Radio sebagai media, tidak bisa lepas dari salah satu fungsinya sebagai alat promosi. Selain sponsor program, loose spot dan adlib (ad-liberte), saat ini talkshow pun lazim digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan sebuah produk.
Dalam sebuah talkshow komersial, penyiar yang bertugas sebagai pewawancara bertanggung jawab untuk membuat talkshow yang berisi promosi produk menjadi acara yang menarik dan bermanfaat, sehingga pendengar tertarik untuk mengikuti jalannya talkshow, berinteraksi, bahkan pada akhirnya menjadi konsumen dari produk yang kita promosikan.
Agar talkshow komersial bisa menjadi sarana yang efektif bagi klien untuk berpromosi namun tetap menarik bagi pendengar, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.
Diskusikan topik dengan klien, telusuri apa yang diinginkan klien dan apa tujuan yang ingin dicapai klien dari talkshow ini. Penyiar juga perlu mengetahui seluk beluk dan keistimewaan produk yang akan dipromosikan melalui talkshow.
Setelah mengetahui keinginan klien dan product knowledge, langkah selanjutnya adalah menyusun pertanyaan. Dalam talkshow komersial, pertanyaan yang disampaikan penyiar tentunya disesuaikan dengan keinginan klien namun tetap harus menarik dan bermanfaat dimata pendengar. Jika klien sudah memiliki daftar pertanyaan, jangan ragu untuk memberikan masukan agar tanya jawab yang berlangsung selama talkshow nanti bisa dinikmati pendengar. Saat talkshow berlangsung, interaksi dari pendengar melalui telpon maupun sms, akan sangat membantu penyiar dalam memberikan pertanyaan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pendengar.
Elemen penting lain dalam talkshow adalah narasumber. Selain berkompeten, diharapkan narasumber yang hadir juga “bisa diajak bicara”, sehingga talkshow menjadi hidup dan penyiar tidak kehabisan kata-kata. Sebelum talkshow upayakan penyiar untuk berkenalan dengan narasumber yang akan hadir. Lakukan perbincangan melalui telpon atau bahkan bertemu langsung dengan narasumber. Diharapkan, setelah melakukan briefing singkat, komunikasi pada saat talkshow nanti tidak akan kaku. Jika pendekatan ini gagal, dengan keterbukaan dan demi kelancaran talkshow, kita bisa mendiskusikan dan memberi masukan ke klien untuk mempertimbangkan penunjukan narasumber tersebut, dan mengganti dengan narasumber yang lebih komunikatif.
Dalam talkshow, penggunaan opened question adalah mutlak, sehingga narasumber terpancing untuk bercerita banyak tentang produknya. Penyiar harus bisa membaca suasana, sehingga saat narasumber nampak stress, gugup, tertekan, penyiar harus segera melakukan pendekatan agar narasumber merasa nyaman, akrab, rilex dan feel hommie.
Karena waktu dan tempat yang terbatas, jumlah narasumber yang hadir dan bicara dalam talkshow idealnya tidak lebih dari 3 orang, sehingga mereka mendapat kesempatan untuk berbicara yang cukup dan terbagi rata. Biarkan mereka bicara, namun penyiar harus tetap menjadi moderator yang bisa membagi waktu. Jangan takut jika ada narasumber yang terkesan mendominasi pembicaraan, selama apa yang dia sampaikan bagus dan memiliki value.
Have a nice chit chat!










0 Tanggapan ke “Commercial Talkshow in brief”