<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tarif listrik naik hingga 80% ?</title>
	<atom:link href="http://radioclinic.com/2008/07/18/tarif-listrik-naik-hingga-80/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radioclinic.com/2008/07/18/tarif-listrik-naik-hingga-80/</link>
	<description>Blog untuk berbagi pengalaman dan informasi tentang dunia radio, serta berbagi ilmu dalam mengelola radio siaran, mulai dari program, jurnalistik radio, penjualan hingga sdm.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:26:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: norman harsya</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/07/18/tarif-listrik-naik-hingga-80/#comment-4710</link>
		<dc:creator>norman harsya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 09:21:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/07/18/tarif-listrik-naik-hingga-80/#comment-4710</guid>
		<description>&quot;Ernovian G Ismi (Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia):
Untuk alasan kesulitan mendapatkan pasokan batubara, manajemen PLN perlu meminta bantuan ke pemerintah, sehingga ada kebijakan mewajibkan perusahaan pertambangan memasok kebutuhan pasar dalam negeri. (menurut investor daily, selama ini sekitar 80% batubara indonesia diekspor, sedangkan 20% sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri)&quot;

Ini menarik, saya bingung sebab kok bisa batubara di negeri sendiri, PLN mesti beli dari perusahaan asing dengan harga dollar (int&#039;l), apalagi liberal banget, pma atau pmdn kok bebas jual ke luar tanpa perlu pikirkan kebutuhan rakyat (PLN). Kayaknya gitu juga dalam pengelolaan BBM dan Gas, jadi ujung2nya rakyat &quot;dituduh&quot; terima subsidi, harga dinaikkan supya penuhi &quot;keekonomian&quot; yg sebenernya praktek mafia.

&quot;Muhammad Lutfi (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal)
Kenaikan tarif listrik untuk industri akan membuat investasi listrik di Indonesia menjadi menarik. Saat ini, Indonesia menjual listrik US$ 7 sen per kWh, sedangkan di Singapura US$ 19 sen.&quot;

Saya mau tanya, kalo ada yg tahu, wkt saya buka bloomberg.com, ada harga nymex light sweet, harga itu cocok dg yg ditulis di tv, juga ada harga electricity, kayaknya harga amrik ya, kok kisarannya cuma 22 - 42 US$/ MWH (artinya cuma 2.2 - 4.2 USc$), kok murah banget ya... itu harga apa???? Sementara di negeri ini sibuk bilang kasih subsidi ke rakyat gede2an (jd PLN rugi terus) krn biaya produksi Rp 1100/kwh (USc$ 12/kwh), jadi aneh, apa yg bikin boros....? ini bertentangan dg definisi keekonomian ala BBM dan gas, subsidi artinya harga selisih harga jual BBM dan Gas dg harga int&#039;l (meskipun kita punya minyak bumi, tp seakan kita beli dari luar dg harga int&#039;l seluruhnya). Lucu ya, pemerintah gak punya definisi yg konsisten ttg subsidi.
Utk PLN, saya sering lihat di banyak tempat, pedagang k5 malam hari pake listrik semua (kalo siang semua gerobak gak ada, artinya instalasi dicopot), coba deh selidiki darimana mrk dapat listrik, apa nyantol liar, ato &quot;nyantol resmi&quot; ke toko terdekat, atau &quot;nyantol resmi&quot; ke oknum, artinya mrk gak nyolong, tapi bayar, cuma bayarnya ke oknum dg mou &quot;tahu sam tau&quot;. Jgn buru2 blg gak ada, pegawai pln bukan malaikat, coba anda bayangkan kalo itu terjadi seantero negeri, yg bikin biaya tinggi bkn rakyat yg boros, tp oknum yg kongkalikong dg masyarakat. Tindak tegas, jgn krn &quot;keintiman korps&quot; semua ditutupi demi &quot;citra baik&quot; spt kebanyakan instansi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ernovian G Ismi (Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia):<br />
Untuk alasan kesulitan mendapatkan pasokan batubara, manajemen PLN perlu meminta bantuan ke pemerintah, sehingga ada kebijakan mewajibkan perusahaan pertambangan memasok kebutuhan pasar dalam negeri. (menurut investor daily, selama ini sekitar 80% batubara indonesia diekspor, sedangkan 20% sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri)&#8221;</p>
<p>Ini menarik, saya bingung sebab kok bisa batubara di negeri sendiri, PLN mesti beli dari perusahaan asing dengan harga dollar (int&#8217;l), apalagi liberal banget, pma atau pmdn kok bebas jual ke luar tanpa perlu pikirkan kebutuhan rakyat (PLN). Kayaknya gitu juga dalam pengelolaan BBM dan Gas, jadi ujung2nya rakyat &#8220;dituduh&#8221; terima subsidi, harga dinaikkan supya penuhi &#8220;keekonomian&#8221; yg sebenernya praktek mafia.</p>
<p>&#8220;Muhammad Lutfi (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal)<br />
Kenaikan tarif listrik untuk industri akan membuat investasi listrik di Indonesia menjadi menarik. Saat ini, Indonesia menjual listrik US$ 7 sen per kWh, sedangkan di Singapura US$ 19 sen.&#8221;</p>
<p>Saya mau tanya, kalo ada yg tahu, wkt saya buka bloomberg.com, ada harga nymex light sweet, harga itu cocok dg yg ditulis di tv, juga ada harga electricity, kayaknya harga amrik ya, kok kisarannya cuma 22 &#8211; 42 US$/ MWH (artinya cuma 2.2 &#8211; 4.2 USc$), kok murah banget ya&#8230; itu harga apa???? Sementara di negeri ini sibuk bilang kasih subsidi ke rakyat gede2an (jd PLN rugi terus) krn biaya produksi Rp 1100/kwh (USc$ 12/kwh), jadi aneh, apa yg bikin boros&#8230;.? ini bertentangan dg definisi keekonomian ala BBM dan gas, subsidi artinya harga selisih harga jual BBM dan Gas dg harga int&#8217;l (meskipun kita punya minyak bumi, tp seakan kita beli dari luar dg harga int&#8217;l seluruhnya). Lucu ya, pemerintah gak punya definisi yg konsisten ttg subsidi.<br />
Utk PLN, saya sering lihat di banyak tempat, pedagang k5 malam hari pake listrik semua (kalo siang semua gerobak gak ada, artinya instalasi dicopot), coba deh selidiki darimana mrk dapat listrik, apa nyantol liar, ato &#8220;nyantol resmi&#8221; ke toko terdekat, atau &#8220;nyantol resmi&#8221; ke oknum, artinya mrk gak nyolong, tapi bayar, cuma bayarnya ke oknum dg mou &#8220;tahu sam tau&#8221;. Jgn buru2 blg gak ada, pegawai pln bukan malaikat, coba anda bayangkan kalo itu terjadi seantero negeri, yg bikin biaya tinggi bkn rakyat yg boros, tp oknum yg kongkalikong dg masyarakat. Tindak tegas, jgn krn &#8220;keintiman korps&#8221; semua ditutupi demi &#8220;citra baik&#8221; spt kebanyakan instansi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibu Yeyen</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/07/18/tarif-listrik-naik-hingga-80/#comment-1656</link>
		<dc:creator>Ibu Yeyen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 23:50:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/07/18/tarif-listrik-naik-hingga-80/#comment-1656</guid>
		<description>Nah dengan adanya, knaikan listrik saya juga sering ngleh, apalagi anak kos di rumh saya boros2 pake komputer 24 jam..nah beberapa bulan yang lalu, saya coba-coba search di google tentang biaya listrik, lah ternyata ada listrik gratis selama lima tahun..jadi saya coba ikut dan sampai sekarang saya sudah ringan beban saya / bulan aku sdh gak mikirin, biaya bulanan listrik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah dengan adanya, knaikan listrik saya juga sering ngleh, apalagi anak kos di rumh saya boros2 pake komputer 24 jam..nah beberapa bulan yang lalu, saya coba-coba search di google tentang biaya listrik, lah ternyata ada listrik gratis selama lima tahun..jadi saya coba ikut dan sampai sekarang saya sudah ringan beban saya / bulan aku sdh gak mikirin, biaya bulanan listrik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
