Seorang station manager mengeluhkan tentang anak buahnya yang dinilainya kurang memiliki effort untuk menjadi lebih baik. Menurutnya, crew ini tidak maju-maju, skill-nya tertinggal dibandingkan dengan crew yang lain tapi attitude-nya bagus dan loyal kepada perusahaan. Serba salah, karena buruknya tidak mutlak jadi mau dibuang tapi sayang.
Apa yang harus kita lakukan jika kita menghadapi masalah yang sama?
01. Evaluating
Lakukan evaluasi terhadap hasil kerja crew yang bersangkutan untuk menemukan dimana sebenarnya letak kelemahannya. Kemudian, buatlah peringkat mulai dari kelemahan yang paling memungkinkan untuk diperbaiki. Selain kelemahan, kita juga harus mengetahui secara pasti, apa kelebihan dari crew tersebut.
Lakukan evaluasi terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya, untuk mengetahui apakah kinerja yang buruk memang disebabkan oleh kualitas crew yang kurang memenuhi syarat, atau karena kita tidak memberikan tugas yang memang sesuai untuk crew tersebut.
Dengan melakukan evaluasi, kita akan menemukan dimanakah kelemahan yang menjadi sumber masalah.
02. Counseling
Setelah mengetahui kelemahan crew, kita harus menyampaikannya secara terbuka kepada yang bersangkutan. Bicarakan apa yang sebenarnya diinginkan oleh perusahaan secara jelas dan lengkap sehingga crew tersebut menyadari apa saja yang menjadi kekurangannya dan memahami apa yang harus dilakukannya. Tunjukkan, apa saja yang bisa dilakukan crew tersebut untuk memperbaiki kelemahannya sekaligus meningkatkan performanya.
03. Targeting
Langkah berikutnya adalah meminta komitmen crew untuk segera melakukan perbaikan, agar apa yang sudah dibicarakan tidak sia-sia. Tetapkan target perbaikan yang harus dicapai oleh crew tersebut dalam jangka waktu tertentu yang sudah disepakati. Jangan lupa beritahu juga, resiko apa yang bisa terjadi jika yang bersangkutan gagal mencapai target tersebut. Contoh resiko yang bisa terjadi: kehilangan jam siaran, pengurangan salary bahkan tidak menutup kemungkinan crew tersebut tidak kita pakai lagi jika gagal memperbaiki diri.
04. Coaching
Selama proses mencapai target, selalu lakukan pembinaan. Jangan biarkan crew jalan sendiri tanpa bimbingan. Rasanya tidak fair jika membiarkan crew berjalan menuju jurang kematian. Selalu lakukan pemantauan, bimbingan dan pengarahan agar crew bisa mencapai target yang diharapkan hingga sampai pada waktunya bagi kita untuk kembali melakukan evaluasi atas apa yang selama ini dihasilkan oleh crew tersebut.
Secara umum, evaluating, counseling, targeting dan coaching bisa dilakukan kepada siapapun yang kita inginkan untuk maju. Perlu diingat bahwa salah satu tugas kita adalah menciptakan SDM handal. Ibarat sekolah, jika ada murid yang gagal, ada 2 kemungkinan yang bisa menjadi penyebab yaitu muridnya yang memang tidak mau belajar atau gurunya yang tidak bisa mengajar.
Ada joke, jika tidak bisa diBINA, ya ‘dibinasakan’ daripada kita sendiri yang binasa










Seringkali terjadi, yang kita bimbing ngerasa udah maksimal menurut dia, padahal belum tentu menurut kita. Kalo menurut saya, orang radio itu dipengaruhi bakat, karena klo emg dia g ada soul di situ bakalan stuck disitu-situ aja. beda dengan orang kerja kantoran yang diajarin accounting, ketika dia meliat lembaran-lembaran berisi angka-angka yang ada, dia tinggal nerusin aja yg udah ada sambil trial & error. Tapi orang radio butuh self renewal yang tinggi. ga cuma begitu-begitu aja.. hebat ya orang radio… hehehe
Station Manager, Posisi yang sangat kompleks dalam TANGGUNG JAWABNYA.
apalagi jika 2 PR belum selesai, datang 101 Tugas baru yg walaupun sudah habis terdelegasikan namun masih belum bisa mengejar yang namannya DEAD LINE ORDER…jadi, 2 Sudah, 2 aman, 2 Terpantau, 2 kurang, 2 proses, 2 mulai, 2 Terencana, 2 belum, dan 2,2,2,2,2,1 lainnya hingga 101.
But ORDER is ORDER….(yg sering kasih ORDER sabar ya..???, ini sedang Dikerjakan…okee…??)
SM Harus Hebat ternyata….