<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Wartawan Salah Kutip (dialog roy suryo vs blogger)</title>
	<atom:link href="http://radioclinic.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radioclinic.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/</link>
	<description>Blog untuk berbagi pengalaman dan informasi tentang dunia radio, serta berbagi ilmu dalam mengelola radio siaran, mulai dari program, jurnalistik radio, penjualan hingga sdm.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 May 2012 00:26:04 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Zulkifli DM</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/#comment-210</link>
		<dc:creator><![CDATA[Zulkifli DM]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 07:02:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/?p=195#comment-210</guid>
		<description><![CDATA[Maaf saya juga orang media tapi saya setuju dengan apa yang dibilang mas Roy. Kebetulan saya punya usaha sendiri dan kebetulan juga bekerja di sebuah radio swasta. Beberapa saya mendapati teman-teman wartawan &quot;kurang teliti&quot; saat mengutip dari narasumber. Bahkan saya sendiri pernah menjadi &quot;korban&quot;nya. Apa yang akhirnya mereka tulis di media ternyata tidak sesuai dengan apa yang sudah saya sampaikan. Kadang ada yang dikurangi (yang berpengaruh pada isi materi). kadang juga salah menyimpulkan alias sak karepe dewe dalam menyimpulkan.Sangat menyebalkan. Makanya saya sangat memaklumi dan sependapat kalo mas Roy menganggap wartawan salah kutip.(memangnya wartawan gak bisa salah ?)
Tapi saya sependapat mengenai pentingnya menyimpan hasil wawancara dalam bentuk rekaman. Dari situ bisa di cek dan recek kalau terjadi kasus seperti Roy Suryo. Kalau hanya dalam bentuk tulisan yaaa gak bisalah si wartawan ngotot dirinya bener...Kecuali ada bukti dalam bentuk rekaman.
Maaf ini sekedar pendapat pribadi yang juga berdasarkan pengalaman pribadi.Tidak lebih.
Salam sukses.


&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Untuk menghindari wartawan menulis tidak seperti yang kita sampaikan, sebaiknya kita meminta draft artikel sebelum dicetak. Jadi, kalau ada yang tidak sesuai dengan yang kita sampaikan, kita bisa melakukan revisi. Dan ingatkan wartawan, jangan nekat memuat komentar yang tidak sesuai dengan apa yang kita sampaikan karena ada hukumnya. Jika ternyata wartawan tersebut masih nekat juga, kita bisa menggunakan hak jawab. Anda juga bisa melakukan wawancara tertulis, dimana kita meminta wartawan mengirimkan daftar pertanyaan yang kemudian kita jawab dalam bentuk tulisan. Jika diwawancarai oleh wartawan media elektronik, kita bisa menanyakan kapan wawancara tersebut disiarkan. Wawancara melalui media elektronik biasanya lebih susah dimanipulasi karena harus menampilkan suara dan wajah pihak yang diwawancara. Kalaupun terjadi, jangan lupa gunakan hak jawab.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

 ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf saya juga orang media tapi saya setuju dengan apa yang dibilang mas Roy. Kebetulan saya punya usaha sendiri dan kebetulan juga bekerja di sebuah radio swasta. Beberapa saya mendapati teman-teman wartawan &#8220;kurang teliti&#8221; saat mengutip dari narasumber. Bahkan saya sendiri pernah menjadi &#8220;korban&#8221;nya. Apa yang akhirnya mereka tulis di media ternyata tidak sesuai dengan apa yang sudah saya sampaikan. Kadang ada yang dikurangi (yang berpengaruh pada isi materi). kadang juga salah menyimpulkan alias sak karepe dewe dalam menyimpulkan.Sangat menyebalkan. Makanya saya sangat memaklumi dan sependapat kalo mas Roy menganggap wartawan salah kutip.(memangnya wartawan gak bisa salah ?)<br />
Tapi saya sependapat mengenai pentingnya menyimpan hasil wawancara dalam bentuk rekaman. Dari situ bisa di cek dan recek kalau terjadi kasus seperti Roy Suryo. Kalau hanya dalam bentuk tulisan yaaa gak bisalah si wartawan ngotot dirinya bener&#8230;Kecuali ada bukti dalam bentuk rekaman.<br />
Maaf ini sekedar pendapat pribadi yang juga berdasarkan pengalaman pribadi.Tidak lebih.<br />
Salam sukses.</p>
<blockquote><p><strong><em>Untuk menghindari wartawan menulis tidak seperti yang kita sampaikan, sebaiknya kita meminta draft artikel sebelum dicetak. Jadi, kalau ada yang tidak sesuai dengan yang kita sampaikan, kita bisa melakukan revisi. Dan ingatkan wartawan, jangan nekat memuat komentar yang tidak sesuai dengan apa yang kita sampaikan karena ada hukumnya. Jika ternyata wartawan tersebut masih nekat juga, kita bisa menggunakan hak jawab. Anda juga bisa melakukan wawancara tertulis, dimana kita meminta wartawan mengirimkan daftar pertanyaan yang kemudian kita jawab dalam bentuk tulisan. Jika diwawancarai oleh wartawan media elektronik, kita bisa menanyakan kapan wawancara tersebut disiarkan. Wawancara melalui media elektronik biasanya lebih susah dimanipulasi karena harus menampilkan suara dan wajah pihak yang diwawancara. Kalaupun terjadi, jangan lupa gunakan hak jawab.</em></strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ada apa Roy suryo&#8230;????!!?? &#171; Powered By iDiots</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/#comment-191</link>
		<dc:creator><![CDATA[ada apa Roy suryo&#8230;????!!?? &#171; Powered By iDiots]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 06:22:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/?p=195#comment-191</guid>
		<description><![CDATA[[...] *untungnya, di sertifikat seminarnya ngga ada nama dia sebagai pembicara. padahal biasanya di sertifikat seminar selalu ditulis nama pembicara      silahkan buka juga link² yang asik berikut&#8230;   
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=736164 
http://mroy.wordpress.com/2006/12/20/roy-suryo-dan-metadata/  
http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg43657.html  
http://bloggerdanhacker.wordpress.com/ 
http://rajaiblis.wordpress.com/2008/04/13/roy-suryo-ente-gaptek-ya/ http://radioku.wordpress.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/ [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] *untungnya, di sertifikat seminarnya ngga ada nama dia sebagai pembicara. padahal biasanya di sertifikat seminar selalu ditulis nama pembicara      silahkan buka juga link² yang asik berikut&#8230;<br />
<a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=736164" rel="nofollow">http://www.kaskus.us/showthread.php?t=736164</a><br />
<a href="http://mroy.wordpress.com/2006/12/20/roy-suryo-dan-metadata/" rel="nofollow">http://mroy.wordpress.com/2006/12/20/roy-suryo-dan-metadata/</a><br />
<a href="http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg43657.html" rel="nofollow">http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg43657.html</a><br />
<a href="http://bloggerdanhacker.wordpress.com/" rel="nofollow">http://bloggerdanhacker.wordpress.com/</a><br />
<a href="http://rajaiblis.wordpress.com/2008/04/13/roy-suryo-ente-gaptek-ya/" rel="nofollow">http://rajaiblis.wordpress.com/2008/04/13/roy-suryo-ente-gaptek-ya/</a> <a href="http://radioku.wordpress.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/" rel="nofollow">http://radioku.wordpress.com/2008/04/14/wartawan-salah-kutip-dialog-roy-suryo-vs-blogger/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

