Barter? Menurut Wikipedia, Barter is a type of trade that doesn’t use any medium of exchange, in which goods or services are exchanged for other goods and/or services.
Tawaran barter biasanya kita ajukan ke klien jika kantor kita memerlukan suatu barang tanpa harus mengeluarkan uang. Kalau klien setuju, tugas kita selesai dan tidak ada masalah terjadi.
Sebaliknya jika tawaran barter muncul dari klien, sudah pasti akan banyak pertimbangan yang harus kita pikirkan sebelum memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.
Biasanya radio yang sepi iklan, akan lebih mudah untuk menerima tawaran ini. Sebaliknya, radio yang sudah penuh iklan, biasanya tidak akan mempedulikan tawaran tersebut.
Sebelum menerima tawaran barter, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Win – win Negotiation (sama – sama untung)
Kita harus menghitung, berapa besar nilai iklan yang di minta oleh klien dan apakah sebanding dengan nilai barang / jasa yang mereka tawarkan. Dalam negosiasi ini, hitunglah harga iklan kita tanpa diskon, karena klien tidak perlu mengeluarkan uang. Jika klien tetap meminta diskon tidak ada salahnya kita juga meminta diskon harga dari barang yang ditawarkan. Biasanya klien tidak akan mau memberikan diskon. Jadi daripada pusing, lebih baik sama-sama berhitung tanpa diskon.
- Needs (siapa yang butuh)
Apakah barang / jasa yang ditawarkan oleh klien diperlukan dan bisa dimanfaatkan oleh radio kita? Jika tidak, posisi kita ada diatas angin…nothing to loose. Kita menjadi lebih mudah untuk memutuskan apakah akan menerima atau menolak tawaran barter dari klien. Kita juga bisa mempertimbangkan, apakah barang / jasa yang ditawarkan bisa kita jual ke pihak lain, sehingga dari barter ini perusahaan tetap mendapat pemasukan. Atau paling tidak bisa kita jadikan sebagai gift untuk relasi atau hadiah kuis.
- Image
Diluar butuh atau tidak dan win-win negotiation, image radio kita juga perlu dijadikan bahan pertimbangan. Apakah dengan menggunakan barang / jasa yang ditawarkan klien image radio kita akan terangkat? Apakah dengan menyiarkan iklan klien tersebut radio kita akan naik pamornya? Jika tawaran barter datang dari perusahaan atau merk terkenal, paling tidak kita bisa membuktikan ke klien lain, bahwa radio kita dipercaya oleh perusahaan dan merk besar untuk membantu program kampanye mereka.
Mau barter? Why not? Asal dipertimbangkan masak-masak. Tapi jangan keterusan, yang ada nanti kantor kita bisa berubah dari radio menjadi hypermarket karena penuh menampung barang hasil barteran.










0 Tanggapan ke “Barter”