Perbincangan atau wawancara di radio harus disajikan dengan menarik agar laku dijual kepada pendengar. Seringkali kita mendapati, sebuah wawancara radio yang berlarut-larut dan membosankan. Jika sudah begini, pendengar akan lebih memilih mendengarkan lagu daripada mengikuti obrolan di radio kita.
Menarik dan tidaknya sebuah wawancara radio sangat tergantung pada 3 faktor utama, yaitu:
- Topik
- Pertanyaan
- Narasumber
Ketiga hal tersebut memiliki tingkat kepentingan yang sama. Jika salah satu diantaranya tidak terpenuhi, maka tidak akan bisa didapat hasil wawancara yang sempurna.
Topic
Kita bisa mendapatkan topik yang menarik dari dengan memperhatikan fakta yang ada disekitar kita, baik berupa peristiwa hangat yang baru atau sedang terjadi, maupun dari data menarik yang kita temukan. Setelah kita menemukan topik, langkah selanjutnya adalah menentukan sudut pandang – dari sisi mana berita itu akan kita angkat – dan kesimpulan akhir yang ingin didapat dari sebuah wawancara. Sosialisasikan secara lengkap dan jelas – topik, sudut pandang pemberitaan dan kesimpulan akhir yang diharapkan – kepada reporter, agar apa yang mereka lakukan di lapangan bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Untuk lebih menguasai masalah, kita bisa melakukan pengkayaan dengan mencari data apapun yang berkaitan dengan topik.
Pertanyaan
Pertanyaan yang disampaikan oleh reporter kita harus:
- mewakili apa yang ingin ditanyakan dan ingin diketahui oleh pendengar
- jelas dan mudah dipahami oleh pendengar
- singkat, tepat dan langsung pada permasalahan
- tidak membingungkan narasumber
- tidak memojokkan
- tidak dipengaruhi oleh emosi dan opini kita
Biasakan reporter untuk mempersiapkan daftar pertanyaan sebelum turun kelapangan.
Narasumber
Siapa narasumber yang layak kita wawancarai, memang sangat tergantung dari peristiwa atau topik yang kita tentukan. Namun untuk wawancara yang bertujuan meminta pendapat, konsultasi dan yang sejenisnya, narasumber yang kita pilih harus terkenal atau popular di pendengar kita. Selain itu, narasumber yang dipilih harus memiliki kompetensi dan bisa berbicara mengenai topik yang kita ajukan, bisa pelaku peristiwa, ataupun sumber lainnya seperti saksi mata, ahli atau pakar, masyarakat hingga birokrat.
Selalu siapkan narasumber cadangan dan jika mendapatkan jawaban klise, sebaiknya tidak perlu disiarkan agar tidak membosankan.








Terima Kasih atas informasi yang bermanfaat ini, saya sebagai pemula didunia broadcast radio sangat butuh banyak belajar dari para ahli, saya sendiri penyiar radio lokal dipandeglang, Radio Paranti 105.6 FM, nama acara saya two in one mix, yang juga menghadirkan komunitas kita, senin s/d jum’at dengan narasumber dan topik yang berbeda.
Terima Kasih dan sukses untuk radio clinic, – salam broadcast.
http://www.2in1mix.co.cc
blog ini banyak membantu saya, yang baru aja berkecimpung di radio, kalo ada kesempatan bole dengerin streaming Radio Nafiri 107.1 FM http://www.nafirifm.net, di tunggu masukan dan sarannya..maklum masih pemula.
tips praktisnya ok banget, sangat bermanfaat bagi kami di Radio Dakta FM107 yang formatnya dialog dan informasi. Apalagi sekarang ini pendengar cenderung lebih menyukai musik/lagu daripada wawancara. Ditunggu tips-tips berikutnya. Sukses