Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa tidak ada seorangpun yang mampu dengan jelas mendengar sebuah kalimat yang terdiri lebih dari 20 kata. Untuk itu, sebagai orang radio yang mengandalkan kemampuan telinga pendengar, naskah siaran maupun naskah berita yang kita buat harus ringkas dan ramping - KISS Keep It Short and Simple.
Bagaimana membuat naskah yang ringkas dan ramping?
Kebanyakan orang membuat naskah siaran dengan memikirkan ide kalimat per kalimat. Setelah mendapat ide untuk 1 kalimat mereka menulis, kemudian kembali memikirkan apa yang akan ditulis dalam kalimat berikutnya. Dengan memikirkan kalimat perkalimat, biasanya naskah yang dihasilkan akan sulit dipahami, tidak rapi dan panjang.
Ada tips, agar naskah siaran yang kita sampaikan bisa ramping dan ringkas, sebaiknya sebelum menulis kita memikirkan gagasan atau ide secara utuh. Tekhnisnya, mulailah dengan membuat catatan ide, ketahui dan pahami cerita dan peristiwanya, pikirkan, katakan dan tuliskan.
Pada saat memikirkan ide tulisan, kita dapat membayangkan seperti akan bercerita kepada seseorang yang kita kenal yang sedang berada dihadapan kita. Sampaikanlah apa yang akan kita ceritakan, dan tuliskan persis seperti bagaimana kita bercerita.
Do and Don’t
- Ringkaslah kalimat yang akan disampaikan, jangan boros kata-kata
Bukan: Menteri keuangan menyatakan akibat dari langkah tersebut ialah akan meningkatnya kondisi keuangan sektor swasta dan memberikan peningkatan terhadap kepercayaan bisnis dan masyarakat secara umum
Tetapi: Menteri keuangan mengatakan, langkah-langkah itu akan membantu keuangan sektor swasta
- Hindari pengulangan kata yang tidak perlu
contoh: rencana yang akan datang, alasannya karena, ramai berbondong-bondong, maju ke depan, mundur ke belakang, peristiwa lalu yang telah dilewati dan sebagainya.
- Hindari penggunaan anak kalimat. Bahasa radio adalah bahasa tutur sehari-hari. Sedangkan dalam berbicara sehari-hari, kita jarang menggunakan anak kalimat. Jika menemukan anak kalimat, pecahlah menjadi beberapa kalimat. Semakin sederhana struktur kalimat, akan semakin baik.
Bukan: Rumania yang gaungnya mulai tenggelam sejak ditinggalkan Gheorge Hagi, siap mengalahkan tim manapun di Euro 2008 ini.
Tetapi: Sejak ditinggalkan Gheorge Hagi, gaung Rumania seperti tenggelam. Namun, Rumania tetap bertekad mengalahkan tim manapun di Euro 2008 ini.
- Hindari mendahulukan kata kerja
Bukan: Menuntut presiden SBY membubarkan Ahmadiyah, demonstran dalam gelombang besar berunjuk rasa di depan Istana Negara.
Tetapi: Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah.
- Jangan menempatkan ‘kata kerja penting’ di akhir kalimat, karena pembaca berita biasanya menurunkan suaranya diakhir kalimat. Jika hal ini terjadi, makna kata kunci tadi akan hilang.
Bukan: Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut Ahmadiyah dibubarkan.
Tetapi: Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah.
R S S




Makasi banyak tipsny
aduh,
ternyata tips penting.
kirain ajaran sarkasme. ^^
makasih bangedd tipsnya.
mantabhhhh tipsnya..