30
Jul
08

Piramida Berita

Piramid SastraDalam buku Here’s the News – A Radio News Manual yang diterbitkan oleh Asia Pacific Institute for Broadcasting Development disebutkan, bahwa bentuk tulisan dalam sastra konvensional menggunakan teori piramida sastra. Tulisan dimulai dengan pendahuluan, kemudian isi tulisan dan diakhiri dengan klimaks yang ditulis dalam kesimpulan.

Sedangkan untuk menyusun naskah pemberitaan radio, digunakan teori piramida terbalik, dimana klimaks dari sebuah pemberitaan justru diletakkan di bagian awal / atas piramida.

Dengan demikian kita ketahui bahwa: dalam sastra, peristiwa terpenting terletak di bagian akhir, sedangkan dalam pemberitaan, bagian terpenting harus diletakkan di awal.

Penggunaan piramida terbalik adalah untuk memenuhi keinginan pendengar yang selalu berkeinginan untuk memperoleh fakta penting sesegera mungkin. Struktur piramida terbalik secara otomatis akan memberikan kelangsungan ide, sehingga tidak ada data dan fakta yang tercecer.

piramida pemberitaan KEPALA BERITA / HEADLINE / LEAD berisi kesimpulan atau klimaks dari sebuah berita. Pada bagian ini, disampaikan apa yang menjadi inti dari berita yang akan disiarkan.

SETTING PERISTIWA adalah paparan berita, yang berisi apa kejadiannya, siapa pelaku utamanya, dimana terjadinya, pada kesempatan apa.

DETAIL BERITA berisi tentang data-data atau fakta-fakta pendukung

BACKGROUND / LATAR BELAKANG berfungsi untuk melengkapi pemberitaan. Dalam bagian ini kita bisa bercerita lebih jelas bagaimana peristiwa itu bisa terjadi. Kita bisa menggunakan perbandingan, mengkontraskan dengan peristiwa lain, sehingga akan nampak perbedaan berita ini dari sekedar peristiwa biasa.

OTHER DETAIL / RINCIAN LAIN bisa dimanfaatkan untuk memberikan tekanan pada point-point penting dari berita, atau kita juga bisa mengulangi inti berita namun dengan tidak menggunakan kata-kata yang sama.

Dalam menyusun sebuah berita, kita harus selalu memulai dari unsur yang terpenting (Headline) kemudian diikuti dengan menambahkan data-data atau fakta-fakta lain yang tingkat kepentingannya ada dibawah Headline berita, berturut-turut dari yang paling penting hingga yang kurang penting.

Selanjutnya adalah tugas editor berita, untuk memilah, mengedit dan memotong bagian bawah / belakang berita yang nilai kepentingannya kurang, jika berita tersebut harus diperpendek.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa manfaat dari penulisan berita menggunakan teori piramida terbalik adalah untuk menyajikan inti informasi sesegera mungkin ke pendengar dan mempermudah editor dalam mengedit berita.

Contoh: (berita diambil dari BBC)

Headline Artalyta Suryani terdakwa kasus penyuapan senilai Rp6 miliar, divonis 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta.
Setting Vonis itu dijatuhkan oleh pengadilan pada hari ini. Majelis hakim mengatakan, Artalyta terbukti bersalah menyuap Ketua Tim Penyelidik Kejaksaan Agung, Urip Tri Gunawan, agar menghentikan penyelidikan kasus BLBI. Putusan majelis hakim Tipikor ini sesuai dengan tuntutan jaksa pemberantasan korupsi.
Detail Selama persidangan, Terdakwa Artalyta Suryani menolak dituduh menyuap jaksa Urip dan menyatakan pemberian uang sebesar 660 ribu dolar Amerika adalah uang pinjaman modal untuk jaksa Urip guna kepentingan bisnis bengkel. Namun, majelis hakim menyatakan alasan tersebut tidak masuk akal, salah satu anggota majelis hakim Andi Bachtiar.
Background Artalyta Suryani alias Ayin ditangkap petugas komisi pemberantasan korupsi awal bulan Maret lalu sehari setelah petugas menangkap jaksa Urip dengan uang dolar Amerika senilai 6 miliar rupiah di tangan. Uang tersebut diduga kuat sebagai suap atas penghentian penyelidikan kasus BLBI untuk bank BDNI milik Sjamsul Nursalim. Dalam persidangan ditemukan fakta bahwa Artalita menghubungi sejumlah jaksa agung muda terkait masalah ini yang kemudian memaksa jaksa agung Hendarman Supanji mencopoti sejumlah jaksa agung muda yang diduga terlibat kasus suap tersebut.
Other Detail Majelis hakim menyatakan selama persidangan Artalyta Suryani tidak mengakui kesalahannya, berbelit belit memberikan keterangan. Perbuatannya dinilai hakim telah mencederai tatanan penegakan hukum Indonesia hal ini adalah faktor yang memberatkan. Sementara Jaksa Urip Trigunawan hingga kini masih menjalani proses persidangan tindak pidana korupsi dengan dakwaan menerima suap dan pemerasan.
About these ads

7 Responses to “Piramida Berita”


  1. 1 ary
    Juli 31, 2008 pukul 9:16 pm

    mas alex, saya tuh selalu untuk membuat berita yang enak dikuping, biar pendengar ga berkerut denger berita yang saya buat. sampai sekarang saya pikir cara pemberitaan di banyak radio banyak dipengaruhi cara penulisan di koran.
    o..ya., mas kapan2 ulas jurnalisme sastrawi untuk radio. saya pikir ini bagus untuk feature.

    mas ary, yang anda katakan benar. banyak radio yang beritanya dipengaruhi, atau bahkan meniru berita koran. hal ini bisa jadi disebabkan oleh persepsi bahwa koran-lah kiblat berita. bisa juga dikarenakan kekurang pahaman dari teman-teman di radio, bahwa penulisan untuk berita radio tekniknya berbeda dengan penulisan berita koran. atau bahkan bisa juga karena malas, sehingga petugas pembuat berita di sebuah radio terkena wabah copy paste hehehe…untuk itu sebagai editor berita radio, harus jeli. thanks ide jurnalisme sastrawinya ya mas. menarik! salam untuk teman-teman di radio anda

  2. Agustus 1, 2008 pukul 12:28 pm

    Tul mas.. tantangannya adalah membuat berita yang ‘spoken’. Bukan ‘written’. Saya masih ingat dulu saat pertama di radio jadi penulis berita, ditegor habis sama editor karena bahasa saya katanya nggak karuan. Padahal berusaha untuk mengadaptasi spoken language.. hehe.. Ngomong2 soal spoken language, -walaupun agak ironis juga- tapi dulu seorang trainer radio pernah merekomendasikan gaya bahasanya Tempo yang memang sangat bertutur.. Entah sekarang apa masih begitu gayanya atau tidak..

    As for jurnalisme Sastrawi.. entahlah.. saya belum paham benar maksudnya. Buat saya journalism is sastra :) Ada yang bisa memberikan rujukan soal jurnalisme Sastrawi ini?

  3. 3 ary
    Agustus 1, 2008 pukul 4:32 pm

    mas rane, dari yang saya tahun jurnalisme sastrawi berkembang di media massa amerika serikat tahun 1960-an.sejumlah media cetak di indonesia — terutama tempo menerapkan gaya ini. setahu saya, andreas harsono kerap kali memberikan materi pelatihan.
    oh, ya mas gimana kabarnya sekarang?

  4. Agustus 4, 2009 pukul 2:01 pm

    hai mas…salam kenal. saya seorang reporter dan scriptwriter di sebuah radio di Jogja. saya suka membaca blogmu apalagi membaca soal berita radio. saya setuju bahwa berita radio secara teknis memang beda dengan koran. saya juga ga suka copy paste. yang saya pikirkan sekarang, bagaimana caranya membuat produk2 news yang menarik untuk anak muda yah? terima kasih.

    yang paling dasar adalah harus tahu terlebih dulu need and want mereka apa. kemudian sampaikan menggunakan cara mereka biasa berkomunikasi


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


about.me

Alex Santosa

Alex Santosa

just a simple dreamer, learner, thinker, doer

radio person | journalist | blogger | photographer | traveler | new media enthusiast

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 455,128 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.591 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: