10
Jun
08

Membuat Sandiwara Radio

Pembuatan sandiwara radio harus mempertimbangkan perbedaan fungsi mata (visual) dan telinga (audio) dimana mata lebih kritis sedangkan telinga lebih menggugah perasaan / imajinasi. Dengan demikian naskah sandiwara radio dibuat dengan dialog-dialog yang ditujukan untuk menggugah imajinasi pendengar.

Persiapan

Naskah:

Dialog harus tetap memegang prinsip KISS - keep it short and simple - singkat, jelas dan padat. Hindari penggunaan istilah asing. Perbincangan yang panjang dan berbelit bisa membuat pendengar bosan.

Voice Talent:

Karena hanya didengar, maka pemeran harus benar-benar memiliki suara yang bisa mewakili figur / karakter tokoh yang diperankan serta situasi yang sedang terjadi. Dalam alur cerita yang serius / bukan humor, perlu dihindari penggunaan seorang pemain untuk memerankan 2 tokoh (double casting). Penggunaan suara palsu, misalnya pemain berusia muda yang suaranya dibuat untuk memerankan tokoh yang lebih tua, sebaiknya juga jangan dilakukan.

Jumlah Pemain:

Untuk konsumsi radio, jumlah pemain idealnya maximal 5 orang. Jumah pemain yang terlalu banyak, apalagi jika memilki karakter suara yang hampir sama, akan membingungkan pendengar.

Ilustrasi Musik

Musik dan sound effect memegang peranan untuk membuat sandiwara radio menjadi lebih hidup dan bisa membantu pendengar dalam mengembangkan imajinasi. Untuk itu pilihlah musik dan efek suara yang mampu menggambarkan situasi dan jelaskanlah ke bagian produksi / mix man, musik seperti apa yang diperlukan untuk menghias cerita, dan efek suara seperti apa yang dapat digunakan untuk mendukung cerita. Tidak ada salahnya jika kita ikut terjun memilih musik dan sound effect agar lebih pas dengan alur cerita. Tunjukkan juga, dimana musik atau sound effect harus ditempatkan. Penggunaan atau penempatan musik dan sound effect yang salah akan berakibat fatal.

Durasi

Pendengar radio memiliki tingkat kejenuhan dalam mendengarkan acara radio. Agar tidak melampaui kemampuan pendengar dalam mendengarkan sandiwara radio, sebaiknya untuk satu kali show atau penyiaran, durasi sandiwara radio bisa dibuat antara 30 menit hingga 60 menit. Jika ceritanya panjang, sebaiknya dibuat dalam beberapa seri. Semakin panjang atau lama waktu penyiarannya, tantangan untuk membuat sandiwara radio yang lebih memikat dan menarik akan menjadi semakin tinggi agar pendengar tidak bosan dan meninggalkan radio kita.

Take Voice

Sebelum merekam suara pemain, harus dijelaskan alur cerita, karakter tokoh, tujuan akhir dari cerita, keadaan, waktu dan tempat kejadian agar penokohan bisa maksimal. Setelah itu, lakukanlah latihan:

  • berdialog tanpa mic untuk mengukur karakter, kekuatan dan volume suara masing-masing pemain
  • berdialog dengan mic dilengkapi musik dan efek suara agar pemain mendapatkan suasana yang diinginkan untuk membantu mereka melakukan penjiwaan

Last but not least, diperlukan kedisiplinan tinggi dalam proses produksi sebuah sandiwara radio. Keterlambatan dan ketidak seriusan seorang pemain akan membawa pengaruh yang buruk terhadap pemain lainnya dan akan mengganggu proses pembuatan hingga deadline yang sudah ditetapkan.


3 Tanggapan ke “Membuat Sandiwara Radio”


  1. 1 Muhammad Abduh Abbas IKJ Juni 21, 2008 pukul 1:53 pm

    Salam Kenal

    Kami dari komunitas GRESS ( Gaung aREk Sulih Swara ) Surabaya
    sangat mendukung dengan sandiwara radio. Yang kini semakin ditinggalkan pendengar apalagi beberapa stasiun radio tidak lagi peduli untuk menyiarkan sandiwara radio karena hal lain.

    Oleh karena itu, kami ingin berbagi karya dalam menggairahkan kembali dunia penyiaran terutama Sandiwara Radio. Jika anda punya referensi tentang stasiun radio yang masih menyiarkan sandiwara terutama yang berlokasi di Surabaya, maka kami sangat berantusias untuk menjalin kerjasama dengan baik.

    terima kasih
    ABDUH Produser Dubbing JTV
    031-8202068 HP 0813-32525795

    Salam kenal juga Cak! nanti kalau ada informasi yang dibutuhkan, akan saya hubungi Cak Abduh

  2. 2 eya Juli 21, 2008 pukul 10:08 am

    bagaimana proses produksi radio

    mungkin bisa lebih diperjelas lagi, produksi apa yang dimaksud? apakah produksi sandiwara atau produksi apa?

  3. 3 wanwan Nopember 13, 2008 pukul 9:54 pm

    saya awam sekali dengan dunia broadcast, tapi sewaktu kecil yang bikin saya kangen dengan radio ya drama Radio, dulu di tempat saya ada drama serial SAUR sepuh. menarik.
    asumsi sebagian besar orang mungkin dunia radio, lebih-lebih program drama di dalamnya, akan tenggelam, alias gak laku lah.
    menurutku siy belum tentu. tinggal bagaimana kemasannya semenarik mungkin.
    saya jadi pengen punya stasiun radio sendiri.

    apa aja siy yang dibutuhkan untuk membangun sebuah stasiun radio?
    radio kecil gitulah…

    salam

    wanwan
    Pekalongan

Tinggalkan Balasan




M y F a c e b o o k


Alex Santosa's Facebook profile

A r c h i v e s

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

Add to Technorati Favorites

Join Radioku Community at MyBloglog!

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 103,322 hits

T r a c k e r