27
Mei
08

Membuat Naskah Berita yang Bernyawa

Pendengar cenderung menganggap berita radio adalah hal yang membosankan, kaku dan monoton. Kunci utama mengapa sebuah berita radio menjadi membosankan untuk didengar terletak pada kata-kata yang dipilih oleh si penulis berita. Jika si penulis berita kurang tepat memilih kata-kata, maka penyiar atau pembaca berita tidak akan bisa atau akan mengalami kesulitan memberikan nyawa agar berita tersebut nampak hidup pada saat disiarkan.

Apa saja yang harus dilakukan oleh seorang scriptwriter agar berita yang ditulisnya bisa hidup sewaktu disampaikan oleh newscaster?

Penggunaan kata kerja

Kata kerja memegang peranan penting dalam penulisan bahasa tutur. Pikirkanlah secara serius, karena pemilihan kata kerja akan mempengaruhi gaya penyampaian.

Contoh: Gempa bumi hebat mengguncang kawasan barat daya China. Di provinsi Sichuan gedung-gedung bertingkat terkoyak dan hancur luluh lantak. Gempa yang memukul China dengan kekuatan 7,8 pada skala richter ini merenggut nyawa sedikitnya 10.000 jiwa.

Hati-hati menggunakan kata sifat

Penulisan naskah naratif dan deskriptif, akan banyak ditolong oleh penggunaan kata sifat. Namun perlu dihindari penggunaan kata sifat yang bisa menimbulkan berbagai macam persepsi karena justru dapat mengaburkan pesan yang ingin kita sampaikan.

Contoh:

  • besar -> sebaiknya rincikan besarnya seperti apa
  • berwarna-warni -> sebaiknya sebutkan apa saja warnanya
  • drastis -> sebaiknya dijelaskan seberapa drastis
  • dan lain sebagainya

Gunakan kalimat aktif

Dalam membuat bahasa tutur, penggunaan kalimat aktif adalah yang terbaik. Susunan kalimat aktif ‘Subyek – Predikat – Obyek’ akan mempermudah pemahaman naskah yang akan dibaca, sehingga newscaster akan menjadi lebih lancar dalam menyampaikan sebuah kalimat berita.

Contoh:

Bukan: 10.000 jiwa direnggut dalam gempa berkekuatan 7,8 skala richter di China

Tetapi: Gempa berkekuatan 7,8 skala richter merenggut 10.000 jiwa di China

Gunakan kalimat ‘kini’ atau present tense

Teorinya, sebuah berita radio menyajikan apa yang baru saja terjadi, apa yang sedang terjadi dan kira-kira apa yang akan segera terjadi. Sehingga lebih tepat jika sebuah naskah berita radio disusun dengan menggunakan present tense. Penggunaan kalimat yang mengesankan bahwa sebuah peristiwa sedang terjadi akan menimbulkan kesan bahwa berita yang kita siarkan adalah berita fresh dan menjadi hal yang menyegarkan di telinga pendengar.

Sedangkan susunan kalimat yang menggambarkan kejadian kemarin (past tense) dan yang akan datang (future tense) lebih cocok digunakan oleh jurnalis media cetak.

Contoh:

Bukan: Gempa bumi dahsyat telah mengguncang China.

Tetapi: Gempa bumi dahsyat mengguncang China.

Bukan: China akan menjadi tuan rumah olimpiade 2008

Tetapi: China menjadi tuan rumah olimpiade 2008

Bumikan kalimat dengan bahasa sehari-hari

Penggunaan bahasa sehari-hari akan membuat berita kita membumi, lebih akrab dengan telinga pendengar dan menambah vitalitas dari berita yang kita sampaikan. Caranya adalah dengan menyederhanakan bahasa formal, baik kata-kata maupun frasa yang kita jumpai dalam sebuah berita.

Contoh:

Bukan: Banjir telah membuat bengkel mendapat banyak pesanan untuk menservice banyak mobil yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Tetapi: Bengkel kebanjiran order memperbaiki mobil yang rusak terkena banjir.

Rasakan, bahasa sehari-hari seperti ‘kebanjiran order’ justru lebih ‘bernyawa’ dibandingkan dengan bahasa resmi.

Hindari bentuk negatif

Seperti halnya penggunaan kalimat aktif, sebuah naskah berita radio akan lebih mudah dipahami dan dibawakan oleh newscaster jika dibuat dengan menggunakan kalimat positif. Untuk itu rubahlah kalimat negatif menjadi positif, terutama pada saat membuat kalimat awal atau lead berita.

Contoh:

Bukan: Jika pemerintah tidak mengurangi subsidi BBM, sektor keuangan dan perekonomian Indonesia bisa mengalami krisis hebat seperti pada tahun 1997 silam dan yang paling menderita adalah rakyat.

Tetapi: Pemerintah mengurangi subsidi BBM. Jika hal ini tidak dilakukan, sektor keuangan dan perekonomian Indonesia bisa mengalami krisis hebat seperti pada tahun 1997 silam dan yang paling menderita adalah rakyat.

Berikan tanda baca yang benar

Selain titik, koma, dan tanda tanya, tanda baca yang lazim digunakan dalam penulisan naskah radio adalah slash ‘/’ sebagai tanda jeda dan double slash ‘//’ untuk berhenti atau mengakhiri sebuah kalimat. Penggunaan tanda baca yang benar dan pada tempatnya, akan membantu penyiar dalam menyampaikan pesan yang tertulis melalui naskah. Selain agar pendengar bisa menangkap dengan tepat apa yang disampaikan oleh penyiar,

Penggunaan tanda baca juga akan membantu penyiar dalam menata suara dan melagukan susunan kalimat yang disiarkan. Seorang newscaster diharuskan membaca terlebih dahulu naskah berita atau tulisan yang akan disiarkannya dan biasakan untuk memberikan tanda secara pribadi, seperti garis bawah atau tanda-tanda tertentu dibagian yang harus diberi penekanan, dibaca dengan intonasi naik atau turun dan lain sebagainya.

About these ads

19 Responses to “Membuat Naskah Berita yang Bernyawa”


  1. 1 aphor1sme
    Mei 27, 2008 pukul 9:36 am

    Good Article, I”ll Quote to my blog, thanks yah

    U’r welcome. Btw what’s ur blog’s address

  2. Mei 27, 2008 pukul 3:10 pm

    wah, bahasan yang menarik

    thanks mas!

  3. Mei 29, 2008 pukul 7:29 pm

    Keren Well.. Sebagai sarjana sastra Indonesia, aku jadi malu…he3 keep writing ya mas.

  4. Mei 30, 2008 pukul 11:05 am

    Ok,mas. Aku juga orang radio,hehe jadi tambah ilmu nih,nongkrong di blog ini..
    this is our radio blog: mps1069fm.wordpress.com
    visit yah,thanks.

  5. Mei 31, 2008 pukul 12:40 am

    trima kasih pembekalan bahasanya. Kalo berkenan, penggunaan bahasa di blogku udah bernyata atau belum mas. :-)

  6. Juni 9, 2008 pukul 2:52 pm

    Hallo mas Alex apa kabar? Smg masih ingat dengan saya. Sukses selalu.

    Hallo Mas Bram! Tentu saya ingat! Posisi di mana sekarang? Nanti saya hubungi lewat email ya! Sukses juga!

  7. 7 Isma
    Juni 23, 2008 pukul 2:15 pm

    Mas Alex…tulisannya menarik sekali..
    Saya bisa copy dan ajarkan ke orang lain ya…(iya dong Mas…) pan pahalanya jadi buanyak…he he he he
    Keep succeed ya Mas Alex

    Cheers
    Isma

    amin….silahkan isma. kalau boleh tau 103.6FM ini radio apa di kota mana ya? sukses juga untuk isma

  8. 8 uthe graziano
    Juli 31, 2008 pukul 9:56 am

    salam kenal mas alex. saya uthe laki-laki usia 32 tahun dan bekerja di perusahaan property divisi promosi. btw, saat ini saya lagi perlu salah satu contoh naskah radio yang berbentuk dialog suatu prodak property. bisa bantu ga mas. thx before ya.

    PS: oh iya, kalau perlu email saya ini alamatnya : uthegraziano@yahoo.com. thx

    regards,

    uthe graziano

  9. 9 VELYN
    Februari 11, 2009 pukul 4:30 pm

    Terimakasih atas artikelnya ya!

    sama-sama lyn

  10. 10 Muh Zaini
    September 4, 2009 pukul 7:24 am

    makasih banyak udah membantu kebuntuan saya mencari sumber. sekali lagi ok.
    yang akan datang tanbah oke lagi

  11. Februari 11, 2010 pukul 1:20 am

    trimakash infonya saya baru mulai belajar teknik penulisan di radio..aku juga di radio Wk FM madiun 93,8fm

  12. 12 inas
    Maret 22, 2010 pukul 9:28 am

    klo contoh naskah berita kya gmna?aku msih sma,dtugasin suruh bkin naskah berita,awal nya tuh gmna?

  13. 13 reza kayana
    April 13, 2010 pukul 9:35 pm

    Mas…. aku kok masih ragu dengan
    “Bukan: Banjir telah membuat bengkel mendapat banyak pesanan untuk menservice banyak mobil yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
    Tetapi: Bengkel kebanjiran order memperbaiki mobil yang rusak terkena banjir.”

    Ada nggak ya contoh kalimat selain “kebanjiran order”? kayaknya kok untuk radio berita yang agak ‘formal’ kalimat itu masih ‘sungkan’ untuk digunakan… (beberapa temen pernah mengobrolkan tentang hal ini)…

  14. 15 reiza
    Mei 3, 2010 pukul 10:56 pm

    situs ini banyak memberikan saya pengetahuan…

  15. Mei 21, 2010 pukul 11:23 pm

    ok,terimakasih.tapi saya maunya contoh yang lengkap bagaimana.?

  16. Juni 3, 2010 pukul 2:15 pm

    wah…membantu sekali…terima kasih…

  17. 19 mochzul
    Juli 5, 2010 pukul 9:39 pm

    hallo mas, apa kabar??? masih ingat saya gak?
    pasti ingat gak ingat yg penting top!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


about.me

Alex Santosa

Alex Santosa

just a simple dreamer, learner, thinker, doer

radio person | journalist | blogger | photographer | traveler | new media enthusiast

B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 451,230 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.590 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: