* byar pet = istilah bahasa Jawa yang artinya NYALA – MATI
Pemadaman listrik bergilir belakangan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat. Bagi industri radio, yang mengandalkan supply listrik sebagai salah satu “bahan baku” andalan, tentunya hal ini akan sangat mengganggu. Tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak dapat mencegah kebijakan pemerintah yang memberlakukan pemadaman listrik bergilir hampir diseluruh kota di pulau Jawa dan Bali. Sebagai orang radio, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampak buruk dari pemadaman listrik terhadap radio kita atau bahkan terhadap industri radio secara umum.
Diantaranya adalah dengan:
- menghimbau masyarakat untuk berhemat listrik
- melakukan komunikasi dengan PLN agar kita mengetahui kapan terjadinya pemadaman di daerah studio kita berada
- melakukan persiapan dari sisi siaran, dimana kita perlu memprioritaskan pemutaran iklan sebagai komitmen kepada klien
- jika dimungkinkan bisa mempersiapkan sumber energi pengganti, dimana pada umumnya banyak radio yang menggunakan genset
- upayakan memiliki kontak dengan penyewaan genset sebanyak mungkin, mengingat pada saat listrik sering padam, genset kadang bisa menjadi barang langka.
- jangan lupa mematikan peralatan yang berkaitan dengan listrik, agar pada saat listrik menyala lagi tidak terjadi hentakan arus yang bisa merusak peralatan kita.
- minta tekhnisi untuk selalu siaga
Di bawah ini adalah sedikit kisah dari rekan broadcaster di Bandung:
Jangan Mudah Percaya Kalau Semuanya Lancar
Ditulis oleh Yoghie Trisa
Bermula ada surat dari PLN tentang pemadaman di daerah tempat pemancar radio di Lembang pada hari Selasa 24 Juni 2008. Kebetulan pemancar kita ada di Lembang maka saya harus prepare agar saat listrik mati nanti radio masih tetep on. Apalagi semalam saya cukup menemui kesulitan dalam mencari persewaan genset untuk keperluan pemancar. Sejak adanya pemadaman di daerah bandung dan sekitarnya persewaan genset laris manis bak kacang goreng.
Saya konfirmasi dengan atasan saya karena semua ini memerlukan anggaran diluar budget kantor. Sabtu malam sebelumnya saya langsung menghubungi persewaan Genset dan mereka menyanggupi untuk menyewakan genset sesuai yang kita perlukan. Saya langsung merasa lega karena untuk hari ini saat listrik mati, saya sudah memiliki antisipasinya.
Tetapi semua benar-benar terjadi diluar dugaan, hari Senin (1 hari sebelumnya) saya cek lagi genset yang sudah saya pesan ternyata habis dipesan orang dengan alasan saya belum membuat tanda jadi. Padahal tempat penyewaan genset ini termasuk langganan kami, namun sejak genset laris disewa mereka lebih mementingkan siapa yang cepat memberi uang.
Akhirnya saya konfirmasi dengan atasan yang intinya saya harus gerilya mencari genset. Dengan suasana yang cukup tegang karena sesuatu yang seharusnya sudah tidak jadi masalah justru membuat saya harus mengeluarkan energi untuk mendapatkannya. Singkat cerita saya menemukan orang yang menyewakan genset. Dan akhirnya saya memastikan kalau besok saya akan memakai gensetnya. Sebelumnya saya juga menanyakan apakah genset itu nantinya bisa dipakai dan tidak bermasalah.
Akhirnya kita sepakat jadi, si empunya genset minta uang muka, langsung saya kasih. Dan hari yang dijanjikan ada pemadaman tiba, ternyata PLN tidak menepati seperti apa yang tercantum dalam surat pemadaman. Di surat tertera pemadaman akan dimulai jam 09.00 tapi fakta di lapangan jam 8 lebih, listrik daerah lembang sudah mulai off. Karuan hal ini sempat membuat saya harus bergerak lebih cepat. Saya langsung menghubungi teknisi untuk segera berangkat dan mengatur segala sesuatunya. Namun apa yang terjadi genset yang dibawa ke tempat pemancar terbakar. Terpaksa tidak dapat digunakan dan seharian kita tidak siaran karena genset tidak berfungsi.
Ada pelajaran yang dapat saya ambil dari semua ini. Intinya factor prepare memang harus selalu diutamakan, namun prepare disini benar-benar harus detail termasuk dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat terjadi diluar kendali kita. Kita tidak perlu menyalahkan operator genset atau menyalahkan telatnya kata deal dengan penyewaan genset langganan kita. Namun yang terpenting dari pengalaman situasi ini adalah : KEJADIAN BURUK DILUAR RENCANA PASTI BISA SAJA TERJADI, kapanpun dimanapun, karena management tidak bisa mengawasi semua ini secara langsung, maka tugas kitalah sebagai karyawan yang mendapat kepercayaan untuk mengantisipasi semua ini. Itulah fungsi kenapa kita harus disini dan bekerja.










Dulu “RK” memberi kan pelajaran kepada saya, yang masih terus saya pakai sampai saat ini. yakni: “JANGAN BERHARAP PADA KEUNTUNGAN BAIK”. Intinya Ketat Dalam Antisipasi. Ketat dalam Prepared. Prinsip ini bisa di pakai juga dipakai dalam segala hal, terlebih yang menyangkut perencanaan. Salam dr Jogjakarta Indonesia.