Rakyat susah, radio yang jadi korban. Itulah yang banyak dihadapi oleh rekan-rekan pengelola radio di daerah. Belakangan sejumlah radio yang sudah belasan tahun berdiri dengan tenang dan beroperasi dengan ijin resmi, bisa didemo “warga”. Kalau sudah begini, tidak ada kata lain bagi pengelola radio kecuali memenuhi tuntutan warga. Mungkin ada diantara pengelola radio yang berpikir,”Mau bagaimana lagi…posisi serba susah. Tidak tahu akan kuat sampai kapan”. Aparat keamanan yang seharusnya mengamankan lingkungan pun kadang kurang mengantisipasi keadaan. Lembaga yang mengeluarkan ijin siaran pun sontak berbalik menempatkan radio di posisi yang salah. Mungkin daripada tidak dipilih oleh “rakyat” dalam pemilihan mendatang.
Modus operandinya biasa diawali dengan mengangkat permasalahan klasik yaitu keamanan
tower / antena. Sekali lagi, meski ijin dan IMB sudah dikantongi, lengkap dengan asuransi dan sudah bertahun-tahun beroperasi tanpa masalah, kejadian seperti ini masih memungkinkan untuk terjadi. Ya, kalau memang sudah maunya dijadikan masalah, mau bagaimana lagi. Biasanya, mereka tidak akan mau berlama-lama menunggu jalur pengadilan dan sebagainya. Mereka akan ambil tindakan sendiri, mungkin akibat sering menonton berita mengenai demo. Tuntutannya macam-macam, mulai dari penghentian siaran hingga minta bagian duit.
Menurut pengalaman saya, hal ini sebenarnya bisa diredam, dengan melakukan antisipasi seperti:
- membina hubungan baik dengan warga sekitar, terutama dengan tetangga yang tinggal bersebelahan dengan kantor kita dan tokoh masyarakat.
- membiasakan crew untuk ramah dengan masyarakat sekitar. Seringkali kita temui crew radio yang angkuh dan tidak bersahabat dengan warga sekitar.
- biasakan untuk aktif menyumbang, ikut dalam kegiatan kemasyarakatan yang diadakan di lingkungan kantor kita.
- lakukanlah pendekatan-pendekatan sosial lainnya
Di sejumlah radio yang hubungannya terjalin akrab dengan warga sekitar, biasanya konflik lebih jarang terjadi. Apalagi kalau masyarakat sudah merasa ikut memiliki radio kita, mereka tidak akan mudah terbakar provokasi.
Jika kita sudah melakukan berbagai macam upaya untuk menciptakan situasi lingkungan yang kondusif namun yang terjadi justru diluar apa yang kita harapkan, apa boleh buat. Ingat, radio yang selama belasan atau bahkan puluhan tahun tenang damai saja, bisa jadi tiba-tiba di demo warga. Dalam kondisi susah dan lapar, apapun memang bisa terjadi di Indonesia saat ini. Kita harus hadapi masalah ini dengan arif dan bijak, serta jangan lupa untuk menyiapkan dana. Begitulah kenyataan yang terjadi.
Hidup makin susah. Waspadalah…waspadalah…










0 Tanggapan ke “Hukum rimba atas nama rakyat”