Jika anda termasuk produk ’70an atau yang lebih terdahulu, anda pasti mengalami atau sempat menyaksikan demam mendengarkan sandiwara radio menjangkiti masyarakat di tahun ’80an. Mereka rela meluangkan waktu setiap hari sekitar 30 menit untuk mendengarkan kelanjutan dari cerita kesayangannya. Selingan iklan produk obat-obatan atau kadang produk rokok yang sesekali muncul sebagai sponsor acara tersebut nampaknya tidak mengganggu keasyikan mereka mengikuti alur cerita. Yang sedang tidak sibuk, asyik duduk di dekat radio layaknya menonton televisi. Bagi yang masih memiliki kegiatan lebih suka membesarkan suara radionya agar tidak ketinggalan cerita disaat tetap harus beraktifitas.
Di jaman keemasannya, sandiwara radio banyak didominasi oleh cerita-cerita silat berlatar belakang babad tanah Jawa, diantaranya yang kita ingat adalah Saur Sepuh, Tutur Tinular, Misteri dari Gunung Merapi, Misteri Nini Pelet, Satria Madangkara, Babad Tanah Leluhur, Kaca Benggala dan lain sebagainya. Yang bukan cerita silat jauh lebih sedikit. Mungkin anda masih ingat dengan Butir-butir Pasir di Laut atau Ibuku Malang Ibuku Tersayang.
Bagaimana dengan tokohnya? Ada Brahma Kumbara dan Mantili di Saur Sepuh, Mak Lampir di Misteri Gunung Merapi, kemudian ada Sasongko di Ibuku Malang Ibuku Tersayang. Bahkan sampai ke pengarang ceritanya pun, boleh coba ditanyakan ke para penggemar sandiwara radio waktu itu. Nama-nama seperti Niki Kosasih, S Tijab, SH Mintarja dan lain sebagainya akrab ditelinga mereka. Sampai sponsornya pun mereka hafal, mulai dari obat kulit hingga jamu produksi Dankos, Kalbe Farma, hingga Bintang Toedjoe.
Saya yang bukan penggemar sandiwara radio – karena pada tahun ’80an saya sedang senang-senangnya keluyuran bersepeda keliling kampung – pun masih bisa ingat dengan nama-nama itu. Apalagi mereka yang cinta mati setiap hari menunggu suara tokoh kesayangannya muncul di radio.
Kesuksesan sandiwara radio pun dirasakan oleh sponsor yang nama dan penjualannya ikut melambung. Hingga akhirnya sebagian dari sandiwara radio itu pun divisualkan. Namun strategi ini nampaknya tidak 100% berhasil. Banyak penonton yang kecewa, karena apa yang mereka lihat dilayar lebar tidak sesuai dengan apa yang selama ini mereka bayangkan. Inilah kelemahan dari media visual. Media visual membatasi imajinasi penontonnya.
Sebagai ilustrasi, kira-kira jika diadu siapa yang lebih hebat, Mak Lampir ala sinetron televisi atau Mak Lampir versi radio? Mak Lampir di televisi ruang geraknya terbatas oleh kemampuan akting pemain, sutradara, efek dan tata rias. Sedangkan Mak Lampir versi radio, ruang geraknya dan kehebatannya tidak terbatas, 30% tergantung pada penulis naskah, kemampuan pengisi suara dan efek suara, sedangkan 70% tergantung pada imajinasi pendengar. Mak Lampir versi radio mampu menjadi apa saja sesuai dengan apa yang pendengar banyangkan. Inilah kekuatan radio, THEATER OF MIND! Melalui radio, pendengar bisa menciptakan pertunjukannya sendiri, pertempurannya sendiri, tokohnya sendiri. Semua sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pendengar. Inilah salah satu kunci mengapa sandiwara radio bisa berhasil dimasanya, yaitu menguasai imajinasi pendengar.
Saya pribadi sewaktu kecil sempat menjadi korban hebatnya theater of mind yang tercipta dari sandiwara radio yang dibuat oleh radio lokal di kota saya. Setiap pulang dari tempatnya bekerja, tepatnya setiap hari Kamis malam, almarhum Ayah saya sering mendengarkan sandiwara radio yang membuat saya tersiksa tidak bisa tidur. Bagaimana tidak, sandiwara radio berbahasa Jawa itu bergenre horor, dilengkapi dengan efek suara lolongan anjing dan ketawa khas yang kita semua bisa membayangkan. Perlu waktu berhari-hari untuk menghilangkan efek seram.
Sangat disayangkan, seiring berjalannya waktu, acara yang sempat meraih banyak pendengar, mendongkrak penjualan sponsor dan meningkatkan omset radio siaran ini perlahan ditinggalkan oleh pencintanya. Menurut saya bukan karena ceritanya tidak menarik atau ketinggalan jaman (toh memang sebagian besar mengambil cerita jaman dulu). Bukan juga karena tidak ada radio yang mau mengudarakan. Problem utamanya adalah tidak adanya sponsor yang mendanai pemutaran dan pembuatan sandiwara radio. Bisa dikatakan seluruh sandiwara radio yang pernah kita dengarkan didanai oleh sponsor. Dan sekarang, pihak sponsor lebih memilih untuk mengalokasikan dana promosinya ke televisi. Padahal dengan menguasai theater of mind pendengar radio, produk mereka akan diingat oleh calon konsumen seperti yang saya tulis diatas. Dari sisi biaya produksi dan promosi, jelas menjadi sponsor acara radio jauh lebih ekonomis.
Bandingkan dengan “sandiwara televisi” – sinetron. Sesaat penonton akan mengingat judul dan ceritanya. Namun fanatisme mereka tidak akan seperti penggemar sandiwara radio, yang hafal nama-nama pemain, nama tokoh hingga produk apa yang menjadi sponsor sandiwara radio tersebut. Saat ini kita akan sulit menemukan tokoh sinetron yang bisa menandingi ketenaran Brahma Kumbara, Jayakatwang dan Nini Pelet. Namun tetap saja binar warna layar kaca lebih membuai sponsor dalam mengalokasikan dana promosinya.
Baru-baru ini, Indocement mencoba membangkitkan kembali masa kejayaan sandiwara radio melalui cerita karya S.Tijab berjudul Pelangi di Atas Glagah Wangi. Apa yang dilakukan oleh Indocement bukan tanpa alasan. Dari hasil riset yang dilakukannya, masih banyak masyarakat yang berharap untuk bisa kembali mendengar sandiwara radio. Namun, nampaknya upaya ini belum berhasil mempopulerkan kembali sandiwara radio. Bisa jadi karena dana yang terbatas maka pihak sponsor tidak bisa melakukan promosi dengan gencar dan tidak menggunakan kekuatan radio papan atas untuk menyiarkan sandiwara radio ini.
Silahkan googling, masukkan kata kunci “sandiwara radio” dan anda akan bisa sedikit bernostagia dengan acara radio yang sudah kita tinggalkan ini.















mas, saya pemilik radio total fm tanjung pati, dan penggemar sandiwara radio, kalo ada sponsor yang mau mutar sandiwara radio tolong bilangin radio total fm tanjung pati payakumbuh sumatera barat mau
he…he…menjelang tidur semalem aku sempet ngisi untuk blogku ; http: cahradio.multiply.com tentang sandiwara radio. ternyata produk 70-an emang jadi korban brahma kumbara dan mual mules perih kembung ; sponsornya. beberapa waktu lalu, sempet nemuin sandiwara radio , saya lupa judulnya ? apakah ini pemutaran ulang ato naskah baru. yag jelas sposornya produk semen. saya sendiri heran. ini aneh. ternayata sandiwara radio masih dilirik. pas marak – maraknya flu burung juga ada program sandiwara berbahasa jawa untuk mengkampenyekan pemberantasan penyakit itu.
hiat….sandiwara radio ternyata eksis masih ada, meski tak seheboh dulu.
kita pengin muter sandiwara ada link ga ya
Salut kepada anda yang kembali membuka cakrawala kecerdasan anak bangsa, sepakat dengan anda saat ini generasi kita sudah termakan jaman era gombalisasi media visual (baca:televisi, sinetron, iklan dan idol-dodol). salah satu kekuatan era sandiwara radio adalah mampu membangun segala aspek imajinasi kreatif pemirsa (baca;pendengar). Alur cerita, ketokohan, dan naskah dan tim kreatif (pengarang, sutradara, dan pemain lakon) terlihat jelas idealisme kreatif meski pasar merespon dengan luas dan wilayah kapital (baca;iklan komersil) menyertai namun tidak menggeser ruang kreatif tersebut.
Saya tidak mencoba untuk ber-Romantisme dengan keemasan sandiwara radio, tetapi mencoba mengapreasiasi kekinian dengan belajar dari era kreatif tersebut mengolah dan membumikan kembali nilai-nilai sehingga dapat bertransformasi kepada generasi sekarang dan nanti
Salam dari dunia imajinasi
Salam kreatif generasi Indonesia
Kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen Banget…! tahun 1990 an
kalau bisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa acara sandiwara radio seperti nini pelet, saur sepuh, babad tanah leluhur dimunculkan kembali.
wei yang punya radio se tegal tolong munculkan kembali sandiwara radio tersebut.
kangen banget aku mennnnnn…!
ku dukung karena itu kreatifitas anak bangsa yang perlu dilestarikan agar tidak punah dan bisa ditiru oleh generasi berikutnya…!!!!
dari Tri Setyo wibowo, S.Pd.Jas
Asal Jatibogor, Suradadi, Tegal
Buat temen2 yang masih nyimpen MP3 sandiiwara saur sepuh, bisa nda aku di bagi,
thanks
Wah setuju banget kalau sandiwara radio ditampilkan lagi.Saya juga kangen banget mendengarkan sandiwara radio di era 80-an itu. Ngomong-ngomong siapa saja yang punya mp3 sandiwara saur sepuh dan babad tanah leluhur, bisa nggak kalau kirim ke emailku. Makasih ya
SAYA PENGGEMAR SANDIWARA RADIO, MULAI DARI BENDE MATARAM, SAUR SEPUH, MISTERI GUNUNG BERAPI, SEANDINYA ADA STASIUN RADIO YG MAU MEMUTAR LAGI, SAYA SIAP UNTUK MENIKMATINYA, TERUTAMA SANDIWARA RADIO SAUR SEPUH DENGAN TOKOH YANG TIDAK ASING LAGI BRAMA KUMBARA, SEMOGA KEDEPAN SANDIWARA RADIO KEMBALI DIMINATI OLEH MASYARAKAT INDONESIA
Saya penggemar acara sandiwara Radio, terutama sandiwara radio “Dokter Darman”,”Ibuku Malang Ibu Tersayang”,”Saur sepuh dsb, yang dulu sering diputar pada era tahun 80 an.
Kira – kira dimanakah ya saya bisa mendapatkan copynya, kaset atau bentuk MP3.
Mohon informasinya.
Salam,
Budi Wibowo
Salam Sejahtera….
saya generasi era 80an yang fans banget dgn sandiwara radio …diantaranya saur sepuh..bagi rekan2 untuk mendapatkan CDnya silahkan..ke http://kotarominami.multiply.com
bisa pesan tuh….yach sekedar berbagi info…sesama generasi era 80an
Peace ..
K. Gunawan
bagi yang mau saur sepuh satria madangkara bisa download disini deh
http://kotarominami.multiply.com/music/item/23/Saur_Sepuh_Episode_Satria_Madangkara_bagian_1
enjoy
regard
cheung
gimana dong caranya buat sandiwara radio
sandiwara radio nggak ada matinya………
Kepada siapa saja yang mau menolong saya, tolong di-upload-kan sandiwara radio terkenal di pertengahan tahun 70an yaitu Jaka Dilaga, yang mengisahkan percintaan antara seorang preman dengan seorang gadis yatim piatu penjual rokok (tentu saja ceritanya tidak sesederhana itu, karena sang preman tidak begitu mudah untuk mendapatkan cinta sang gadis karena lelaki itu telah terlanjur membuat kehidupan pribadinya menjadi terhina).terima kasih
pemeran pemeranya ,kaya ivonerus ,petrus ,rio ,fery ,mantili,apa masih seperti yang dulu suara emas nya ,
q malah ingin sandiwara basa jawa, tapi nyari2 lom ktemu nih sampek kini, tulung dung yang funya…
saya pendengar setia sandiwara radio yang di tayangkan di radio swasta,tapi gimana ya .. ? di radio manapun sudah tidak di putar lagi padahal pengen banget dengarnya lagi
aku penggemar cerita silat khususnya wiro sableng, baik produk dalam negeri maupun luaran…
tapi amat disayangkan..
akhir-akhir ini sudah jarang cerita silat diputar di media elektronik.
adakah informasi dimana saya dapat mencari cerita-cerita silat terbaru maupun yang jadul punya…
kalo ada link nya mohon di kirim ke email aku ya
Mohon bisa ketemu dan kenal MAs Alex Santosa di JAKARTA mohon dapat dibantu mendapatkan skript (naskah) drama SAUR SEPUH atau SATRIA MADANGKARA serta MP3 mohon dapat dilakukan ketemu di Jakarta saja. Tentu ada biaya transfer data atau copy teks. Terima kasih atas bantuan kerja samanya. kontak hp 087839550782
MAs ALEX DAN KAWAN-KAWAN LAIN YANG PERNAH KALAU PESAN DI SANGGAR CERITA Mp3 TUTUR TINULAR DAN SATRIA MADANGKARA KALAU SUDAH KIRIN TRNASFER UANG APA DIJAMIN BARANG YANG DIPESAN DATANG? MOHOn PENGALAMANNYA DIASMAPAIKAN SAYA. BANYAK TEMAN YANG PESAN BUKU DI SITUS LAIN TERNYATA GAK ADA BARANGNYA. BAGAIMANA ADA YANG BANTU?
tolong dong kalau ada kasetnya atau cd sandiwara radio saur sepuh episode ke 1 sampai habis, kasih kabar
Mas jika masih menyimpan sandiwara radio dalam bentuk kaset/cd mungkin saya boleh mendapatkannya? Dudy Bandung 08179208620
yang mau saur sepuh coba ke sanggarcerita.com
cuman beli ye
hehehe
disana ada 2 episode yang ada
gak ada free tentunya
thx
aq senang pernah pegang salah satu sandiwara (tehnik dan montase) ibuku malang ibuku tersayang (IMIT), ceritanya bagus dan mendidik karya salah satu seniman yang aq kagumi, alm. edy suhendro.
Mas saya mau tanya kalo yang pegang hak cipta dari serial Saur Sepuh itu siapa ya?? mohon infonya ASAP…
Terima kasih atas atensinya,
Tika
Jaya lah slalu indonesia ku. Tetap semangat dan berkresi jangan pantang menyerah dengan media apapun termasuk radio. Artikel nya sangat bagus saya mudah-mudahan ini dapat memberikan inspirasi saya dan anak2 muda untuk berkreasi. Bagi karya drama radio ingin disiarkan di b4tlle Radio tepatnya di http://b4tlle.webs.com dapat mengirimkannya melalui email saya.
Jadul… Kuno… Kampungan…
Tapi ketimbang kemajuan tehnologi jaman sekarang…. blas nggak ada upaya menggiring anak bangsa untuk belajar mengembangkan imajinasi. Yang ada hanya di dikte…. tau-tau dikibuli. Seperti halnya permainan… tidak ada merangsang otak dan imajinasi dalam penyelesaian masalah. Yang ada “Playstation rusak, bawa ketukang service…” (Masalah selesai). Tapi coba… dulu kita buat mobil-mobilan – mau tidak mau imajinasi kita terangsang untuk mengeksploitasi keinginan kita. Seperti halnya Media Visual yang mampu mengembangkan Imajinasi kita – Hanya semacam sandiwara radio yang mampu dan merangsang daya imajinasi kita: Bagaimana perawakan seorang Brama Kumbara, Bagaimana seorang Mak Lampir sedang berjalan menuruni tangga. Kita mampu menggambarkan Suasana kegelapan didalam Rumah Tua.
Salut dan dua jempol buat kalian pendukung Kreativitas Anak Bangsa….
pengen banget punya mp3 cerita sandiwara radio era 80an. seperti naga sasra (pengisi suara HL Sasurya, Ivone Rose, Mario Oentoe, Mario kulon, Eddy Dosa..dll) juga ada Pelangi di langit singasari, butir pasir di laut.
apakah masih ada pihak yg menyimpan kaset ato CDnya yak???
wahaaaiiii para kisanak di seantero jagad sandiwara radiooo…info super penting…!!! Telah Lahir Sanggar Sandiwara Radio ” Sanggar Atmaja Jogjakarta “, dan telah memproduksi serial sandiwara radio, sudah disiarkan di sebuah stasiun radio di JOGJA ” MBS 92,7 FM ” upaya membangkitkan kembali kejayaan sandiwara radiooo…….Bravo Sanggar Atmaja, Bravo Sandiwara Radioooo…..!!!!
info selanjutnya di 085878658880
Halo Mas Yono Atmaja, sy pengen ngobrol2 ttg sandiwara radio, bisa via email , ini email sy : terrios2009@yahoo.com,…
setiap hari pukul 21.30 wib di http://www.karimatafm.com (radio madura) masih diputer. Kalian bisa ikut ndengerin lewat streaming internet. Kalau mau tahu informasi terbaru kabarnya sedang digarap sinetron terbarunya tutur tinular, ayo gabung facebuknya
http://www.facebook.com/groups/173902197941/
[TUTUR TINULAR - MAHKOTA MAYANGKARA - SATRIA KEKASIH DEWA]
ada yang full download g?
Wah, kalau saya teringat awal th 80-an saat masih SD, cerita misteri dalam bahasa jawa judulnya lupa, tapi tokoh sentralnya masih ingat sampai sekarang, namanya TRINIL, yang ditunggu-tunggu itu pas adegan kepala ibunya TRINIL yang mencari gembungnya (badannya) yang dibuang entah kemana, dengan suara lolongan anjing trus musik horor trus suara menakutkan ( Trinil … balekno gembungku …) wah bikin takut bener, meski takut itu radionya tidak dimatikan. Sekarang di tahun 2011, saya secara tidak sengaja dengar ada cerita radio misteri dalam bahasa jawa pas malem jumat (kok ya mesti malem jumat lho), dengan judul yang gonta ganti di setiap episode-nya, kalo tdk salah dengernya di radio POP FM Semarang (nyuwun pangapunten menawi lepat), yah itung-itung bisa bernostalgia. Kalau disuruh memilih lihat sinetron TV atau denger sandiwara radio, saya cenderung pilih sandiwara radio, Imajinasinya itu yang tidak ada di sinetron TV. Bravo sandiwara radio !!!
hehe, Saat sandiwara trinil di putar saya masih sd kelas 1 atau 2 mungkin tapi biarpun ketakutan saya selalu mengikuti. saya penggemar sandiwara radio dari kecil karena semua kakak , bapak dan keluarga setiap hari selalu mendengarkan sandiwara radio. Judul dan tokoh nya juga sampai hafal. Seandainya sandiwara yang dulu bisa diulang saya akan senang sekali. ada babad tanah leluhur, putri cadar biru, nini pelet,dan masih banyak laghi
Imajinasi memang tidak terbatas, saya salah satu yang kecewa setelah melihat sandiwara radio yang di visualisasikan melalui layar kaca atau layar lebar tidak seperti yang ada dalam benak saya.
alangkah indahnya jika bisa kembali mendengarkan sandiwara radio……alangkah indahnya jika ada orang yang mengupload sandiwara dan bisa disonlot secara free…..mungkinkah ??
masih bisa dapat copy drama radionya secara lengkap
wah, kangen sekali denger sandiwara radio..
di kota saya tidak ada lagi radio yg muter sandiwara
Hai kawan, Bagi yg ingin mengenang masalalu,
silahkan kunjungi situs berikut ini,
http://www.sandiwara-radio.com
di situs ini ada link downloadtan serial sandiwara tutur tinular lumayan lengkap,
terima kasih.
Mas saya masih penasaran dengan sandiwara radio “PRASASTI” dulu ga sampai selesai dengerinnya, ini tentang gadis baulawean. Kira-kira ada novel ato apakah tetang sandiwara radio ini,,, trims
ia nich MAYONG,SUWONDO,WREDA ADI WARDANA,Seru dan bikin penasaran
PURI RETNO MUTIA.. Aku mash selalu teringat akan kta2 SUNGAI MUSI TETAP MENGALIR
Menurut sepengatahuan saya, cerita MISTERI GUNUNG MERAPI menyimpang dari cerita awal,,Tokoh Sembara itu tadinya anak kos2san dan Farida itu calon dokter…..
mulai maret 2012 sandiwara radio TUTUR TINULAR kembali mengudara di radio madya fm madiun. saya sangat senang sekali bisa bernostalgia kembali.
oke banget donk..pelangi di atas singosari karya maestro sh mintardja…SR tahun 80- an, dapat mengennang masa kecil…tlong bos klo ada MP3nya..maturnwun
mau tau lebih banyak tentang sandiwara radio….?
mau tau tentang koleksi2 sandiwara radio…?
inilahnya gudangnya sandiwara radio
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1314925452151.42192.1801146365&type=3
untuk mas hasan bgm saya mencari situs http:www.sandiwara-radio.com saya klik situs nya kok nggak ke temu -ketemu situs download sandiwara tutur tinular nya bgm cara nya ? bls
Nih dpt link downloadnya moga bermanfaat,
http://fiday-taufik.blogspot.com/2012/12/sandiwara-radio-tutur-tinular.html
Lagi nyari yg babad tanah leluhur, nini pelet, ibuku malang ibu tersayang, calon arang, hehe apalagi ya, kayaknya msh banyak kalo ada yg mau share