17
Jul
08

Mencari Sumber Berita

Dalam mengelola sebuah radio berita, atau lebih sempit lagi bisa dikatakan dalam mengelola News Room, kita pasti pernah merasakan kekurangan berita. Mungkin memang ada saja kejadian kalau kita mau mencari-cari. Tapi jika dipaksakan, hasilnya tidak akan maksimal dan bahkan pendengarkan pun akan bisa merasakan kalau kita sedang mengada-ada atau istilahnya ‘beritanya dipaksakan’.

Kesan mencari-cari berita disaat tidak banyak peristiwa besar terjadi bisa kita minimalisir jika kita mengetahui apa saja yang bisa kita jadikan sebagai sumber berita. Kita pasti memahami bahwa kejadian atau peristiwa yang akan menjadi sebuah berita, tidak pernah terjadi di dalam studio radio kita dan bisa terjadi kapanpun tanpa mengenal waktu.

Lalu, siapa saja yang bisa kita manfaatkan untuk mentransfer kejadian di luar studio untuk diproduksi menjadi sebuah berita yang disiarkan dari dalam studio dalam waktu yang segera dan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan?

Reporter

Mereka yang memilih profesi sebagai seorang reporter, harus memahami resiko dari pekerjaan ini, diantaranya adalah siap 24 jam karena sebuah peristiwa bisa terjadi kapanpun. Reporter juga harus menyadari bahwa dialah sumber berita utama bagi rekan-rekannya yang ada di studio. Di luar studio, reporter harus memiliki kepekaan dalam melihat dan mendengar apapun yang sedang atau akan terjadi. Bagi radio yang memiliki reporter dalam jumlah cukup banyak dan porsi pemberitaan yang cukup besar, bisa menempatkan reporter di pos atau lokasi-lokasi yang diperkirakan aktif memproduksi peristiwa, misalnya: kantor pemerintahan, kepolisian, pengadilan, asosiasi-asosiasi atau lembaga-lembaga penting lainnya.

Narasumber

Sumber penting lainnya adalah jaringan narasumber yang kita miliki. Biasakan untuk menyimpan nomor kontak orang-orang penting atau tokoh-tokoh dalam sebuah bank data narasumber. Biasakan untuk selalu menghubungi mereka secara rutin agar kita bisa mendapatkan informasi yang tidak maupun yang berkaitan dengan narasumber tersebut. Bisa jadi narasumber lebih tahu informasi daripada kita. Jika ada yang menarik, lakukanlah wawancara atau buatlah peliputan. Yang tidak kalah penting adalah PENDENGAR. Saat ini sudah banyak radio bahkan televisi yang menjadikan masyarakat sebagai sumber berita. Manfaatkanlah jaringan pendengar kita, misalnya untuk melakukan laporan lalu lintas, kecelakaan, banjir, hingga berita-berita penting lainnya.

Media Real Time

Kita juga bisa memanfaatkan media lain untuk mengetahui sebuah peristiwa, atau paling tidak sebagai trigger / pemicu ide liputan. Lakukanlah monitoring terhadap radio lain, televisi, situs berita di internet atau bahkan berlangganan berita dari agen-agen berita baik nasional maupun internasional agar radio kita tidak ketinggalan berita. Dengan memonitor media REAL TIME lain juga bisa dijadikan sebagai pembanding, seberapa cepat dan akurat berita yang kita sajikan serta seberapa tepat pemilihan berita yang kita lakukan.

Media Cetak

Dengan membaca media cetak, entah surat kabar, tabloid ataupun majalah, apa yang kita ketahui akan terus bertambah. Tidak jarang dari membaca kita menemukan ide peliputan. Kemampuan radio untuk menyiarkan informasi lebih cepat dari media cetak, bisa kita manfaatkan dengan melakukan “updating” berita-berita yang dimuat di media cetak. Mengetahui berita yang dimuat di media cetak juga bisa digunakan untuk mengukur ketepatan pemilihan berita yang kita lakukan.

Konferensi pers dan undangan peliputan

Sebagai media, radio kita seringkali diundang oleh lembaga, perusahaan ataupun event organizer untuk meliput launching product, seminar, pameran, pengarahan, rapat, klarifikasi atau apapun. Setelah kita pilah dengan baik, kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari berita.

Jika kita hitung, ternyata banyak sekali sumber berita yang bisa kita manfaatkan. Meski demikian, berhati-hatilah dalam menentukan sumber berita. Jangan mudah percaya dan lakukan cross check jika ada informasi yang meragukan. Jangan sampai kita menyiarkan berita yang tidak akurat dan tidak berimbang.

About these ads

1 Response to “Mencari Sumber Berita”


  1. Mei 30, 2011 pukul 5:50 pm

    Contoh agen berita nasional apa aja pak..
    mhn petunjuk


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


about.me

Alex Santosa

Alex Santosa

just a simple dreamer, learner, thinker, doer

radio person | journalist | blogger | photographer | traveler | new media enthusiast

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 455,075 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.591 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: