<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berita radio jaringan, fenomena RRI ala swasta</title>
	<atom:link href="http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/</link>
	<description>Blog untuk berbagi pengalaman dan informasi tentang dunia radio, serta berbagi ilmu dalam mengelola radio siaran, mulai dari program, jurnalistik radio, penjualan hingga sdm.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 May 2012 00:26:04 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Paul [wna]</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-1574</link>
		<dc:creator><![CDATA[Paul [wna]]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 13:44:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-1574</guid>
		<description><![CDATA[Apakah penjualan atau citra dari radio maupun TV (lokal) membaik dengan adanya 1, 2 atau 20 jaringan? Selama ini nga ada 1 jaringan yang mampu memperbaiki image industri. 1500an radio, 100-200 TV..mulainya dimana?
 50-100 stations just can not make the difference anymore. industri bersatulah. Reposition industry, don&#039;t be the underdog anymore, unite in sales efforts, better your programs and indeed think of what the listeners want not the advertisers. If you give the listeners what the want..the advertisers will come too]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah penjualan atau citra dari radio maupun TV (lokal) membaik dengan adanya 1, 2 atau 20 jaringan? Selama ini nga ada 1 jaringan yang mampu memperbaiki image industri. 1500an radio, 100-200 TV..mulainya dimana?<br />
 50-100 stations just can not make the difference anymore. industri bersatulah. Reposition industry, don&#8217;t be the underdog anymore, unite in sales efforts, better your programs and indeed think of what the listeners want not the advertisers. If you give the listeners what the want..the advertisers will come too</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muh saleh</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-140</link>
		<dc:creator><![CDATA[muh saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 11:48:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-140</guid>
		<description><![CDATA[Tanggapan juga...
mau numpang keren aja kebetulan kami dari pelosok terpencil dan terbelakang dari pedalaman kalimantan tengah- Parenggean, cuma mau kenalan aja,Thanks]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggapan juga&#8230;<br />
mau numpang keren aja kebetulan kami dari pelosok terpencil dan terbelakang dari pedalaman kalimantan tengah- Parenggean, cuma mau kenalan aja,Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Radiocraz</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-84</link>
		<dc:creator><![CDATA[Radiocraz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 00:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-84</guid>
		<description><![CDATA[Tanggapan juga  nich....
Disini saya tidak ingin bahas tentang masalah relay-merelay, siapa yang harus bayar dan siapa yang harus menerima bayaran, and bentuk siaran seperti itu ala RRI atau tidak. Yang jelas saat ini radio jaringan sedang menjadi trend, baik itu untuk siaran lokal, nasional maupun internasional. Mungkin anda setuju dengan saya, alasan yang paling utama adalah untuk tetap dapat &quot;survive&quot;, and juga &quot;image&quot;...(tolong dicerna dengan pikiran yang tenang)
Nah..kalau saat ini banyak radio asing yang menjalin hubungan dengan radio lokal (Indonesia), itu hal yang biasa karena disana ada &quot;kepentingan&quot;, baik politik, ekonomi, sosial, budaya etc.
Kalau tidak percaya...coba dengarkan secara baik-baik content  siarannya OK...udahan dulu yah...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggapan juga  nich&#8230;.<br />
Disini saya tidak ingin bahas tentang masalah relay-merelay, siapa yang harus bayar dan siapa yang harus menerima bayaran, and bentuk siaran seperti itu ala RRI atau tidak. Yang jelas saat ini radio jaringan sedang menjadi trend, baik itu untuk siaran lokal, nasional maupun internasional. Mungkin anda setuju dengan saya, alasan yang paling utama adalah untuk tetap dapat &#8220;survive&#8221;, and juga &#8220;image&#8221;&#8230;(tolong dicerna dengan pikiran yang tenang)<br />
Nah..kalau saat ini banyak radio asing yang menjalin hubungan dengan radio lokal (Indonesia), itu hal yang biasa karena disana ada &#8220;kepentingan&#8221;, baik politik, ekonomi, sosial, budaya etc.<br />
Kalau tidak percaya&#8230;coba dengarkan secara baik-baik content  siarannya OK&#8230;udahan dulu yah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Alex</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-67</link>
		<dc:creator><![CDATA[Alex]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 10:16:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-67</guid>
		<description><![CDATA[Salam kenal juga untuk voucherflash, terimakasih sudah baca-baca di blog ini. Secara umum relay-merelay berita maupun acara radio yang lain di Indonesia masih belum meminta &quot;bayaran&quot;. Biasanya hanya berdasar pada commitment dan kepentingan content siaran saja, baik antara radio swasta dengan sesama radio swasta, maupun radio swasta dengan radio asing. Dari sisi bisnis, sah-sah saja jika ada radio yang membayar atau dibayar untuk merelay suatu acara. Yang penting, isi acaranya harus bisa memenuhi kebutuhan pendengar mas!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga untuk voucherflash, terimakasih sudah baca-baca di blog ini. Secara umum relay-merelay berita maupun acara radio yang lain di Indonesia masih belum meminta &#8220;bayaran&#8221;. Biasanya hanya berdasar pada commitment dan kepentingan content siaran saja, baik antara radio swasta dengan sesama radio swasta, maupun radio swasta dengan radio asing. Dari sisi bisnis, sah-sah saja jika ada radio yang membayar atau dibayar untuk merelay suatu acara. Yang penting, isi acaranya harus bisa memenuhi kebutuhan pendengar mas!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: voucherflash</title>
		<link>http://radioclinic.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-66</link>
		<dc:creator><![CDATA[voucherflash]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 10:04:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://radioku.wordpress.com/2008/03/12/berita-radio-jaringan-fenomena-rri-ala-swasta/#comment-66</guid>
		<description><![CDATA[salam kenal mas..terima kasih mas sudah berkunjung, sekarang radio-radio swasta berlomba-lomba menyiarkan berita, dan trendnya tidak hanya lokal saja mas tp radio-radio kelas internasional seperti VOA, BBC, DW, dan lainnya direlay oleh radio-radio swasta kita. Klo relay antar lokal kena bayaran ndak mas ? dan klo relay radio internasional apa radio lokal yg bayar atau malah dapat bayaran dari radio luar ? Trendya sepertinya tiada hari tanpa berita, ;) Terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal mas..terima kasih mas sudah berkunjung, sekarang radio-radio swasta berlomba-lomba menyiarkan berita, dan trendnya tidak hanya lokal saja mas tp radio-radio kelas internasional seperti VOA, BBC, DW, dan lainnya direlay oleh radio-radio swasta kita. Klo relay antar lokal kena bayaran ndak mas ? dan klo relay radio internasional apa radio lokal yg bayar atau malah dapat bayaran dari radio luar ? Trendya sepertinya tiada hari tanpa berita, <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

