Penganugerahaan piala Oscar yang berlangsung dalam acara Academy Awards ke 80 di Kodak Theatre – Hollywood telah usai. Karena acara ini sangat eksklusif dan jumlah media yang menyiarkan sangat terbatas, tidak semua orang bisa mengikuti jalannya penyerahan piala Oscar secara langsung. Begitu juga dengan pendengar kita, yang sebagian besar akan kesulitan mendapatkan informasi paling aktual seputar penyerahan piala Oscar. Akan menjadi sesuatu yang bermanfaat jika radio kita bisa membantu pendengar mendapatkan informasi terkini seputar penyerahan piala Oscar, terutama siapa saja yang menjadi pemenang.
BEST PICTURE :
No Country For Old Men
BEST ACTRESS :
Marion Cotillard – La Vie en Rose
BEST ACTOR :
Daniel Day-Lewis – There Will Be Blood
BEST DIRECTOR :
Joel Coen & Ethan Coen – No Country For Old Men
Berikut ini hasil akhir pemenang piala Oscar 2008:
![]()
Javier Bardem
No Country for Old Men
Le Mozart des Pickpockets (The Mozart of Pickpockets)
Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street
Daniel Day-Lewis
There Will Be Blood
Marion Cotillard
La Vie en Rose








Ada hal yang cukup menarik ketika saya membaca artikel di sebuah harian berita nasional. Dikatakan, perayaan Oscar ke 80 ini dinilai kurang begitu menarik karena secara kebetulan pemenang-pemenangnya banyak yang tidak berbau Amerika. Menurut rating yang dilakukan Nielsen Media Research, acara dengan durasi sekitar 3 jam di Kodak Theatre Los Angeles ini hanya ditonton rata-rata 32 juta orang, atau 14% lebih sedikit dibandingkan dengan acara penyerahan Oscar tahun 2003 yang jumlah penontonnya terendah. Rendahnya rating penonton perayaan Oscar tahun ini karena menampilkan film-film yang kurang populer di mata moviegoers. Dapat dibandingkan saat Perayaan Oscar ditonton dengan jumlah yang paling tinggi saat film Box Office Titanic menggondol lebih dari 10 Oscar. Nielsen menyatakan rating terbaik karena hampir 55 juta penonton menyaksikan pagelaran akbar tersebut. Kebetulan nama nama-nama seperti Marion Cottillard atau Tilda Swinton atau Javier Bardem belum begitu dikenal masyarakat penggemar film di Amrik. Sedangkan penokohan cerita film No Country For Old Men memang bagus menurut kritisi perfilman, namun tidak begitu digubris oleh para penikmat film di negri Paman Sam ini. Berbeda dengan film Titanic yang seolah semua orang sudah tahu inilah yang dalam istilah keradioan cenderung disebut local content. Dengan mereka sedikit dekat atau merasa akrab dengan tragedi kapal baru tersebut membuat sinergi yang positif untuk sebuah suksesnya entertainment, mengingat bagaimanapun penikmat film-lah yang akan menentukan besar kecilnya pendapatan suatu film.