bisa lepas dari dunia radio. Tidak hanya radio yang bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk berpromosi, kita juga bisa mengajak sponsor untuk ikut berpartisipasi mempromosikan produknya dalam event off air.

Jika kebetulan kita menangani sebuah radio di daerah yang baru, sebelum merencanakan sebuah kegiatan, yang perlu kita lakukan pertama adalah melakukan survey terhadap pendengar kita. Melalui survey tersebut, diharapkan kita bisa mendapatkan gambaran kegemaran masyarakat setempat. Apakah mereka menyukai kegiatan hiburan, pendidikan, games, atau apa. Penelitian bisa dilakukan lebih mendalam dan lebih terinci, agar kita mendapatkan gambaran yang lebih sempurna, misalnya dengan mengajukan pertanyaan mengenai lokasi kegiatan yang disuka, pengisi acara yang seperti apa, tema kegiatan yang seperti apa dan lain sebagainya.

Lanjutkan membaca ‘Membuat off air di rimba belantara’

21
Okt

Krisis Amerika

Belakangan, seiring dengan krisis ekonomi yang berawal dari Amerika dan akhirnya melebar melanda dunia, di media sering sekali didengar istilah “Subprime Mortgage”. Makhluk inilah yang disebut-sebut sebagai cikal bakal munculnya krisis keuangan di Amerika. Sayangnya, media hampir tidak ada yang memberikan penjelasan, apakah yang dimaksud dengan “Subprime Mortgage”. Sehingga masyarakat sebagai konsumen informasi terpaksa menelan mentah-mentah atau menduga-duga apa yang dimaksud dengan istilah asing itu.

Menurut teori pemberitaan, agar informasi yang disampaikan tidak sia-sia, media perlu memberikan penjelasan singkat apa arti istilah asing yang mereka beritakan. Media tidak boleh menganggap, konsumennya sudah memahami apa yang akan disampaikannya. Sebaliknya, media juga jangan menganggap audience-nya tidak mengetahui apa-apa. Dengan demikian memang diperlukan insting yang mampu mengkomposisikan informasi secara pas dan benar.

Dalam posting kali ini, saya akan mencoba membagikan apa yang saya ketahui mengenai “Subprime Mortgage”. Bila saja kurang lengkap, mohon ada yang bisa menambahkan.

Lanjutkan membaca ‘Krisis Amerika’

07
Okt

Ganti Rupa

cool-cartoon-385303 Senin 6 Oktober 2008, POPFM Bandung berubah wujud menjadi PASFM Bandung. Meskipun tetap beroperasi pada gelombang 106.3 FM, perombakan yang dilakukan nyaris 100%. Format siaran pun bergeser dari radio hiburan menjadi radio berita. Target audience ikut berubah dari status ekonomi sosial B C D, menjadi A B C. Yang tadinya mengarah mereka yang berusia belasan hingga 40an, sekarang mencoba menembak mereka yang berusia 20an hingga 50an. Format lagu pun berubah dari lagu pop Indonesia dan dangdut, menjadi pemutar lagu barat - Indonesia dan lagu-lagu mandarin khusus di hari Minggu.

Lanjutkan membaca ‘Ganti Rupa’

25
Sep

28 produk susu yang ditarik

Bisa diinfokan kepada pendengar, tapi harus disusun dalam naskah yang bijak agar tidak membuat  resah dan panik masyarakat, baik konsumen, produsen maupun pedagang.

2 minggu setelah kasus susu bermelamin mencuat di China, Badan Pengawas Obat dan Makanan menarik 28 produk yang dicurigai berbahaya.

Mengutip situs resmi Departemen Kesehatan RI, masyarakat diminta tidak mengkonsumsi produk-produk di bawah ini, sebelum ada keterangan hasil pengujian resmi dari pemerintah. Saat membeli barang, perhatikan nomor registrasinya.

PRODUK CHINA MENGANDUNG SUSU YANG TERDAFTAR DI BADAN POM

Lanjutkan membaca ‘28 produk susu yang ditarik’

11
Sep

Share for Others

Akhirnya terlaksana juga niatan untuk berbagi. Dari sejumlah rencana berbagi pada sesama di sejumlah kota, di awal bulan puasa ini teman-teman di radio PASFM Surabaya beberapa waktu lalu melakukan pembagian sekitar 300 pax tajil di Plaza BRI Surabaya. Pembagian ditujukan kepada karyawan kantor yang pulang kerja, sehingga mereka bisa berbuka puasa sebelum sampai di rumah.

Kegiatan ini didukung oleh beberapa pengusaha Surabaya seperti Ria Restoran, Big Bakery, Merlyn Bakery, Jamu Iboe, AMDK Cheers, dan Kurma Lawang Agung.

Pembagian tajil tidak hanya dilakukan di perkantoran, rekan-rekan dari radio Yasika FM & Best FM Jogjakarta, PASFM & SASFM Solo, POPFM Bandung dan sejumlah radio yang lain juga ikut membagikan tajil di sejumlah mal dan nasi bungkus bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu di jalanan agar mereka bisa ikut berbuka puasa.

Lanjutkan membaca ‘Share for Others’

10
Sep

Liputan Lebaran Radio Jaringan

Ditulis oleh: Ariyanto - broadcaster sebuah radio di Solo

Di setiap lebaran sejumlah radio jaringan akan mempunyai kerja besar dengan menyelenggarakan peliputan arus mudik dan arus balik. Bahkan, sebuah radio berjejaring besar menyebut program ini akan direlay oleh sekian puluh radio dan didukung oleh sekian ratus reporter. Dahsat memang. Jutaan pemudik akan memperoleh informasi mengenai kondisi terkini jalur yang akan mereka lalui. Mereka akan akan dipandu melalui radio mitra yang di sepanjang jalur mudik [ada yang memulai dari Lampung hingga Denpasar].

Untuk menyelenggarakan program ini radio mitra di daerah secara langsung harus menyediakan ‘space’ untuk merelay siaran tersebut. Tidak hanya itu, radio mitra ini juga dilibatkan dengan melibatkan kru atau reporter untuk melaporkan kondisi di daerahnya. Keterlibatan stasiun – stasiun radio mitra dalam program semacam ini juga akan membuat lebih dikenal karena logo dan nama mereka akan dicantumkan dalam booklet yang diberikan kepada pemudik. Selain itu, nama mereka secara berkala juga disebut di saat siaran relay berlangsung.

Lanjutkan membaca ‘Liputan Lebaran Radio Jaringan’

09
Sep

Seminar on the Air (The Secret on Radio)

Seminar di radio? Ya! Seminar di radio sudah seringkali dilakukan oleh Radio PASFM, dimana pembicara datang ke studio untuk menjadi narasumber di radio dan pesertanya adalah siapa saja yang bisa mendengarkan siaran ini.

Berbeda dengan seminar biasa, seminar on the air memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah: gratis dan lebih simple karena peserta seminar tidak perlu meninggalkan kesibukannya dan tidak perlu datang ke tempat seminar. Yang perlu dilakukan hanyalah mendengarkan radio.

Seperti halnya seminar konvensional, dalam seminar on the air pembicara akan memaparkan berbagai hal berkaitan dengan topik yang diangkat, dan akan disediakan waktu khusus untuk bertanya-jawab. Pendengar bisa bertanya langsung dengan pembicara baik melalui sambungan telepon maupun dengan mengirimkan sms.

Lanjutkan membaca ‘Seminar on the Air (The Secret on Radio)’




M y F a c e b o o k


Alex Santosa's Facebook profile

R a d i o p i n i

A r c h i v e s

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

Add to Technorati Favorites

Join Radioku Community at MyBloglog!

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 121,166 hits

T r a c k e r




Did You Know?

Visit Yogyakarta / Jogja