Hari ini 13.10 wib mantan presiden Soeharto tutup usia. Dari sisi jurnalistik, hal ini merupakan peristiwa penting.
Berbagai persiapan peliputan sudah dilakukan sejak pak Harto masuk ke rumah sakit dan kondisinya semakin melemah. Namun, sematang apapun persiapan sudah dilakukan, pada saat eksekusi bisa muncul berbagai hal yang membuat penyiaran laporan langsung tidak semulus yang diharapkan.
Untuk meminimalkan masalah, konsep “tidak ada berita yang tidak bisa direncanakan” perlu mendapat perhatian dan dibiasakan. Dengan demikian, apa yang perlu kita lakukan bisa direncanakan.
Perlu dipertimbangkan untuk menugaskan reporter, host dan operator yang berpengalaman, yang sudah terbiasa menghadapi situasi genting dan tidak terduga.
Sebelum terjun ke lapangan, reporter harus dibekali daftar target narasumber untuk diwawancarai, mulai dari narasumber utama hingga narasumber-narasumber cadangan jika narasumber utama tidak berhasil diwawancarai. Selain itu, reporter juga harus dibekali daftar pertanyaan inti, sehingga hasil wawancara bisa sesuai atau paling tidak mendekati hasil yang diharapkan.
Tidak kalah penting, reporter juga dibekali dengan naskah yang diperlukan, sehingga saat menyampaikan liputan dan berbicara dengan host di studio, bisa tertata dengan lebih baik.
Demikian juga untuk host dan operator di studio, perlu disiapkan rundown acara khusus yang berbeda dengan biasanya dan produser yang menjadi pengambil keputusan saat eksekusi acara berlangsung. Komunikasi antara produser, host, operator dan reporter menjadi hal yang sangat vital disamping kesiapan mental, kepekaan, kesiagaan dan kejelian mereka menghadapi hal-hal yang tidak terduga di lapangan.
Untuk radio yang berada di lokasi yang jauh dengan tempat kejadian, bisa memanfaatkan televisi atau internet sebagai sumber berita, tentunya dengan tetap menjaga etika pemberitaan.
Jika memiliki reporter, bisa melakukan wawancara dengan narasumber lokal, membuat feature, vox pop dan berbagai bentuk pemberitaan yang lainnya.
Lokasi yang jauh, bukan alasan untuk tidak menyajikan informasi penting bagi pendengar.
classic words: bad news is a good news!
image courtesy apn news










0 Tanggapan ke “Breaking News: The Smiling General has gone!”