03
Apr
08

5 kunci menulis untuk telinga

Menulis untuk radio, mulai dari naskah siaran, naskah iklan, naskah berita dan lain sebagainya, memiliki aturan yang berbeda dari menulis biasa atau menulis untuk media cetak. Menulis untuk radio adalah menulis apa yang ingin kita sampaikan dan dengarkan. Menulis untuk radio, adalah menulis untuk telinga.

Paling tidak terdapat 5 prinsip kunci yang perlu kita perhatikan untuk menulis naskah program radio.

1. diucapkan

Naskah radio bukan merupakan bahan bacaan tapi merupakan bahan ucapan yang akan disampaikan melalui suara penyiar. Jadi, isi tulisan sebaiknya menggunakan bahasa tutur yang biasa diucapkan sehari-hari. Dengan menggunakan kosa kata bahasa lisan, pendengar akan dengan mudah memahami artinya. Jangan takut untuk menggunakan kata-kata yang sama (pengulangan kata) asal penempatannya pas dan enak didengar. Gaya penyampaiannya harus alamiah, bukan dibuat-buat.

2. bersifat ‘sekarang’

Keistimewaan radio adalah kesegeraannya. Untuk itu penulisan naskah radio pun disarankan menggambarkan sesuatu yang sedang terjadi. Informasi yang disampaikan melalui radio sebagian besar bersifat langsung, begitu terjadi sesuatu bisa langsung disampaikan, meski tidak menutup kemungkinan penyiar menceritakan apa yang dialaminya diwaktu yang lalu.

3. pribadi

Sifat radio adalah personal. Meskipun pada waktu yang bersamaan yang mendengarkan radio jumlahnya bisa ribuan orang, mereka masing-masing mendengarkan sendiri-sendiri atau paling tidak dalam kelompok-kelompok kecil. Untuk itu, sebaiknya dalam naskah radio digunakan sapaan yang pribadi. Apa yang kita sampaikan bukan untuk masa dalam jumlah besar seperti saat berpidato, tapi lebih ke perseorangan. Radio adalah teman bagi pendengarnya, sehingga pada saat penyiar berbicara harus disampaikan seolah-olah berbicara dengan seorang teman.

4. didengar sekali

Sekali disiarkan, siaran radio tidak bisa diulang. Kecuali untuk program acara yang direkam, itupun baru bisa diulang jika memang ada jadual siaran ulang. Dengan demikian, harus disadari bahwa jika pendengar tidak paham dengan apa yang kita sampaikan, mereka akan mengalami kesulitan untuk mendengarkan ulang. Ingat, kita hanya memiliki sekali kesempatan untuk menyampaikan pesan kita ke pendengar.

Yang biasa membuat bingung pendengar:

  • - kalimat yang terlalu panjang
  • - penggunaan istilah-istilah tekhnis tanpa penjelasan
  • - terlalu banyak informasi yang disampaikan dalam satu kalimat
  • - ide / gagasan yang sulit dipahami

5. hanya suara

Suara adalah media kita untuk menyampaikan informasi kepada pendengar. Untuk itu jangan gunakan kata-kata yang kabur maknanya. Hindari kata-kata yang bunyinya berulang agar pendengar tidak bingung.

Misalnya: “Bangunan itu dibangun oleh kontraktor swasta” menjadi “Gedung itu dibangun oleh kontraktor swasta”

Hindari juga menggunakan kata-kata yang bunyinya mirip namun maknanya berbeda. Penggunaan tanda baca juga sangat penting. Seringkali terjadi, pada saat menyampaikan sesuatu, penyiar terhenti sejenak karena bingung hanya gara-gara penggunaan tanda baca pada naskah yang tidak tepat. Meski hanya sebentar, kesalahan ini akan diketahui oleh pendengar.

Misalnya: “Anjing mengejar orang gila” jika tidak ditulis dengan tanda baca yang benar, bisa menjadi: “Anjing mengejar orang gila//” atau “Anjing mengejar orang/ gila//”

Setelah naskah siaran selesai dibuat, bacalah dan ucapkanlah. Jika:

  • tidak mudah dituturkan
  • terdengar aneh
  • tidak jelas / rancu
  • terdengar kompleks / rumit

UBAHLAH sebelum terlambat.


6 Tanggapan ke “5 kunci menulis untuk telinga”


  1. 1 nur hikmah
    April 5, 2008 pukul 8:28 pm

    aku lagi mau tugas akhir tentang radio drama aku mohon berikan informasi tentang itu thxz

  2. April 5, 2008 pukul 11:07 pm

    Nur, informasi tentang radio drama seperti apa yang dibutuhkan?

  3. April 22, 2008 pukul 10:37 pm

    Saya lagi menyusun skripsi tentang pengembangan program siaran pendidikan untuk radio komunitas sekolah smp. Mas Alex ada saran buat saya program yang cocok seperti apa? Bisa minta emailnya mas Alex? emailku: nengnurul@gmail.com

  4. 4 irul
    April 28, 2008 pukul 6:20 pm

    bang alex… tulisan diatas boleh di save kan?

    boleh saja mas irul

  5. 5 agung
    November 24, 2008 pukul 3:45 pm

    Boss..maaf ya …kok kayaknya mirip banget kayak yg ditulis ama HASAN AZHARI ORAMAHI…Judul bukunya juga sama “MENULIS UNTUK TELINGA”……maaf loh ini….

    pada dasarnya ilmu jurnalistik radio pada diri seseorang berawal dari teori yang sama namun pengalaman yang berbeda-beda. kalau kita googling, kita akan menemukan banyak tips penulisan naskah radio seperti ‘Menulis Untuk Telinga’ di website Journalists for Democracy and Human Rights. jadi yang terpenting, termasuk sebagian dari visi blog ini, adalah niatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang dunia radio. sudahkah kita berbagi hari ini?

  6. Februari 8, 2009 pukul 2:44 am

    5af nich tu kayaknya susah banget & terlalu ribet!kae kita main prop aj kita cu5 konsep


Tinggalkan Balasan




Enjoy Your Holiday

M y F a c e b o o k

Follow radioclinic on Twitter

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

Add to Technorati Favorites

Join Radioku Community at MyBloglog!

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 234,749 hits

A r c h i v e s

B r o a d c a s t o l o g y

Recent Comments

Alex Santosa on About
Alex Santosa on L’articles
gogo on Cara mudah menulis berita…
Mbah Kuncung Popfm on L’articles
Mbah Kuncung Popfm on About

PASFM – Blackberry

Untuk mendengarkan siaran PASFM langsung di Blackberry, silahkan klik link Nobex Radio di bawah ini:
Nobex Radio Companion

T r a c k e r