
Adengan dalam foto ini didapat oleh salah satu anggota mailing list. Lokasi pengambilan foto di ruang Bandara Polonia Medan, 26 Agustus 2008 pk.13:31.
Apakah anda melihat sesuatu yang menarik?
![]() |

Adengan dalam foto ini didapat oleh salah satu anggota mailing list. Lokasi pengambilan foto di ruang Bandara Polonia Medan, 26 Agustus 2008 pk.13:31.
Apakah anda melihat sesuatu yang menarik?
![]() |
ditulis oleh: Ariyanto - broadcaster sebuah stasiun radio di SOLO
“Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa….Mereka memaksa masuk gedung dewan hingga terjadi aksi saling dorong…Di tengah aksi sekelompok massa melakukan aksi teatrikal…Aksi ini diakhiri dengan aksi bakar ban”
Begitulah kira – kira kalimat dari paket berita di media massa saat menginformasikan unjuk rasa. Entah mengapa kalimat seperti itu selalu muncul. Saking gerahnya, saya pernah mengirim SMS ke seorang kawan yang menjadi produser paket berita di sebuah stasiun telivisi. Ya, maksud saya agar kalimat seperti itu tidak muncul lagi. Saya pikir dia akan memperingatkan rekannya agar tidak menulis berita seperti itu. Bukannya sok tahu. Tapi, itulah bentuk keprihatinan saya. Dia pun menjawab SMS dengan menulis, “Betul kamu Bang”.
Gejolak finansial belum juga kunjung usai dari bumi Indonesia. Setelah index saham di Bursa Efek Indonesia terhujam lebih dari 10% pada 8 Oktober 2008, sebluan kemudian (4 November 2008) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merosot hingga menembus 11.000. Sore tadi 13 November 2008 terdengar kabar bahwa salah satu bank swasta dinyatakan kalah kliring.
Berita ini sempat membuat masyarakat khawatir musibah yang dialami dunia perbankan Indonesia pada tahun 1998 terulang lagi. Bagaimana tidak, hampir semua orang mempercayakan dananya untuk disimpan di bank. Saat mereka mau menarik dananya, ternyata tidak bisa. Beberapa saat kemudian terdengar berita bahwa banknya mengalami kalah kliring. Otomatis kita langsung terbayang pada kejadian buruk di dunia perbankan 1998.
Anda pernah mendengar atau ingat dengan lagu Tie A Yellow Ribbon yang dipopulerkan oleh Johnny Carver pada tahun 1973? Posting di bawah ini adalah story behind the song dari lagu tersebut.
ditulis oleh : Miya Alexa - Newscaster PAS 106.3FM Radio Bisnis Bandung
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik,sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

“At 12.15am, the convicts … were executed by shooting and followed up with an autopsy,” spokesman Jasman Pandjaitan said. (berita selengkapnya dan rekaman berita mengenai eksekusi bisa didapatkan di akhir posting)
Sekitar pukul 00.30 WIB saya mendapat pesan singkat dari rekan-rekan di PASFM Jakarta bahwa terpidana mati Amrozi CS telah dieksekusi sekitar 00.15 WIB.
Sebuah berita, memang tidak kenal waktu. Inilah tuntutan bagi jurnalis radio, untuk siaga 24 jam. Salut untuk rekan Ugi yang tetap terjaga dan langsung melakukan koordinasi dengan saya.
Mendapatkan berita di malam hari memiliki tantangan tersendiri, karena setelah seharian membuang energi menunggu berita, kita harus segera mengejar informasi saat orang lain beristirahat.
diposting oleh : Miya Alexa - newscaster PAS 106.3 FM Radio Bisnis Bandung
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.
Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.
![]() |
![]() |
| Dirty Dancing - NKOTB | Lelaki Hebat - Seventeen |
Review, Podcast, Video Clip, Lyric:
Krisis keuangan global mulai terasa dampaknya di Indonesia. Mulai dari badai yang menerpa pasar modal kita sehingga index harga saham gabungan merosot drastis seiring dengan anjloknya index harga saham berbagai pasar modal dunia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika pun menjebol angka 10.000 rupiah per dollar Amerika.
Pemerintah berusaha keras menjaga nilai tukar rupiah agar tidak semakin terjerembab dengan mengucurkan sekitar 4 miliar dolar Amerika cadangan devisa kita, sehingga pada akhir Oktober ini, cadangan devisa kita menyusut tinggal sekitar 50 miliar dolar Amerika.
Rencana pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia, dinilai tidak akan banyak membawa pengaruh terhadap penurunan harga-harga barang kebutuhan, sehingga tidak akan banyak menolong rakyat yang sudah susah.
Bukan untuk menggurui, hanya sekedar berbagi tips agar kita bisa eksis saat diterpa krisis:
ditulis oleh: Huria Ulfa
Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.
Sentuhan pribadi bagi pendengar akan terasa nyaman, bila diperlakukan secara private, dan akhirnya dapat mensugesti pendengar dengan apa yang disampaikan seorang penyiar. Salah satu caranya adalah mengenal dan memahami target audience. Siapa yang diajak berbicara, dan apa yang sedang dibicarakan. Pemilihan Lanjutkan membaca ‘PRIVATE ANNOUNCER’
Recent Comments