
Dalam jurnalistik radio, kredibilitas adalah aset jurnalistik yang terbesar karena berkaitan dengan kepercayaan pendengar terhadap radio kita.
Setelah faktor a (accuracy) dan b (balance), kali ini akan dibahas faktor ketiga dalam rumus jurnalistik radio untuk mencapai C (credibility) yaitu:
c (clarity)
Clarity bisa diartikan sebagai mudah dipahami atau jernih atau jelas. Lagi-lagi karena hanya mengandalkan audio, jurnalis radio dituntut untuk bisa menghadirkan berita yang jelas, tidak membuat bingung dan jangan sampai bisa menimbulkan multi tafsir bagi pendengar.
Perlu juga diingat bahwa berbeda dengan media cetak, pendengar tidak bisa sesuka hati mengulang informasi yang baru saja didengarnya. Kalau pun informasi yang disiarkan adalah rekaman, mereka memerlukan waktu yang lain untuk bisa mendengarkan informasi tersebut (siaran ulang).
Di radio, kita hanya mempunyai satu kali kesempatan untuk bisa pendengar memahami apa yang kita sampaikan. Untuk itulah clarity menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam penyajian berita di media audio yang sekilas ini. Jika penyiar kita saja tidak memahami persoalan atau materi yang akan disampaikan, apalagi pendengar kita.
Agar dapat menyajikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pendengar, selain artikulasi atau pelafalan penyiar yang jelas, sebisa mungkin dalam penulisan naskah digunakan kata-kata atau istilah yang umum bagi pendengar. Selain itu gunakanlah kalimat yang simpel – kalimat tunggal satu, satu kalimat satu pesan, seperti yang ada pada tulisan saya sebelumnya.
Accuracy dilengkapi dengan Balance ditambah dengan Clarity akan membawa radio kita menjadi media yang CREDIBLE, yang bisa dipercaya dan diandalkan sebagai sumber informasi oleh pendengar kita. Jika kita tidak berusaha meraih kredibilitas, pendengar tidak akan mempercayai informasi apapun yang disampaikan oleh radio kita. Sehingga semua yang kita lakukan tidak akan ebih baik dari pemborosan waktu dan sia-sia.















0 Tanggapan ke “Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C (bagian 3)”