Banyak teman-teman penyiar bertanya, bagaimana cara mengatasi salah ucap atau kesleo lidah saat siaran. Sepertinya, apa yang kita alami ini juga dialami oleh Raja George ke 6 yang menderita gagap jika berbicara di depan banyak orang. Penyakit ini menjadi kendala baginya, saat raja Inggris di era 1930an ini harus menyampaikan pesan melalui siaran radio ataupun saat berpidato didepan banyak orang. Perjuangannya untuk berlatih agar bisa berbicara lancar di depan mic dikisahkan dalam film The King’s Speech yang meraih piala Oscar ke 83 di tahun 2011 lalu. Klimax dari film ini adalah siaran radio pada tanggal 3 September 1939, dimana raja George ke 6 mengumumkan melalui radio bahwa pemerintah Inggris memutuskan untuk ikut terlibat dalam perang yang kemudian hingga sekarang kita kenal sebagai perang dunia ke 2. Continue reading ‘Belajar Siaran ala Raja George VI’
Tidak terasa 2011 hanya tersisa 1 bulan lebih dan segera akan digantikan oleh tahun yang baru. Waktu berjalan begitu cepat, demikian juga dengan perkembangan tekhnologi yang juga dengan cepat terserap oleh kita sebagai pengguna karena harganya yang semakin terjangkau. Selain koneksi internet murah – kita bisa mendapatkan koneksi internet mobile unlimited 1 bulan dengan biaya dibawah 50 ribu rupiah – hot spot area yang menawarkan sambungan internet gratis pun sudah jauh lebih mudah ditemukan.
Perangkat untuk mengakses internet semakin terjangkau, mulai dari netbook murah, hingga tablet pc yang dibandrol hanya ratusan ribu rupiah. Tidak ketinggalan telpon selular serba bisa yang juga bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kondisi ini mendukung kita untuk bisa berinternet dimanapun dan kapanpun kita mau. Saya juga merasakan bahwa kemudahan berinternet – dimana saja dan kapan saja – tidak lepas dari semakin maraknya penggunaan Android (Google) di pc tablet dan seluler pintar menandingi iOS (Apple), Windows Mobile (Microsoft), dan Blackberry (RIM). Bagaimana tidak, ponsel Continue reading ‘Penyiar Radio – Sampai Kapan Akan Bertahan?’
Di tengah sengatan sinar matahari dan riuhnya lalulintas kota besar, sering kita jumpai sekelompok orang di sejumlah titik putaran balik atau persimpangan padat lalulintas yang sibuk meniup priwitan / sempritan untuk menghentikan kendaraan dan menyeberangkan mobil. Sebagai imbalannya, pengendara mobil memberikan uang ribuan ke petugas sipil yang sering dipanggil polisi cepek atau pak Ogah itu. Continue reading ‘Bisnis Pak Ogah, Bisnis Puluhan Juta’
Indonesia kembali berduka, saat Minggu 25 September 2011, sekitar jam 11 siang, sebuah ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh. Informasi pun mengalir cepat dari sejumlah media online, jejaring sosial dan radio. Selang beberapa saat televisi pun tidak ketinggalan menyiarkan berita menyedihkan ini.
Namun sayang, kecepatan dan aktualitas berita tidak disempurnakan dengan kemauan pemberita dilapangan dan penulis naskah di ruang redaksi untuk sedikit menahan nafsu menjadi yang tercepat, dengan sedikit mencari data tambahan atau melakukan koreksi silang. Continue reading ‘Bom Solo – Kesalahan Kecil Yang Mengganggu’
Ditulis oleh Erwin Dahri Iswanto – Broadcast Service Officer 99.6 FM Radio BimaSakti Kebumen.
Kebanyakan orang mendengarkan radio setiap hari, jika tidak setiap minggu.
Radio menjangkau orang-orang di tempat kerja dan mendengarkan radio pada saat-saat terakhir ketika mereka hendak membeli sesuatu.
Radio merupakan media lokal. Kekuatan radio muncul dengan adanya keterlibatan komunitas, topik-topik lokal, dan penyajian informasi untuk pendengar. Tak ada media lain yang mampu menyentuh konsumen seperti radio. Continue reading ‘KENAPA HARUS BERIKLAN LEWAT RADIO’
PPMN - Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, kembali menganugrahkan Indonesia Radio Awards – penghargaan untuk insan radio, mulai dari mereka yang bergelut dengan pemberitaan, program dan iklan radio. Berikut ini daftar peraih Indonesia Radio Awards untuk tahun 2011. Selamat bagi para pemenang dan teruslah berkarya! Untuk pembaca blog ini, semoga bisa mendapatkan inspirasi dari karya-karya radio yang menjadi pemenang ini:
Jusuf Ronodipuro Award
Kategori Feature Jurnalistik Continue reading ‘Pemenang Indonesia Radio Awards 2011′
Radio Oemoem

Saat berkunjung ke kota Sragen, saya mendapat informasi adanya sebuah monumen bernama Radio Oemoem, yang katanya sudah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda. Sama seperti namanya, monumen ini difungsikan untuk menyiarkan siaran radio melalui pengeras suara yang terdapat di bagian atas tugu ini.
Mungkin karena pada jaman dulu radio masih termasuk barang mewah yang tidak dimiliki oleh semua orang, maka tugu ini pun didirikan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi aktual dari siaran radio.
Sayangnya, saya belum berhasil mendapatkan data sejarah lebih lengkap Continue reading ‘Radio Oemoem’
Youtube Institute
Terkenal lewat Youtube, itulah yang banyak dialami oleh sebagian orang yang dikatakan lulusan Youtube Institute
Setelah booming Shinta dan Jojo yang melakukan lipsync (penyesuaian gerak bibir) sambil bergoyang di youtube, kembali Indonesia di hebohkan oleh Norman Kamaru, seorang anggota Brimob melakukan hal yang serupa. Bergoyang, lipsyncing lagu terkenal, direkam dalam bentuk video, kemudian di unggah ke dunia maya (youtube) bisa membuat mereka menjadi terkenal. Continue reading ‘Youtube Institute’
Think the Unthinkable
Persaingan media (termasuk radio) dalam memperebutkan income untuk saat ini dan masa depan, akan semakin ketat. Internet dan mobile gadget yang selama ini dianggap hanya sebagai alat atau bahkan sekedar mainan, diam-diam menggerogoti pasar sumber pemasukan utama bagi media konvensional, yaitu iklan.
Internet, untuk saat ini sudah tidak bisa kita artikan hanya sekedar situs berita atau radio / video streaming. Saat ini semakin banyak orang mengenal internet, didukung semakin murahnya harga berlangganan internet, murahnya perangkat komputer, dan semakin mudahnya untuk mendapatkan sambungan internet. Dalam strata paling Continue reading ‘Think the Unthinkable’


Sekali-kali menulis tentang dangdut 









Recent Comments