Dalam sebuah kesempatan, seorang penyiar senior mengatakan keinginannya untuk meletakkan mic agar bisa fokus pada bisnis yang sudah lama dia geluti. Sebenarnya saya menyayangkan keputusannya, tapi apa boleh buat. Dia merasa tidak bisa melawan umur, merasa sekarang sudah bukan “era” nya lagi.
Di tengah perbincangan, ada 1 istilah yang menggelitik telinga saya. Rekan saya ini mengatakan, “Banyak penyiar yang tidak memiliki tatakrama siaran”. Penggunaan kata tatakrama membuat saya bertanya, apa yang dia maksud dengan istilah itu. Selama ini kita mengenal arti tatakrama sebagai sopan santun, etika, unggah-ungguh. Jadi apakah siaran yang tidak bertatakrama bisa diartikan sebagai penyiar yang tidak bisa diatur, semaunya sendiri, tidak tahu sopan santun? Ternyata bukan. Lalu bagaimana agar seorang penyiar bisa dikatakan telah memiliki tatakrama siaran?
Penyiar yang memiliki tatakrama dalam siaran, tidak hanya asal bisa bicara di depan mic. Dia harus menyadari bahwa pada saat dia siaran sama saja dia sedang menggelar sebuah pertujukan. This is your show time! Diperlukan persiapan materi siaran yang mantap, mulai dari lagu, suplemen acara, news, hingga recheck performa perangkat siaran.
Seringkali yang dilupakan adalah konsep dari show hari ini yang akan disajikan kepada pendengar. Banyak penyiar yang dari hari ke hari siarannya begitu-begitu saja, tanpa roh dan tanpa kreatifitas. Kesan yang muncul hanya sekedar menjalankan tugas, yang penting siaran. Sehingga pendengarpun akan mengambil sikap yang penting mendengarkan, atau bahkan enggan untuk mendengarkan.
Agar tidak membosankan, agar lebih hidup, tidak ada salahnya jika kita mulai mengajak penyiar kita untuk menyadari bahwa pada saat kita siaran, kita mempersembahkan sebuah pertunjukan untuk pendengar. Jangan lupa ini adalah pertunjukan kita! Berikutnya, selalu berusaha membantu penyiar kita, membimbing mereka untuk melahirkan ide-ide segar agar siaran tidak monoton dari hari ke hari. Pikirkan konsep, bahkan dj comment pun harus dipikirkan masak-masak agar tidak terkesan asal dan tidak bernyawa.
Bayangkan bagaimana seriusnya seorang artis mempersiapkan pertunjukannya? Segala macam persiapan dari yang kecil hingga yang besar tidak lolos dari perhatian, apalagi pada saat pertunjukannya berlangsung. Sempurna, dan tanpa kesalahan sedikitpun. Kalau mereka bisa, penyiar kita juga pasti bisa!
Tatakrama siaran, simple but so inspiring!





mas alex, kenalin aku dondy, dokter gigi di rumah sakit islam luamajang jawa timur, saya juga penyiar radio lokal di kotaku, mau tanya nih, punya web yang membahas lebih jauh lagi tentang seorang penyiar gak? about everything lah… , trims. iam waiting your reply…
oke makasih atas reply nya ya mas, tahu gak ,dunia anda itu sangat mengasyikkan..!.gak kayak dunia saya nih! hehehe..dengan masuk ke dunia broacast bisa menyeimbangkan profesi real saya nih ! trims ya mas..wasalamualaikum ….!
menarik nih, mungkin prosedur kali mas
wah…aku setuju,mas….buat penyiar yang muda bermanfaat banget…
soriii ni, ilmunya saya curi…. he he he. Thanks ya buat tipsnya…. saya akan selalu mengingatnya… It’s show time!!!!!