Ramadhan
Minggu terakhir bulan Agustus 2008, waktu terasa banyak tersita untuk mempersiapkan kegiatan dan acara radio selama bulan puasa, sehingga aktivitas menulis untuk blog ini pun jadi banyak berlobang.
Sama seperti tahun-tahun yang lalu, bulan Ramadhan selalu menjadi bulan penuh berkah, tidak hanya bagi umat Muslim tapi juga bagi industri periklanan termasuk media.
Tidak sedikit yang “panen” iklan di sepanjang bulan suci ini. Sebagian besar produk meningkatkan aktivitas promosinya, sehingga televisi, radio, media cetak hingga media periklanan luar ruang penuh dijejali iklan-iklan versi puasa. Mulai dari berbagai produk makanan, bumbu masak, sirup, pasta gigi, obat kumur, suplemen kesehatan, obat, operator selular dan lain sebagainya hingga iklan album religi sejumlah penyanyi yang sengaja diluncurkan di bulan puasa.
Serupa dengan televisi, radio pun berlomba mengkreasikan acara-acara untuk meramaikan datangnya bulan Ramadhan, terutama untuk menemani saat sahur dan menanti waktu berbuka puasa. Jam-jam tersebut, memang mendapat perhatian khusus karena selain dinanti oleh pendengar juga diminati oleh pengiklan.
Melihat perubahan konsumsi media di masyarakat, kita yang menggeluti media radio - terutama yang diperkotaan, sebaiknya lebih memfokuskan perhatian kepada program-program menjelang buka puasa. Dalam beberapa tahun terakhir, stasiun-stasiun televisi berlomba untuk menyajikan variety show lengkap dengan deretan artis-artis top hingga quiz dengan hadiah heboh di waktu sahur. Otomatis perang program televisi ini lebih menyedot perhatian masyarakat, sehingga beberapa radio memilih untuk tidak menyelenggarakan acara sahur agar energi yang ada tidak terbuang sia-sia.
Sedangkan untuk acara menjelang buka puasa bagi saya radio masih memiliki peluang untuk merebut pendengar, karena pada saat datangnya waktu berbuka puasa sebagian besar masyarakat masih sibuk beraktifitas, entah di dalam perjalanan pulang atau bahkan tidak sedikit yang masih berada di tempat kerja. Melihat kondisi ini kemungkinan kecil mereka bisa menonton televisi. Biasanya, mereka akan mendengarkan radio untuk menanti tanda waktu berbuka puasa.
Selain dipenuhi iklan dan semarak berbagai acara bernuansa Ramadhan, sepanjang bulan puasa radio seringkali menerima order dari pemasang iklan untuk membantu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan promosi below the line seperti panggung hiburan untuk menunggu waktu buka, pasar murah, hingga kegiatan Corporate Social Responsibility, misalnya dengan membagikan nasi bungkus ke kaum dhuafa pada saat sahur dan buka puasa.
Semoga sepanjang bulan Ramadhan ini rekan-rekan radio semakin sibuk melayani permintaan pengiklan, merasakan musim panen yang bagus dan hasilnya bisa dirasakan bersama seluruh insan radio beberapa hari menjelang lebaran nanti dalam bentuk THR.
Selamat menyongsong bulan Ramadhan dan terus berjuang!





sepertinya radio mas alex juga akan kebanjiran iklan yaa
eh pak alex…kalau selama ini saya jadi anak buah bapak ya maaf…bukannya saya nggak sopan…maaf kalau banyak salah, sebenarnya semua manusia normal ya ga mau salah ya tapi ya maaf bukannya saya ga sopan…selamat dech…maaf bukannya saya..maaf bukannya…maaf bukkkk (aduh!…ada yang mukul mulut saya pake sandal…hihihhi itu hanya sekelumit adegan srimulat saja haha)