04
Des
08

Ulah Andri, hentikan siaran tiga stasiun radio

dilaporkan oleh: Ariyanto – praktisi radio di Solo

Saat berada di bis menuju Solo, saya ditelpon rekan kantor, katanya ada orang mau bunuh diri di daerah Radio JPI. Kata rekan saya itu, informasi tersebut berasal dari Layanan SMS pendengar.

Karena, semua reporter tengah berada di pos masing – masing, saya kemudian datang ke lokasi kejadian yang tak jauh dari Terminal Tironadi. Sesampai di terminal segera saja, saya menuju kawasan Mangkubumen. Dan, benar ratusan orang berkerumun di sekitar stasiun radio. Dari kejauhan tampak seorang lelaki nangkring di pemancar radio. Uhh..Negeri…

Dari seorang karyawan di Radio JPI, lelaki itu diketahui bernama Andri, katanya warga Sumber. Andri datang ke studio di Mangkubumen Kulon, Solo itu sekitar pukul 08.00 dengan mengendarai sepeda onthel. Dia langsung memanjat tower pamancar setinggi 60-an meter. Bagi saya yang nonton dari bawah tower sungguh miris. Ini karena Andri duduk-duduk di bagian bordes setinggi 50 meter dari permukaan tanah. Kabarnya, Andri mengalami depresi karena ibunya sakit, sedangkan dia saat ini menganggur.

Akibat ulah Andri, siaran RADIO JPI terhenti. Tidak hanya itu, radio lain seperti PAS FM dan SAS FM juga tidak dapat siaran, karena radio – radio itu dilink di tower Radio JPI.

catatan admin: Andri tidak bisa diselamatkan meskipun 10 anggota tim SAR berusaha merayunya. Bahkan ibunya pun sudah didatangkan namun tidak bisa menolong banyak. 3 Desember 2008 pukul 00.00 Ardi melompat dari atas tower setelah lebih dari 16 jam bertahan.

Berita terkait: lelaki depresi ; andri masih bertahan

sumber foto: detiknews

About these ads

6 Responses to “Ulah Andri, hentikan siaran tiga stasiun radio”


  1. Desember 9, 2008 pukul 8:49 pm

    Walah.. ending yang mengerikan.. Emangnya kenapa tho harus terganggu siarannya. Apa karena pemancar dimatikan ?

    betul mas. untuk menghindari terkena tegangan tinggi

  2. 2 sari elha
    Desember 11, 2008 pukul 2:12 pm

    Siapa saja bisa menderita stress seperti Andri… Hanya bagaimana mengelolanya… ya ga Mas?

    betul sar, ada yang kuat tapii ada juga mereka yang rapuh

  3. 3 ary
    Desember 12, 2008 pukul 11:34 pm

    mas, alex. aku liat pas dia jatuh. badannya meluncur sangat cepat dan menerjang kabel listrik sebelum terjerambab di tanah. Kilatan bunga api berpendar. Orang – orang berteriak. Bapaknya yang yang di depan saya tak kuasa menahan air mata. Salah satu kerabatnya memekik tanpa suara. Andri tiada lagi sempat berteriak. Tubuhnya pun remuk, saat terdengar bruuuk. Listrik di area studio padam…..

  4. 4 ary
    Desember 12, 2008 pukul 11:43 pm

    mas, ralat dikit. kalimat ketiga maksudnya bunga api, kurang api. Kalimat pertama, sebelum kalimat terakhir “Tubuhnya pun…kata Andri diilangin..// Makasih..//

    ok thx mas, sudah saya edit

  5. 5 Andy
    Februari 8, 2009 pukul 3:46 am

    kalo ngak salh pemancar emang harus dimatikan karena arus listrik di tower kekuatanya dashyat…bener ngk mas ?

  6. 6 abynesalma
    Juni 8, 2009 pukul 10:38 pm

    mas tahu streamingnya jpi nda? tlg ksh tahu k email saya ya. suwun bgt

    jpi untuk sementara belum memliki streaming


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


about.me

Alex Santosa

Alex Santosa

just a simple dreamer, learner, thinker, doer

radio person | journalist | blogger | photographer | traveler | new media enthusiast

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 464,382 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.591 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: