Banyak teman-teman penyiar bertanya, bagaimana cara mengatasi salah ucap atau kesleo lidah saat siaran. Sepertinya, apa yang kita alami ini juga dialami oleh Raja George ke 6 yang menderita gagap jika berbicara di depan banyak orang. Penyakit ini menjadi kendala baginya, saat raja Inggris di era 1930an ini harus menyampaikan pesan melalui siaran radio ataupun saat berpidato didepan banyak orang. Perjuangannya untuk berlatih agar bisa berbicara lancar di depan mic dikisahkan dalam film The King’s Speech yang meraih piala Oscar ke 83 di tahun 2011 lalu. Klimax dari film ini adalah siaran radio pada tanggal 3 September 1939, dimana raja George ke 6 mengumumkan melalui radio bahwa pemerintah Inggris memutuskan untuk ikut terlibat dalam perang yang kemudian hingga sekarang kita kenal sebagai perang dunia ke 2. Continue reading ‘Belajar Siaran ala Raja George VI’
Arsip untuk Kategori 'jurnalistik radio'
Indonesia kembali berduka, saat Minggu 25 September 2011, sekitar jam 11 siang, sebuah ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh. Informasi pun mengalir cepat dari sejumlah media online, jejaring sosial dan radio. Selang beberapa saat televisi pun tidak ketinggalan menyiarkan berita menyedihkan ini.
Namun sayang, kecepatan dan aktualitas berita tidak disempurnakan dengan kemauan pemberita dilapangan dan penulis naskah di ruang redaksi untuk sedikit menahan nafsu menjadi yang tercepat, dengan sedikit mencari data tambahan atau melakukan koreksi silang. Continue reading ‘Bom Solo – Kesalahan Kecil Yang Mengganggu’
PPMN - Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, kembali menganugrahkan Indonesia Radio Awards – penghargaan untuk insan radio, mulai dari mereka yang bergelut dengan pemberitaan, program dan iklan radio. Berikut ini daftar peraih Indonesia Radio Awards untuk tahun 2011. Selamat bagi para pemenang dan teruslah berkarya! Untuk pembaca blog ini, semoga bisa mendapatkan inspirasi dari karya-karya radio yang menjadi pemenang ini:
Jusuf Ronodipuro Award
Kategori Feature Jurnalistik Continue reading ‘Pemenang Indonesia Radio Awards 2011′
Meneropong Liputan Bencana
Tulisan ini adalah pandangan subyektif saya pribadi saat menonton pemberitaan mengenai bencana di televisi. Performance sejumlah reporter dalam memberikan laporan bencana, khususnya bencana letusan Gunung Merapi, seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Apakah mungkin reporter-reporter yang diturunkan untuk meliput bencana adalah reporter yunior? Ada beberapa hal yang seharusnya segera dievaluasi dan bisa di jadikan contoh bagi jurnalis radio agar hal yang sama tidak terulang.
1. Tidak runtut dalam menyampaikan laporan
Laporan yang dituturkan tidak rapi atau kadang penuturan berulang-ulang menyampaikan sesuatu yang sudah disampaikan dalam 2 – 3 kalimat sebelumnya. Penuturan semakin berantakan saat reporter harus menyampaikan laporan disaat yang bersangkutan mengalami kepanikan. Hal ini seharusnya bisa dihindari jika reporter mau meluangkan waktu beberapa saat sebelum waktu siaran langsung yang sudah disepakati bersama untuk Continue reading ‘Meneropong Liputan Bencana’
Digital Convergence
Tahun ini, Voice of America – VOA kembali menyelenggarakan Affiliates Conference, sebuah konferensi bagi radio, televisi dan online yang menjadi mitra dalam menyiarkan acara-acara VOA.
Konferensi yang kali ini diselenggarakan di Bandung, mengangkat topik yang belakangan menjadi trend di kalangan media seluruh dunia, Digital Convergence 101: The Challenge of New Media.
Undangan dari VOA yang mengajak saya untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman media, mengingatkan saya dengan tren yang terjadi beberapa tahun silam saat era internet mulai mewabah di Indonesia. Saat itu tarif berlangganan internet masih mahal, namun pendengar di sejumlah radio Continue reading ‘Digital Convergence’
Keberpihakan Media
Sebagian orang menilai, sejumlah media di Indonesia saat ini sudah tidak netral lagi. Tentu saja hal ini berkaitan dengan situasi politik yang ada di Indonesia. Padahal semestinya, media bisa berdiri diluar lingkaran politik itu agar netralitasnya tetap bisa terjaga. Menurut sejumlah pengamat, hal ini diakibatkan oleh faktor kepemilikan dari sejumlah media besar di Indonesia.
Melihat kondisi ini, seperti yang ditulis oleh detik.com, aktivis Lembaga Konsumen Media – Srikir Syah – Continue reading ‘Keberpihakan Media’
Era Baru Radio Berita
Baru menikmati udara bebas pasca reformasi 98, radio berita saat ini harus berpikir keras untuk menarik pendengar yang hanyut diterjang banjir informasi. Tidak bisa dipungkiri, jumlah radio saat ini bertambah banyak dengan berbagai pilihan format siaran, demikian juga media lain pun banyak bermunculan, mulai tv nasional dan lokal, banyak pilihan tv berlangganan, koran nasional dan lokal, hingga internet mulai dari portal berita sampai blog dan social media yang memungkinkan semua orang dengan mudah mengakses informasi dan menjadi publikator berita serta jurnalis warga.
Beberapa tahun lalu, radio masih menjadi salah satu sumber informasi, terutama di daerah. Pada saat itu, kita menyajikan berita dengan runtut, komplit dilengkapi suara narasumber dan sebagainya. Namun sekarang, apakah radio cukup hanya menyajikan informasi dalam bentuk yang sama seperti beberapa tahun lalu? Jawabnya tidak. Mungkin hal ini belum terjadi, tapi besar kemungkinan akan terjadi. Keunggulan radio menyajikan informasi dengan cepat yang tak terpungkiri, saat ini telah tersaingi oleh kecepatan berita internet. Kondisi ini memaksa kita untuk tidak bisa berlama-lama bermain di kolam yang sudah keruh dengan menyajikan konten berita dalam kemasan baru.
You, Your Community and Me
Saat browsing, saya menemukan sebuah link di website radio Amerika - Voice Of America. Link ini menghantar saya ke sebuah website yang nampaknya masih dalam proses uji coba bernama MyVOA. Melalui website ini VOA berusaha membangun jejaring sosial bagi komunitas pendengarnya di seluruh dunia.No News is a News
Di saat terjadi peristiwa besar yang terjadi seketika dan di luar dugaan, seperti penangkapan teroris atau kecelakaan kereta api beberapa waktu lalu, media radio tidak ketinggalan mengirimkan tim peliputan untuk memberikan laporan mengenai apa yang terjadi di lapangan.Bola 2010
Media tidak bisa lepas dari pemberitaan Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan. Kejuaraan sepak bola sedunia ini memang diminati oleh banyak orang, seperti yang diungkap dalam survey Nielsen:
“In the Asia Pacific region, Indonesians declares themselves the most avid followers of football with more than half (54%) saying they are fans of the game, followed by Vietnamese (52%) and Indians (47%). But the appeal of the World Cup finals appears to reach far beyond football’s usual fan base – the Nielsen figures reveal that in all Asia Pacific countries, intent to follow the World Cup is much higher than the traditional football fan base. Countries with the highest level of intent to follow the finals were South Korea (76%), Vietnam (68%) and China (65%).” Continue reading ‘Bola 2010′













Recent Comments