72% responden mengaku sibuk dan tidak punya waktu membaca koran!!
Begitulah kata Associate Director The Nielsen Company Indonesia Ika Jatmikasari saat memaparkan hasil survey yang dilakukan oleh lembaganya baru-baru ini. Responden di 4 kota besar yang disurvey hingga September lalu lebih suka mendengarkan radio, menonton televisi atau berselancar di internet ketimbang membeli media cetak. Kebiasaan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan.
14% memilih menonton televisi dan 11% tidak membaca media cetak karena alasan harga. 35% pembaca koran dan 45% pembaca majalah mengatakan kenaikan harga sudah mempengaruhi kebiasaan membaca dan mereka beralih ke media lain, seperti televisi, radio, dan internet. Ika menambahkan, tahun depan akan terjadi peningkatan penggunaan internet sebagai sumber untuk mendapatkan informasi, seiring dengan makin banyaknya situs internet berita dengan format e-paper, portal, dan didukung dengan kecanggihan gadget. Internet, meskipun kemampuan koneksinya di Indonesia dipertanyakan, tetap menjadi pilihan responden karena harganya ebih murah dan terjangkau.
Acara hiburan di televisi dinilai buruk
Survey yang berbeda dilakukan oleh Yayasan Science dan Estetika, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Yayasan TIFA, serta Departemen Komunikasi dan Informatika. Survei ini dilakukan pada Maret dan Oktober 2008 di 11 kota besar di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Batam, Pontianak, dan Palembang. Hasilnya diperoleh setelah tim menganalisa jawaban 212 repsonden. Menurut Deputi Direktur Yayasan Science dan Estetika (SET) Agus Sudibyo, 45,8 persen responden menilai acara hiburan di televisi sangat buruk, dan hanya 15,6 persen yang menjawab baik.
Hasil surveynya, antara lain adalah sebagai berikut:
Program berita televisi dinilai sangat baik, karena menambah pengetahuan (85,8 %), mempunyai fungsi pengawasan (71,2 %), meningkatkan empati sosial (53,3 %), meningkatkan daya kritis (52,4 %), tidak melebih-lebihkan fakta (41 %), memisahkan fakta dengan opini (35,8 %), dan berpihak pada kepentingan publik (56,6 %).








mas, aku minta ijin artikel ini di bolgku yah….[dengan menyebut sumber : tentu]
mas, aku copy artikel ini yah…..[dengan menyebut sumber tentu]
Mas, artikelnya aku share di FB ya… atas nama pecintaradio. tq
silahkan mas Rinno